Kenapa Tiap Jelang Pemilu, Selalu Muncul Hoax dan Kerusuhan?

Saya selalu mencoba meruntut peristiwa dari tahun ketahun, pasca dilengserkanya orde baru, setiap jelang pemilu, selalu saja ada isu-isu yang menghebohkan dan membuat gaduh.


Mungkin diantara pembaca sepakat bahwa, saat zaman orde baru tidak terjadi karena saat itu dianggap masih otoriter, sehingga jarang ada yang berani membuat gaduh suasana.


Namun begitu orde baru tumbang dan berganti era reformasi, maka ada kesan seolah-olah yang tadinya kekuasaan hanya dinikmati oleh orde baru, maka di era reformasi semua orang ingin dan berani untuk bisa jadi penguasa.


Hal itu kemudian bisa terlihat dengan banyaknya partai politik yang ada. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai puluhan.


Berjalanya waktu, satu persatu partai politik tumbang dan hanya tersisa beberapa parpol saja. Namun menurut saya, mau berganti nama partai politiknya, yang muncul selama ini toh ya selalu itu-itu saja.


Perlu dicatat juga bahwa semua partai politik tujuan utamanya sudah pasti adalah kekuasaan. Mereka membuat parpol, mengerahkan masa, mengumpulkan suara, merekrut kader, dan seterusnya, dengan biaya yang luar biasa besar, tujuanya satu, bagaimana parpol mereka bisa berkuasa.


Tidak heran pula berbagai cara akan mereka lakukan untuk mencapai kekausaan tersebut.


Nah, bicara soal berbagai macam cara yang pasti dilakukan yang penting bisa berkuasa, maka setiap papol biasanya pasti melakukan cara-cara yang terkadang nyaris tak disadari kita.


Cara-cara yang paling sering kita temukan, biasanya dengan cara harus menghancurkan lawan politiknya. Kalaupun tiak mau disebut menghancurkan, boleh saja dilakukan dengan cara membuat citra negatif lawan politik mereka.


Itu kenapa jangan heran, dan saya sepertinya berani memastikan, saat jelang pemilu, baik itu pemilukada maupun pemilihan legislatif apalagi pilpres, pasti akan selalu isu atau hoax yang saling menjatuhkan antara satu dengan yang lainya.


Isu-isu tersebut terkadang ada yang memang benar, namun tidak sedikit yang hanya fitnah semata.


Kondisi ini tentunya sangat dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang memang punya kepentingan untuk menghancurkan nama baik para pesaingnya.


Dengan adanya internet dan sosial media yang ada sekarang ini, menyebarkan hoax, fitnah dan sejenisnya semakin mudah sekali. Apalagi saat ini semakin banyak para netizen yang memang begitu mudah percaya dan share informasi yang belum tentu terbukti kebenaranya.


Karena cara-cara kotor seperti itu dinilai cukup berhasil, maka cara-cara curang dan kotor seperti ini akan terus terjadi tanpa ada yang berani menjamin ujung muaranya.



Jika anda tidak percaya dengan prediksi saya ini, mari kita buktikan saat jelang Pilpres yang akan datang, saya berani memprediksi bahwa hoax, dan keributan di sosial media akan semakin MENGGILA.


Jangankan kok pilpres, baru pemilukada saja sudah seheboh seperti sekarang ini, bagaimana pilpres nanti?


Kita buktikan saja nanti!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.