Teror Mengerikan Ini Juga Penting, Tapi Sering Diabaikan!

menurut data WHO pada Januari 2014 yang lalu, Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah kematian akibat kecelakaan terbanyak di dunia dan tiap tahunnya harus kehilangan hingga 400 ribu nyawa.. -- Ilustrasi gambar: TribunSaat banyak orang menganggap bahwa teror ledakan di Jakarta yang dilakukan oleh para pelaku teror membuat kepanikan, mungkin ini saatnya juga kita mencoba menyadarkan diri kita semua tentanga danya teror-teror lain di sekitar kita yang sebenarnya sangat mengerikan tapi seringkali diabaikan.


Saya anggap penting karena akibatnya dalam jangka panjang memang sangat mengerikan. Namun karena akibatnya tidak terasa langsung seperti teror bom, maka teror yang akan saya sebut ini selalu sering diabaikan oleh banyak orang.


Apalagi kalau kita mau menghitung, jumlah kematian orang meninggal akibat hal-hal berikut ini jauh lebih banyak dari jumlah korban tewas karena serangan bom sekalipun.


Anda tidak percaya?


Berikut ini merupakan beebrapa hal dan kebiasaan yang menurut saya sangat penting tapi seringkali kita abaikan.


#1. Budaya Buang Sampah Sembarangan


inilah sampah di Jakarta yang diakibatkan orang selalu buang sampah sembarangan. Walaupun pihak pemerintah rajin mengeruk sampah di sungai, kalau mental membuang sampah sembarangan tidak diubah, maka bencana banjir siap mengancam kapan saja. -- Gambar: detik.comBudaya yang satu ini jika tidak segera kita hentikan mulai saat ini, maka budaya sampah bisa mengancam kehidupan umat manusia itu sendiri. Salah satu akibat dan bahaya mengerikan dari kebiasaan buang sampah sembarangan ini bisa kita rasakan mulai dari banjir, polusi tanah, polusi aroma bau tidak sedap, dan berbagai maslaah lingkungan lainya.


 


#2. Budaya Tidak Taat Berlalu-Lintas


Coba anda searching jumlah korban meninggal akibat teror bom di Indonesia selama satu tahun dengan jumlah korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas jumlahnya banyak mana?


Saya sebutkan saja sedikit data orang meninggal saat lebaran 2015 saja total mencapai 440 orang tewas, apalagi jika di total secara selama setahun? Tentunya jumlahnya jauh lebih banyak dari korban serangan Bom bukan?


Menurut data Korlantas Polri pada tahun 2013 yang lalu setiap hari ada sekitar 80 hingga 90 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia, atau jika dibuat setiap jamnnya sampai 9 orang meninggal di jalan raya.


Sementara menurut data WHO pada Januari 2014 yang lalu, Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah kematian akibat kecelakaan terbanyak di dunia dan tiap tahunnya harus kehilangan hingga 400 ribu nyawa dan remaja atau anak-anak di bawah usia 25 tahun.


Data tersebut diprediksi akan naik terus di setiap tahunya.


Artinya ancaman kurang taat berlalu lintas saat di perjalanan harusnya juga kita sadari sebagai ancaman yang tidak kalah mengerikan dari serangan teror bom.


 


#3. Budaya Kurang Disiplin


Budaya disiplin dan antri ini mungkin selama ini nyaris tak terdengar suaranya. Namun tahukah anda bahwa akibat dari hilangnya budaya antri dan disiplin bisa merusak berbagai tatanan di masyarakat.


Budaya tidak antri ini akan membuat orang menghalalkan segala macam cara dalam hidup mereka untuk mencapai tujuan mereka tanpa memperhatikan hak orang lain. Bukankah dengan budaya antri kita diajarkan untuk selalu disiplin, Jika memang ingin selalu terdepan, maka berangkatnya harus lebih awal sehingga dapat menerima antrian terdepan.


Budaya antri juga mengajarkan untuk menghargai orang lain dan hak orang lain. Artinya jika memang kita datang terakhir, maka orang yang datang lebih awal sudah sewajarnya ada di depan.


 


#4. Budaya Saling Caci-maki


Sejak munculnya teknologi informasi bernama sosial emdia, maka budaya saling mencaci-maki begitu membudaya. Coba anda lihat saja pada berbagai tulisan di berbagai media, maka di dalam komentarnya, kita begitu mudah melihat netizen sedang saling sibung mencaci-dan memaki. Padahal diantara mereka yang saling mencaci-maki tidaklah saling kenal tapi anehnya dengan begitu menggebu-gebu mereka bersemangat saling mencaci-maki.


Jika budaya ini tidak dihentikan, maka ancaman paling mengerikanya yaitu kita akan menjadi bangsa yang sangat mudah diadu-domba dan diprovokasi.


 


#5. Budaya Korupsi


Kita boleh saja sering menyalahkan pejabat-pejabat korup, anggota DPR korup dan lain sebagainya. Namun berani menjaminkah diri kita bahwa kita tidak pernah berperilaku korup dalam kehidupan sehari-hari?


Korupsi waktu juga bisa dianggap korupsi karena dengan bekerja terlambat karena alasan mala,s itu juga bisa dikatakan korupsi karena artinya menikmati waktu yang seharusnya untuk kerja tapi justru digunakan untuk aktivitas lain.


Mungkin diantara kelima teror yang mengerikan selain teror bom diatas masih ada teror lainya, namun semoga saja dengan kita tahu hal tersebut, kita juga ahrus waspada dan terus perbaiki diri kita agar perilaku kita juga tidak termasuk teror untuk orang lain dan juga lingkungan sekitar kita.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.