Teror di Jakarta Bentuk Pengalihan Isu Kasus-kasus Penting ini?

inilah informasi yang beredar, saya juga termasuk menerimanya via group whatsAppTeror yang terjadi di Jakarta pada hari Kamis 14 Januari 2016 kemarin menjadi perhatian banyak pihak. Tidak hanya warga Jakarta dan Indonesia saja, melainkan kabar ini juga menjadi headline di berbagai pemberitaan media international.


Pasca terjadi ledakan dan terror di Jakarta ini, berbagai spekulasi bermunculan. Salah satu beberapa sspekulasi yang ramai dibicarakan netizen yaitu terkait dengana danya dugaan pengalihan isu dibalik terror di Jakarta.


Pengalihan isu yang dimaksud salah satu diantaranya yaitu terkait dengan isu yang sangat penting yaitu terkait dengan tenggat waktu divestasi PT Freeport di Papua.


Isu terkait dengan tenggat waktu divestasi PT Freeport ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kekayaan alam bumi Indonesia di Papua yaitu gunung emas yang akan ditentukan apakah akan diperpanjang atau tidak.


Dugaan tersebut juga terkait adanya edaran dari kedutaan besar Amerika Serikat yang dalam isinya menghimbau supaya warga Amerika Serikat untuk jangan mendekati area lokasi teror. Dalam edaran yang beredar di social media tersebut menyebutkan jika waktu Pemberitahuan tersebut dipublikasikan sekitar pukul 06.51 WIB, sebelum terjadinya teror bom.


Terkait hal ini memang sudah diklarifikasi oleh pihak kedutaan besar Amerika Serikat melalui halaman website resminya yang berbunyi sebagai berikut,


"Setelah terjadinya serangan keji hari ini di Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat mengeluarkan dua Pemberitahuan Darurat untuk warga negara Amerika Serikat yang tinggal di Indonesia.


Pemberitahuan Darurat tersebut dikirim melalui email, dari jaringan tanggap darurat yang menggunakan cap waktu (time stamp) “Greenwich Mean Time (GMT) + 7.


” Email-email tersebut, yang dikirim pada 11:44 WIB dan 12:36 WIB, dikirim ke warga negara Amerika yang terdaftar dalam jaringan tanggap darurat, untuk memberikan mereka informasi mengenai perkembangan terkini dan informasi penting yang menyangkut keselamatan warga AS di luar negeri.


Informasi yang terdapat dalam email-email tersebut juga telah diunggah ke situs web resmi Kedubes AS pada 12:16 WIB dan 13:04 WIB. Seperti yang telah disampaikan oleh Dubes AS Robert Blake melalui Twitter, kami mengucapkan turut belasungkawa kepada para korban serangan keji ini beserta keluarga mereka, dan kami siap membantu mitra-mitra Indonesia kami."


Namun kalau klarifikasi tersebut benar, maka darimana dan siapa yang membuat informasi terkait himbauan kedutaan besar Amerika Serikat tertulis pukul 06.51 w.i.b?


Menurut saya ini bukan masalah sepele sehingga menurut saya pelaku harusnya ditindak karena telah berani menyebarkan informasi yang salah.


Tapi menurut pendapat saya, diakui atau tidak, faktanya di berbagai media mulai hari kemarin hingga saya prediksi seminggu kedepan, media akan tetap masih terfokus pada pemberitaan terkait dengan isu teror di Jakarta ini.


Padahal pemberitaan yang lain yang juga tidak kalah penting seharusnya jangan diabaikan oleh pihak media nasional.


Karena selain kasus-kasus dan permasalahan terkait dengan kasus tenggat waktu divestasi PT Freeport, ada juga kasus besar lain yang harus jadi perhatian khusus oleh media Nasional.


Diantara kasus-kasus besar tersebut misalnya terkait dengan kasus "Papa Minta Saham", dan yang terbaru terkait dengan kasus korupsi yang melibatkan politikus dari PDIP, serta kasus-kasus besar lainya yang harus juga dijadikan perhatian khusus media nasional kita.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.