Prihatin! Gaya Berkendara Pelajar yang Sangat Mengerikan!

Tadi pagi saya pergi ke pasar, jaraknya memang dekat karena kurang dari 5 menit sudah sampai. Kebetulan saat pulang dari pasar, sebelah kanan saya [berlawanan arah] bertepatan dengan banyak dan ramainya para pelajar berangkat ke sekolah.


Kebetulan jalan yang saya lalui lebarnya tidak terlalu besar, lebarnya sekitar 4 meter.


Dengan kondisi jalan yang tidak terlalu lebar tersebut, tentunya jika di depan kita ada mobil, maka saat mau menyalip mobil, maka kita harus memastikan jika di depan harus benar-benar aman.


Nah, saya tadi saat pulang dari pasar agak kaget karena ternyata berkali-kali saya melihat gaya berkendara sepeda motor para pelajar yang ugal-ugalan, dan terkesan seperti saling salip dengan pelajar yang lain. Bahkan hampir saja saya tertabrak motor yang dikendarai oleh para pelajar tersebut.


Yang paling mengerikan saat di salah satu tikungan, jelas-jelas ada satu mobil di depan saya [arah berlawanan], tapi ternyata ada salah satu pelajar yang berani nyalip tepat di tikungan yang berhadapan arah dengan saya. 


Karena di tikungan saya posisi sudah berada sangat minggir karena berpapasan dengan mobil. Tapi yang membuat saya kaget dan hampir saja saya tertabrak karena dari arah yang berlawanan di belakang mobil tadi, ada pelajar yang nekat nyalib mobil tersebut sehingga saya langsung kaget dan minggir hingga turun dari aspal.


Soalnya kalau saya tidak mengalah untuk turun dari jalan aspal ke kiri, kemungkinan besar jelas bertabrakan.


Sesampainya di rumah, saya ceritakan ke salah satu karyawan saya yang bantuin pekerjaan saya di rumah yang kebetulan masih remaja. Tanggapanya ternyata begini, "Ora Gumun, emang rata-rata bocah saiki memang kayakue kabeh". Untuk anda yang bukan orang jawa [ngapak] bingung ya dengan bahasa itu hehe...


Jadi inti komentarnya dia ketika saya ceritakan peristiwa saya diatas begini,


"Tidak heran, emang rata-rata anak remaja sekarang memang rata-rata seperti itu semua".


Saya agak kaget dan heran karena memang saya hampir tidak pernah keluar rumah di saat anak-anak sekolah berangkat jadinya mungkin saya kurang mengamatinya.


Akhirnya dari pengalaman saya tersebut, saya mencoba googling dan mencari berbagai referensi terkait angka kecelakaan di jalan raya, ternyata rata-rata memang banyak yang diantara korban kecelakaan di jalan raya adalah para pelajar dan remaja.


Saya membayangkan betapa sedih orang tua yang kehilangan anaknya yang masih dalam usia remaja.


Mungkin bagi kita yang membaca berita tentang misalnya kabar tentang kematian anak sekolah karena keteledoran saat ebrkendara di jalan raya, maka akan kita anggap itu berita biasa. Namun saya sangat yakin butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk orang tua [khususnya Ibu] melupakan peristiwa kematian anaknya tersebut.


Dari cerita saya ini saya hanya berharap kepada para orang tua khususnya yang memiliki anak masih remaja dan masih bersekolah, Jangan pernah bosa untuk mengingatkan anak anda untuk selalu berhati-hati saat berkendara.


Karena yang namanya remaja itu mungkin memang masih mudah terbawa emosi kalau di jalanan. Penginya ngebut kalau pakai motor, katanya mungkin biar kerenlah, gagah lah, dan lain-lain.


Untuk para guru di sekolah juga untuk tetap ikut membantu pentingnya mengingatkan para siswanya untuk selalu berhati-hati dan menaati aturan saat berkendara.


Ingatlah bahwa korban meninggal sia-sia akibat kecelakaan sepeda motor jumlahnya ribuan di setiap tahunya dan cenderung terus meningkat.


Nih buat tambahan data saya tambahkan lagi dari tulisan saya sendiri pada tulisan sebelumnya, Menurut data Korlantas Polri tahun 2013 yang lalu setiap harinya ada sekitar 80 hingga 90 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia, atau jika dibuat setiap jamnnya sampai 9 orang meninggal di jalan raya.


Sementara menurut data WHO pada Januari 2014 yang lalu, Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah kematian akibat kecelakaan terbanyak di dunia dan tiap tahunnya harus kehilangan hingga 400 ribu nyawa dan remaja atau anak-anak di bawah usia 25 tahun.


Data tersebut diprediksi akan naik terus di setiap tahunya.


Artinya ancaman kurang taat berlalu lintas saat di perjalanan harusnya juga kita sadari sebagai ancaman yang tidak kalah mengerikan dari serangan teror bom.


Biar benar-benar ini dijadikan peringatan, saya tambahkan lagi nih kumpulan gambar-gambar mengerikan tentang berbagai kecelakaan di jalan raya yang diakibatkan diantara penyebabnya karena ugal-ugalan saat di jalan raya,




Saya saat googling gamabr diatas terus terang gak tahan karena begitu banyak korban meninggal sia-sia yang ternyata banyak diantaranya pelajar. 


Semoga saja para pelajar dan seluruh masyarakat Indonesia semakin banyak lebih peduli dan berhati-hati dan waspada tiap berkendara.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.