Membersihkan Pikiran dari Hal yang Tidak Penting

Membersihkan Pikiran dari Hal yang Tidak Penting dan Melakukan Hal yang Penting!


ilustrasi gambar: bufferapp.comTadi pagi saya mau nyuci tas saya, sebelum saya cuci tas tersebut saya keluarkan satu persatu barang yang ada di dalamnya.


Ternyata tanpa saya sadari, di dalamnya saya temukan banyak sekali kertas-kertas yang tak terpakai bahkana ada juga beberapa plastik.


Kemudian setiap saya coba cek satu persatu sampah-sampah tersebut ternyata hampir rata-rata itu kumpulan kertas yang mungkin saat saya memasukan kertas itu ke tas dulu, saya berfikir jika kertas itu dulunya sangatlah penting sehingga saya simpan di tas.


Namun sekarang ini begitu saya bersihkan, ternyata saya berfikir jika kertas-kertas dan plastik itu menurutku sudah tidaklah penting. Bahkan bisa dikatakan tidak berguna lagi.


Contoh misalnya beebrapa kertas itu adalah beberapa bukti transfer saya ke beberapa penyedia hosting langganan saya.


Mungkin saat saya memasukan bukti transfer itu, saat dulu saya anggap penting karena takutnya kalau terjadi masalah saya kehilangan bukti transfernya, itu kenapa saya simpan.


Tapi sekarang ini tentunya bukti-bukti kwitansi tersebut sudah tak lagi penting lagi. 


Demikian juga dengan beberapa plastik yang ada di tas saya tersimpan di tas karena untuk antisipasi kalau terjadi hujan, plastik tersebut bisa untuk menyimpan barang elektronik saya agar tidak terkena air hujan walaupun tasnya basah.


Dari peristiwa tersebut, entah kenapa saya kok kemudian juga berfikir dan mengaitkan peristiwa tersebut dengan pikiran saya.


Dimana terkadang saya itu saat memikirkan banyak beban, maka rasanya kok numpuk semua dalam pikiran saya.


Setelah saya buka memory saya, ternyata memang kadang saya itu suka memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak penting tapi sudah terlanjur masuk dalam pikiran saya. Akibatnya walaupun mungkin itu kecil kalau terus berlangsung akhirnya jadi banyak juga.


Hal-hal sepele yang kadang saya pikirkan itu misalnya saat membaca perilaku netizen yang muncul di beranda akun sosmed saya, terkadang saya berfikir, "kok ada ya orang cara berfikirnya seperti itu", dan berbagai hal-hal sepele seperti itu tadi.


Hingga akhirnya dari yang seperti itu saya justru jadi tidak fokus memikirkan pekerjaan saya serta target-target penting saya.


Akhirnya begitu saya sadar akan hal itu, saya mencoba untuk membuang satu per satu hal-hal yang tidak penting yang muncul dalam pikiran saya dan saya fokus untuk memikirkan hal yang penting dalam hidup saya.


Dengan cara itu ternyata kemudian berhasil membuat saya jadi lebih ringan pikiran saya serta lebih bersemangat dalam fokus bekerja dan mencapai target-target saya tanpa harus terbebani memikirkan hal-hal lain yang itu sama-sekali tidak ada untungnya buat kita.


Jadi ternyata pikiran kita kadang kalau diibaratkan tas sebagaimana dalam pengantar diatas, maka daya tampung kita kadang terbatas. Jadi, agar pikiran kita benar-benar selalu berisi hal-hal yang berkwalitas, maka isi juga pikiran kita dengan ilmu dan pengetahuan yang baik juga.


Dengan cara itu yakinlah kita tidak akan mengalami rasa stress yang berlebihan saat menghadapi masalah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.