Artis Anak Jalanan Terjerat Narkoba, Antara Peran dan Kenyataan

Dylan Carr, Artis Anak Jalanan Terjerat Narkoba, Antara Peran dan Kenyataan serta Pengaruhnya Bagi yang Menonton Sinetron!


Saya seringkali dalam berbagai kesempatan sering menyatakan keberatan saya terkait keberadaan sinetron-sinetron di Indonesia yang memang menurut saya begitu mengkhawatirkan.


Boleh saja bagi mereka yang mendukung keberadaan sinetron, merek akan berpendapat begini,


"Ah, namanya juga sinetron, jadi orang itu jangan berfikir kolot. Kan tidak semua sinetron jelek. Kalaupun ada peran orang berperilaku buruk dan negatif, itu kan maksudnya supaya kita jangan mengikutinya. Jadi ikuti saja hal-hal yang baik saja yang ada di sinetron tersebut"


Setidaknya seperti itulah ungkapan mereka yang selalu mendukung dan memang sudah menjadikan cerita sinetron sebagai "kiblat" hiburan mereka saat nonton tv.


Saya menghargai pendapat mereka sebatas rasa saya menghormati dan menghargai sebatas perbedaan pendapat saja.


Namun soal prinsip, saya tetap kurang setuju terkait dengan adanya sinetron-sinetron di Indonesia yang memang seringkali menurut saya jauh lebih melahirkan effect negatif daripada effect positifnya.


Salah satu contoh sinetron yang menurut saya sangat tidak mendidik yaitu sinetron anak Jalanan.


Selama beberapa hari ini saya sengaja harus menonton sinetron tersebut supaya saya bisa melihat sendiri seperti apa sinetron tersebut.


Dari saya melihat tayangan sinetron tersebut, sangat jelas memang jika saya memposisikan saya sebagai seorang remaja, maka kemungkinan besar saya bisa saja dengan mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan berperilaku seperti anak jalanan yanga da di sinetron itu.


Mungkin boleh saja sang sutradara berkilah tujuanya supaya anak-anak jalanan bisa mengikuti gaya seorang Boy yang walaupun dia suka motor, tapi perilakunya baik, tidak suka berkelahi, dan rajin ibadah pula.


Namun kalau saya amati, dan bahkan saya juga sempat bertanya ke beberapa anak remaja di sekitar saya yang ternyata suka nonton film anak jalanan tersebut, apa yang disuka dari sinetron anak jalanan.


Ternyata jawaban para remaja tersebut simple, "Motornya keren-keren, seandainya punya motor sekeren itu mungkin bisa gampang cari pacar. Kalau motornya keren begitu kan kalau nongkrong juga tambah PD. Apalagi kalau di jalan, dengan motor sport itu semua motor bisa saya salip semua deh".


inilah Dylan Carr, artis sinetron anak jalanan yang terjerat narkoba. gambar: detik.comMendengar reaksi dan jawaban dari para remaja tersebut, saya jadi berfikir seandainya jawban tersebut ternyata juga yang dipikirkan oleh banyak remaja-remaja yang nonton, sungguh betapa bahaya sekali pengaruh dari sinetron tersebut.


Apalagi salah satu artis sinetron anak jalanan tersebut ternyata sudah terbukti ditangkap karena kasus narkoba.


Entah kebetulan atau bagaimana, ternyata juga kok yang ditangkap tersebut di sinetron anak jalanan berperan sebagai antagonis.


Jadi hal itu juga membuktikan bahwa ternyata peran antagonis yang diperankan oleh artis Dylan Carr hampir sama dalam kehidupan NYATA. Dimana dalam sinetron anak jalanan peran Dylan Car sebagai sosok yang jahat dan berperan negatif, ternyata dalam kehidupan nyatanya Dylan Carr juga berperilaku buruk karena terbukti konsumsi narkoba.


Saya berharap dari peristiwa ini pihak Komisi Penyiaran Indonesia benar-benar harus lebih selektif lagi dalam memberikan izin atas beredarnya sinetron-sinetron di Indonesia.


Apalagi jika anda membaca buku berjudul "Republik Sinetron" yang ditulis oleh Aziz, disana kita akan menemukan betapa bahayanya sinetron-sinetron di Indonesia jika terus dibiarkan. Kalaupun anda ingin sinetron tidak ingin dilarang, setidaknya buatlah sinetron-sinetron yang bermutu yang memberikan hiburan mendidik dan emnginpirasi serta memberikan manfaat kepada para penonton.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.