Kota Terbaik di Jawa Barat Bukan Bandung Tapi Sukabumi, Ini Alasanya!

gambar: sukabumikota.go.idJika anda mendengar orang menyebut Jawa Barat, maka biasanya kita akan selalu tertuju pada Kota Bandung dan Ridwan Kamil sebagai Walikotanya.


Saya sendiri yang bukan orang Jawa Barat saja memang lebih sering mendengar nama Ridwan Kamil yang memang sangat saya kagumi karena kepemimpinanya yang sangat luar biasa.


Apalagi saya juga sering mengikuti update terbaru dan informasi terbaru yang diupdate langsung oleh Ridwan Kamil dalam memajukan kota Bandung melalui akun facebook dan twitternya.


Namun saya agak terkejut pagi ini setelah saya membaca di website resmi UNPAD Bandung unpad.ac.id yang membuat publikasi hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung.


Dimana dalam survey yang dilakukan oleh Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung tersebut menyebutkan jika Kota Terbaik di Jawa Barat ternyata bukanlah kota Bandung melainkan justru Kota Sukabumi.


Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, Kota Bandung justru tidak masuk sebagai 5 Kota terbaik di Jawa Barat.


Survey yang dilakukan oleh pihak Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung yaitu terkait dengan Hasil Survey Kepuasan Publik.


Dalam melakukan survei tersebut, setidaknya ada sekitar 6 dimensi yang menjadi tolok ukur kepuasan publik dalam survei yang dilakukan oleh pihak Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung.


6 indikator itu diantaranya yaitu,



  1. Menyangkut dimensi kepemimpinan,

  2. Pelayanan dasar,

  3. Infrastruktur,

  4. Pengelolaan sumber daya,

  5. Penerapan regulasi, dan

  6. Pengelolaan Anggaran.


Dari hasil survey berdasarkan keenam indikator tersebut diatas, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung maka ada 5 kota di Jawa Barat dengan indeks kepuasan responden tertinggi, yaitu



  1. Sukabumi (100,00),

  2. Purwakarta (93,71),

  3. Tasikmalaya (91,12),

  4. Banjar (87,99), dan

  5. Bogor (87,69).


Sedangkan sebaliknya, hasil survey juga menyebutkan tentang kota di Jawa Barat dengan nilai indeks terendah yaitu,



  1. Sumedang (10,08),

  2. Cianjur (15,21),

  3. Cimahi (32,98),

  4. Depok (37,27), dan

  5. Subang (45,17).


Dari hasil tersebut, tentunya anda bertanya, dimana posisi Bandung?


Dari informasi yang saya baca melalui publikasi pihak Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung yang membuat publikasinya di unpad.ac.id, disebutkan jika Kota Bandung ternyata hanya memiliki nilai tinggi pada aspek kepemimpinan (3,67), sumber daya aparatur (3,25), dan anggaran (3,32).


Kenapa kok bisa seperti itu hasilnya?


Menurut Ketua Pusat Kajian dan Kepakaran Statistik (P2KS) Unpad, Dr. Toni Toharudin, M.Sc. yang disampaikan dalam publikasi tersebut menyatakan jika kota Bandung secara kuantitatif belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.


Beberapa aspek seperti renovasi pasar, peningkatan kesehatan, dan pendidikan belum disentuh dengan baik.


Hasil survey ini juga mendapatkan tanggapan dari Ketua PSPK Unpad Muradi, Ph.D. yang menyebutkan jika ada beberapa temuan yang menurutnya menjadi alasan belum baiknya kinerja pemimpin daerah.


“Terdapat kepala daerah yang populer tetapi minim prestasi dalam hal pelayanan dasar, infrastruktur, sumber daya aparatur, dan anggaran,” kata Muradi.


Survey tersebut dilakukan pada tanggal 15-31 Oktober yang lalu.


Bagaimana pendapat anda dengan hasil survey yang dilakukan oleh pihak Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.