Banjir Datang, Jagalah Kebersihan, Bukan Saling Menyalahkan!

Ini sampah akibat hewan yang buang sampah sembarangan?Musim hujan sudah datang, itu artinya lagi-lagi isu yang akan menghiasi dan mendominasi televisi dan berita setiap harinya adalah banjir.


Ya, Banjir selalu jadi berita paling populer saat musim hujan datang, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta.


Bersamaan dengan datangnya musim hujan, saat banjir yang paling sering diberitakan oleh media selalu menyalahkan pihak-pihak yang menurut mereka memang perlu dan layak disalahkan.


Jika sudah seperti itu, maka masyarakat pada umumnya juga akan selalu bersemangat untuk ikut menyalahkan pihak lain secara beramai-ramai. Tidak hanya itu saja, mereka akan bergerak dan menyebarkan provokasi untuk menyalahkan pihak lain tanpa pernah koreksi diri mereka sendiri.


Padahal jika kita lihat setiap datang banjir, maka yang menumpuk di sungai yang sudah pasti kita lihat pastilah Sampah!


Ya, Sampah!


Dan perlu kita ketahui, pertanyaanya sekarang adalah, Siapa yang membuang sampah sembarangan sebanyak itu yang menumpuk di sungai hingga akhirnya menyebabkan sungai meluap dan banjir?


Apakah anda akan menjawab yang buang sampah itu bukan manusia?


Apakah anda akan menjawab jika yang buang sampah sembarangan itu bebek? Ayam? Kucing? atau berbagai hewan lain yang buang sampah sembarangan?


Tentunya bukan hewan-hewan yang saya sebut diatas bukan?


Yang sudah pasti yang buang sampah yang menumpuk itu manusia kan?


Nah, jika sudah seperti itu, kenapa saat banjir, kita selalu begitu mudah menyalahkan pihak lain tapi tidak pernah koreksi diri kita sendiri?


Kebiasaan buruk membuang sampah di negeri ini sudah teramat sangat kronis. Apalagi saat musim kemarau, dimana effect membuang sampah sembarangan tidak akan terasa langsung sehingga akibatnya baru terasa saat musim hujan datang.


Mungkin anda yang berada tidak di tepian sungai, anda berfikir saat anda buang satu botol air mineral atau satu bungkus plastik di jalan saat musim kemarau, anda berfikir, "ah cuman satu bungkus plastik ini, apalagi jauh dari sungai, tidak apa-apa lah buang sampah sembarangan".


Jika orang yang berfikir seperti itu hanya satu orang saja, mungkin tidak ada masalah, tapi bayangkan jika jutaan orang berfikir seperti anda saat musim kemarau, maka bisa dibayangkan ada ratusan juta sampah selama sepanjang musim kemarau berserakan.


Jika sudah seperti itu, sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan selama musim kemarau akan dibawa oleh air hujan pada saat setiap musim hujan. Dari yang di jalan, di kebun, apalagi di tepian sungai, otomatis akan terbawa oleh air hujan.


Sampah kiriman dari kawasan Depok dan Bogor menumpuk membuat arus air tersendat. Masihkah kita tidak punya malu menyalahkan pihak lain? -Gambar: Pool-Ibnu Setiadi-detikTV


Sebagaimana kita tahu bahwa air hujan selalu akan bermuarai dari aliran-aliran kecil seperti got hingga akhirnya terbawa ke sungai. Dan hingga akhirnya tumpukan sampah-sampah itu bermuara di sungai yang kemudian menyebabkan pendangkalan sungai dan sebagian mengambang terbawa dari atas hingga ke bawah.


Akibatnya, Banjirlah yang terjadi!


Lucunya, begitu banjir datang, kalian justru menyalahkan pihak lain?


Padahal kita bisa melihat bagaimana pihak pemerintah sepanjang musim kemarau sudah mengeruk sungai-sungai, membersihkan danau dari milyaran sampah-sampah anda setiap harinya, ternyata mereka justru anda SALAHKAN, sedangkan anda yang setiap hari membuang sampah sembarangan dengan seenaknya menyalahkan pihak lain!


Jadi kalau boleh saya sarankan, jika di sungai, di jalan-jalan sudah tidak terlihat satupun sampah yang terbuang sembarangan, tapi kok masih banjir, mungkin wajar jika anda menyalahkan pihak lain.


Jadi kalau boleh saya sarankan, jika di sungai, di jalan-jalan sudah tidak terlihat satupun sampah yang terbuang sembarangan, tapi kok masih banjir, mungkin wajar jika anda menyalahkan pihak lain.


Tapi selama sampah masih begitu mudah kita temukan dibuang sembarangan di pinggir-pinggir jalan, di selokan, hingga berkumpul menumpuk di sungai tiap musim hujan datang, maka seharusnya ANDA MALU jika harus mencari-cari kesalahan pihak lain!


Yuk, kita sama-sama merenung sebentar,


Di negeri ini seorang anak sudah Dididik dari mulai Pra TK, lalu lanjut ke TK, kemudian lanjut ke SD, SMP, SLTA, hingga kuliah, Tapi betapa MEMALUKANYA, hanya urusan buang sampah pada tempatnya saja MASA TIDAK BISA? Tidak MALU?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.