Aneh! Belum Lolos Sensor, Film ini kok Bisa Raih Film Terbaik 2015?

Aneh! Belum Lolos Sensor, Film ini Bisa Raih Film Terbaik 2015!


Penghargaan anugrah Film Indonesia 2015 melalui ajang Festifal Film Indonesia barusaja digelar.


Dari beberapa catatan yang menurut saya menarik, yaitu adanya penganugerahan sebagai Film terbaik 2015 yang ternyata jatuh kepada film berjudul "Siti".


Kenapa menurut saya menarik, karena ternyata film Siti tersebut belum lulus Sensor.


Agar anda tidak salah mendapatkan informasinya, sebelum saya tambahkan komentar saya mengenai hal tersebut, ada baiknya anda baca informasi lengkapnya sebagaimana yang saya kutip langsung dari kapanlagi.com sebagai berikut,


"Salah satu nominasi yang paling ditunggu-tunggu dalam gelaran Festival Film Indonesia adalah pengumuman predikat Film Terbaik. FFI 2015 menganugerahkan penghargaan ini kepada SITI, film karya Eddie Cahyono, yang semalam terlihat mengenakan sepatu gaul bertali putih. 


Kalian mungkin akan sangat asing ketika mendengar judul film ini dinobatkan sebagai Film Terbaik. Maklum, film ini memang belum tayang di Indonesia.  


"Senang banget ya karena SITI rilis dari Desember 2014, hampir satu tahun lalu walaupun tidak di bioskop. SITI keliling 20 festival dan mendapatkan 4 penghargaan. Tapi perjalanan inilah yang kita sebut pulang, setelah berjalan jauh dan disambut dengan luar biasa," tutur Ifa Isfansyah, sang produser, saat ditemui usai FFI 2015 di ICE, Tangerang, Jawa Barat, Senin malam (23/11).


Ifa tak menyangka jika filmnya bakal menjadi pemenang, bahkan masuk nominasi, karena belum lolos sensor. "Ini puncak perjalanan SITI. Membuktikan bahwa film Indonesia bisa lebih beragam dalam melihat karya anak bangsa," timpal Eddie, yang sangat medok Bahasa Jawa. 


Selain menyabet gelar Film Terbaik, SITI juga menggondol Penata Musik dan Penulis Naskah Asli Terbaik semalam. "Kemenangan ini sebagai pemberi semangat buat filmmaker di luar industri untuk bisa bikin film yang baik. Tak perlu melihat budget karena tidak ada formula film berbudget besar hasilnya baik, dengan low budget pun kita bisa. Ketika kita membuat sesuatu dengan jujur, memahami apa yang kita buat, pasti diapresiasi," jelas Ifa. 


Ia juga tak menganggap empat nominator lainnya adalah film buruk. "Menurut saya ini bukan kompetisi kalau yang kalah lebih buruk ya. Film yang masuk nominasi buat kami adalah pemenang. Bahkan SITI masuk nominasi saja sudah bersyukur. Saya respect dengan film lain, justruSITI ini dibuat untuk keberagaman sinema. Ini kemenangan kita bersama karena nominasi terbaik beragam," tandasnya."


Anda bisa perhatikan pada tulisan tanda merah diatas, dimana sangat jelas dikatakan jika Film Siti tersebut ternyata memang belum lolos sensor.


Yang menarik tentunya saya jadi ingin bertanya-tanya, sebenarnya syarat dan nominasi dari FFI itu sendiri apa saja ya?


Apakah memang didalamnya tidak mensyaratkan Film yang ikut dalam ajang FFI TIDAK HARUS LOLOS SENSOR?


Jika memang syaratnya demikian, saya jadi berfikir nantinya kedepan akan lahir film-film tanpa "Lolos Sensor" yang marak di Indonesia.


Saya juga tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika film-film tanpa lolos sensor bisa beredar?


Sekarang saja, dengan adanya Sensor, begitu banyak film-film yang terkadang memang kurang mendidik dan kurang menghargai norma-norma ketimuran yang tentunya bisa merusak citra bangsa kita.


Namun tidak taulah, film memang sudah identik dengan dunia bisnis, dalam bisnis seringkali uang adalah yang berbicara.


Harapan saya, semoga film-film di Indonesia dikenal dan maju bukan hanya mengandalkan erotisme dan memamerkan adegan-adegan yang tak bermoral tapi saya berharap film Indonesia mampu dikenal dunia karena kwalitas dan inspirasi di dalamnya.


Semoga!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.