Sekjen NasDem Tersangka Korupsi, Partai Baru Bukan Jaminan

gambar: detik.comSebenarnya saya ingin membahas dan berbicara soal ini saat orang dari Nasdem seperti OC Kaligis ditetapkan jadi tersangka korupsi.


Namun saya fikir saat itu baru satu orang jadi saya anggap mungkin masih wajar. 


Namun saat mendengar ditetapkanya Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella jadi tersangka korupsi, saya jadi ingin mengingat prediksi saya beberapa tahun yang lalu.


Dimana sedikit mengingat bahwa saya dahulu pernah memprediksi bahwa Nasdem yang saat itu masih belum menjadi Partai, saya berani pastikan bahwa kedepan NasDem pasti akan dijadikan Partai Politik.


[Baca juga: Deklarasi Nasional Demokrat Wujud Kekecewaan Surya Paloh di Golkar?]


Prediksi saya ternyata sangatlah tepat karena fakta dan buktinya saat ini Nasdem secara resmi sudah menjadi partai politik.


Dalam beberapa kesempatan saya juga sering mengatakan bahwa partai baru bukanlah jaminan kalau internal mereka tidak akan terjerat kasus korupsi.


Hal tersebut menurut saya dikarenakan, walaupun partai baru, kalau orang-orangnya juga "Lo Lagi, Lo Lagi", apa bedanya dengan partai lama?


Belum lagi kalau cara pengelolaanya juga tidak jauh-jauh beda dengan partai lama, lantas kita berharap hal yang barunya dari mana?


Dalam sebuah partai politik, coba deh saya tanya, ada tidak partai politik yang berani buka-bukaan dan blak-blakan darimana saja sebenarnya dana partai politik itu didapat?


Kalau misal caranya masih sama dengan memungut iuran partai dari anggota partai politik yang duduk jadi anggota DPR dan dari jabatan-jabatan yang strategis lainya.


Maka secara awam saja disitu akan sangat ditakutkan jika hal tersebut akan sangat mudah menimbulkan celah bagaimana seorang anggota parpol bisa korupsi untuk bisa setor ke parpol sebanyak-banyaknya.


Nah, kembali kepada pernyataan bahwa partai baru sekalipun bukan jaminan mereka tidak terjerat oleh korupsi, maka sebenarnya yang harus diubah sebenarnya bukan pada aprtai baru atau lama, melainkan niat dan tujuan serta kwalitas diri masing-masing anggota parpol itulah kuncinya.


Ibarat ikan laut, walaup[un hidup di air laut yang begitu asin sekalipun, daging mereka tetaplah tawar.


Jadi kalau mau bikin partai baru dan sekaligus ingin memang baru dalam hal kwalitasnya, maka pastikan idiologi dan pribadi dari masing-masing kader haruslah berkwalitas dan bermutu serta memiliki akhlaq yang baik.


Jika anda masih bertanya kwalitas yang baik dan akhlaq yang baik yang seperti apa, jawabanya sebagaimana saya asumsikan ikan laut diatas.


Mau sistemnya korup, bobrok, dan hal buruk lainya, tapi kalau orang-orang parpol punya kwalitas yang saya maksud tersebut, tentunya dirinya tidak akan tergoda apapun termasuk korupsi.


Kalau bicara dengan orang-orang Parpol, saya hanya bisa berharap, semoga para anggota parpol, bertaubatlah dari hal kebiasaan buruk dan sikap korup kalian, berhijrahlah kepada jalan yang benar.


Mumpung ini masih tahun baru Islam, berhijrahlah. Ingatlah, tidakkah kalian kasihan jika memberikan nafkah anak istri dengan cara korupsi?


Tidakkah kalian juga takut dan ingat bahwa korupsi sekecil apapun kalian, tidak ada sedikitpun yang lolos dari penglihatan Tuhan.


Dan terakhir, ingatlah jika kalian hanyalah manusia yang saya pastikan cepat atau lambat PASTI AKAN MATI!


Jadi, saat sekarang anda masih hidup, janganlah pernah korupsi, Hiduplah untuk benar-benar mengabdi untuk negeri!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.