POLISI Harus Buang Mental Pengemis Jika Ingin Terhormat


Jujur saja saya teramat sangat malu jika negara Indonesiaku Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki pejabat-pejabat dan aparat penegak hukum yang memiliki mental "pengemis".


Banyaknya kasus korupsi menunjukan jika dalam isi kepala mereka menunjukan mental "pengemis" tertanam dalam isi kepala mereka.


Seringkali saya ingin selalu berharap jika pejabat negara dan pihak aparat penegak hukum supaya mampu membuang mental pengemis dalam diri mereka.


Mereka yang bermental "pengemis" seharusnya memang teramat sangat tidak pantas menjadi pejabat maupun penegak hukum yang notabenya dan seharusnya melayani dan berkorban untuk kepentingan rakyat.


Kasus korupsi yang berkali-kali melibatkan pejabat negara dan penegak hukum menunjukan jika mental pengemis masih ada dalam diri mereka yang melakukan korupsi.


Baru-baru ini tersebar video di media sosial tentang ulah Polisi yang jadi sorotan. Hal tersebut bermula ketika ada seseorang yang begitu berani merekam peristiwa di sebuah pos Polisi di Yogyakarta yang beberapa orang diduga adanya sopir truk yang memberikan uang.


Memang sih dalam video tersebut tidak ada bukti langsung terlihat bahwa sang sopir memberikan uang kepada polisi yang ada di pos polisi tersebut. Namun saya yakin bagi yang melihat bisa mengambil kesimpulan sendiri-sendiri.


Namun disini saya juga tidak ingin membahas tentang kasus tersebut. Saya sendiri masih berharap bahwa sopir truk tersebut memang tidak memberikan uang kepada polisi tersebut. Saya juga berharap dalam vidio tersebut polisinya juga tidak menerima uang dengan cara yang tidak benar.


Melalui tulisan ini saya justru ingin memberikan support kepada pihak kepolisian dengan berharap dan menyarankan supaya para anggota POLISI di negeri ini memang sudah sewajibnya tidak memiliki mental pengemis.


Saya benar-benar kasihan juga jika sampai ada anggota Polisi kok sampai "mengemis" kepada masyarakat dengan cara yang tidak binar. Saya berharap ini jangan sampai terjadi.


Kalau sampai terjadi ada anggota Polisi yang mencari uang tambahan dengan cara "mengemis" kepada masyarakat apalagi dengan cara yang tidak benar, tentunya itu SANGAT MEMALUKAN.


Kenapa saya bilang MEMALUKAN, karena jangankan Polisi, Pengemis saja saat ini dilarang mengemis di lampu merah kok, masa Polisi yang seharusnya menjadi contoh kok malah "Mengemis".


Saya masih sangat berharap, pihak kepolisian benar-benar bisa mendidik anggotanya untuk menghapus dan membuang sifat-sifat dan mental pengemis kepada seluruh anggota kepolisian.


Saya juga berharap supaya Polisi itu harus menjaga nama baik identitas kepolisian dengan cara dan perilaku mereka di lapangan.



Ingatlah, saat ini masyarakat sudah terlalu cerdas untuk menilai dan merekam perilaku kalian yang kemudian bisa langsung dishare melalui media sosial. Jika sedikit saja kalian membuat kesalahan, maka perilaku anda bisa terekam dan menyebar ke seluruh media sosial.


Namun saran saya, jangan takut karena hanya khawatir jika perilaku anda direkam masyarakat lalu disebarkan melalui media sosial, tapi takutlah kepada TUHAN.


Apa kalian juga tega memberikan uang kepada anak istri anda dari cara "mengemis" kepada masyarakat yang seharusnya kalian lindungi?


Buat anak dan Istri pihak kepolisian, saya juga sarankan, rajin-rajinlah bertanya ketika mendapatkan uang dari suami anda yang sebagai seorang polisi. Jika memang uang yang diberikan diluar uang gaji, tanyakan, apakah uang itu didapat dengan cara halal atau tidak.


Masyarakat juga tetap harus aktiv mengawasi perilaku diri sendiri masing-masing juga ikut mengawasi perilaku kepolisian agar kita sama-sama saling mengawasi untuk perbaiki diri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.