Dalam Film Kaka, Ada Adegan Ciuman, Itu Laudya Chyntia Bella?

gambar: youtubeKadang saya masih prihatin dengan film di Indonesia. Disisi yang lain ingin mencintai film dalam negeri, tapi disisi yang lain, saya harus berterus terang tentang banyak hal yang membuat saya "MEMBENCI" film - film dari Indonesia.


Salah satu hal yang membuat saya juga ingin berkomentar yaitu terkait adanya adegan berciuman dalam film Kakak yang ternyata film tersebut dibuat tahun 2014 yang lalu.


Dalam pembuatan film berjudul Kakak ini, disana ada artis Laudya Chyntia Bella yang tidak mengenakan hijab.


Kontroversi ini kemudian menimbulkan polemik dan kontroversi karena saat ini artis Laudya Chyntia Bella sudah dikenal karena menggunakan hijab. Namun secara mengejutkan dalam film Kaka yang akan launching akhir tahun 2015 ini justru terlihat Laudya Chyntia Bella tidak mengenakan jilbab.


Menanggapi banyaknya kecaman dan reaksi publik atas hal ini, akhirnya Laudya Chyntia Bella membuat klarifikasi.


Bunyi klarifikasi tersebut pada intinya artis Laudya Chyntia Bella menyatakan jika saat proses pembuatan film itu memang dirinya dulu belum berhijab.


"Saya ingin meluruskan. Saya syuting film ini pada November hingga Desember 2014. Saat itu, saya belum berhijab," kata Bella saat memberikan keterangan pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2015).


Sedangkan sebagaimana kita tahu jika Laudya Chyntia Bella memutuskan berhijab mulai awal Januari 2015.


Jadi kalau terkait kontroversi kenapa Laudya Chyntia Bella tidak berhijab dalam film berjudul Kakak yang dia bintangi, saya pikir itu sudah cukup jelas.


Namun disini yang ingin saya bahas dan membuat jadi catatan saya yaitu adanya adegan ciuman. Terkait apakah yang melakukan adegan ciuman itu adalah artis Laudya Chyntia Bella atau bukan, silahkan pihak pers tanyakan langsung kepada Laudya Chyntia Bella yang bersangkutan.


Saya disini tidak ingin bahas hal tersebut, melainkan saya ingin bertanya, masihkah para produser film atau siapapun yang memang terlibat dalam pembuatan film tersebut masih berfikir bahwa adegan ciuman itu adalah adegan yang "PENTING" dalam sebuah film untuk menarik penonton?


Jika masih ada sutradara film yang berfikir seperti itu, maka saya tegas katakan sama sekali tidak ingin menghargai sutradara yang masih berfikir seperti itu.


Saya berfikir bahwa pembuatan film yang dibuat dengan menampilkan adegan ciuman di depan publik, hal tersebut justru menunjukan jika film tersebut saya nilai "Kurang Berkwalitas" dan si Sutradara kurang percaya diri dengan substansi isi cerita dalam film tersebut.



Kenapa saya bilang seperti itu?


Karena begini, Kalau memang secara cerita dalam sebuah film itu secara cerita dan pesan moralnya baik, untuk apa harus memunculkan adegan ciuman?


Bukankah film-film besar dan sukses di Indonesia, tanpa adegan ciuman atau "seronok" sekalipun, toh buktinya film tersebut akan disukai jika memang film tersebut BERKWALITAS?!


Sebut saja misalnya film Laskar Pelangi, dalam film tersebut tidak perlu mempertontonkan adegan-adegan seronok, tapi faktanya film tersebut sukses membuat kita bangga sebagai orang Indonesia karena mampu melahirkan film yang seperti itu.


Namun lagi-lagi saya harus kembalikan kepada anda, apakah memang adegan ciuman atau adegan seronok dalam sebuah film itu penting?


Silahkan anda putuskan dan artikan sendiri masing-masing, itu HAK anda!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.