Antara Program Bela Negara dan Program yang Ditunggu Warga Negara

gambar; detik.comSaya agak kaget saat membaca dan mendengar tentang adanya rencana program bela negara. Karena setahu  saya kalaupun tidak ada aturan terkait dengan bela negara, sebagai warga negara Indonesia, saya pikir setiap warga negara Indonesia akan membela negara kita, Indonesia!


[Baca Juga: Aturan ini Jadi Latar Belakang Kemenhan Gelar Program Bela Negara]


Namun yang sebenarnya jadi kontroversi mungkin kalau saya membaca berbegai pemberitaan yang muncul di media, yaitu adanya persepsi bahwa "Bela Negara = Wajib Militer"?


Saya sendiri awalnya berfikir bahwa program Bela Negara yang saat ini sedang banyak dibicarakan yaitu terkait dengan Wajib Militer.


Padahal setahu saya, kalau wajib militer itu kan identik dengan negara-negara yang rawan perang karena adanya seringnya konflik yang ditakutkan sewaktu-waktu bisa muncul perang. Seperti misalnya seperti negara Korea Utara dan Korea Selatan yang hampir setiap saat sering menimbulkan ketegangan yang sewaktu-waktu bisa saja timbulkan perang. 


Sedangkan di Indonesia sendiri apakah memang program Bela Negara itu sama dengan Program wajib militer, hanya saja bahasanya ingin dihindari kata wajib militer dengan kata Bela Negara supaya tidak terkesan menakutkan?


Pertanyaan lain yang kadang saya fikirkan juga yaitu, Apakah intelejen kita sudah "MENCIUM" adanya ANCAMAN dari negara lain untuk beberapa tahun kedepan yang berpotensi menimbulkan perang?


Soalnya tidak mungkin program Bela Negara sampai dibuat sebegitu seriusnya sampai menargetkan 100 Juta Kader Bela Negara dalam 10 Tahun kedepan, jika tidak ada ancaman atas negara kita, Indonesia?.


Saya juga berharap kepada Pemerintah melalui kementrian Pertahanan untuk lebih detil lagi membuat sosialiasi terkait dengan program bela negera ini.


Pemerintah juga harus mempertimbangkan juga akibat baik dan buruknya ketika program bela negara ini dilakukan.


Saya berfikir sederhananya begini, misalnya masyarakat Indonesia yang setiap hari harus bekerja untuk memberikan nafkah keluarganya, terus tiba-tiba kok disuruh ikut program bela negara yang katanya harus Dilatih di Rindam dan harus Tinggal di Asrama. Pertanyaanya, siapa yang menanggung hidup anak dan istrinya?


Kalau pemerintah bilang nanti ditanggung oleh negara, pertanyaanya, Negara duit dari mana? Utang lagi?


Itu hanya baru satu masalah yang kita sendiri belum tahu bagaimana program detilnya terkait dengan program bela negara ini.


Jadi kalau saya berfikir sih pemerintah harus evaluasi dahulu dan dikaji benar-benar bahwa program ini nantinya tidak hanya asal-asalan.


Kadang saya justru berfikir begini.


Daripada mikirin yang beginian, saya sarankan lebih baik pemerintah fokus pada pekerjaan yang jauh lebih penting dan itu menurut saya teramat sangat darurat!


Darurat yang saya maksud misalnya terkait dengan,



  • Bagaimana supaya MENTAL KORUP pejabat negeri ini bisa berkurang!

  • Bagaimana supaya negara pertanian ini jangan sampai import Beras dan produk pertanian lainya!

  • Bagaimana supaya negara yang kaya garam ini jangan import garam!

  • Bagaimana supaya negara ini tidak banyak hutang!

  • Bagaimana supaya sumber daya alam negara kita ini tidak dikuasai asing!

  • Bagaimana supaya di negeri ini berkurang jumlah pengangguran!

  • Bagaimana supaya di negeri ini berkurang yang namanya kemiskinan!


Dan terlalu banyak sekali masalah di negeri ini yang teramat sangat banyak sekali jumlahnya yang semuanya serba darurat untuk segera diselesaikan dan jauh ditunggu warga negara daripada program bela negara yang kita sendiri tidak begitu jelas mau seperti apa dan bagaimana program ini dan darimana dananya serta berbagai banyak pertimbangan lainya.


Jadi menurut saya, Pemerintah lebih baik fokus menyelesaikan program-program yang mampu segera memecahkan masalah-masalah darurat yang sangat ditunggu warga sebagaimana saya sebutkan diatas daripada harus memikirkan soal program bela negara, yang belum tentu warga negara mau menerimanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.