Menulis Bukan Asal Kejar Traffic!

Saya boleh dikatakan masih dalam proses belajar dalam menulis. Setiap saya akan menulis, saya selalu takut, berfikir, dan selalu membayangkan apakah saya bisa bertanggungjawab atas apa yang saya tuliskan terhadap pembaca tulisan saya.


Bahkan akhir-akhir ini saya memang terkadang menuliskan beberapa tulisan yang berkaitan dengan entertainment. 


Dunia entertainment yang selama ini banyak memberikan informasi yang identik hanya mengejar traffict dengan mengumbar aib selebriti, judul-judul yang terkadang berbau "pornno" dengan harapan supaya dapat traffict, membuat saya ingin menulis bahwa tidak semata-mata dunia entertainment hanya tentang hal yang negatif saja.


Saya mencoba mendokumentasikan misalnya kegiatan-kegiatan kepedulian sosial para selebriti Indonesia maupun dunia bahwa mereka punya sisi baik yang perlu disebarkan.


Tujuanya supaya kebaikan yang sudah dilakukan oleh selebriti tersebut mampu menginspirasi pembacanya.


Saya sendiri sebagai seorang internet marketing suka ikut prihatin kepada mereka yang cari duit justru dengan "MEMBABI-BUTA".


Membabi-buta yang saya maksud, beberapa orang menulis hanya asal yang penting tulisanya banyak dibaca terus mereka dapat banyak dollar [keuntungan] dari tulisan yang dibuatnya.


Mereka tidak pernah berfikir apalagi merenung dan meresapi bahwa setiap huruf yang ditulis tentunya kelak akan dimintai pertanggungjawabanya dihadapan Tuhan. Kalau dipertanggungjawabkan terhadap sesama manusia para pembaca tulisan tersebut itu sudah pasti.


Namun untuk mempertanggungjawabkan tulisan kepada pembacanya, seringkali hal itu jarang dipedulikan oleh penulis blog. 


Mereka para blogger yang berfikir tentang tanggungjawab tulisanya kepada pembaca, biasanya kalau sudah ada kasus.


Tidak perlu saya sebutkan kasus-perkasusnya, saya pikir anda sudah sering mendengar bagaimana seorang blogger yang harus bermasalah karena akibat dari tulisan mereka.


Namun diluar pertanggungjawaban penulis terhadap pembacanya, tentunya yang jauh lebih penting lagi yaitu pertanggungjawaban penulis blog dihadapan Tuhan kelak.


Tidak hanya itu saja, khusus mereka yang sudah menjadikan blog sebagai "mesin pencetak uang", tentunya hal itu lebih berat lagi karena tentunya uang itu didapat dengan cara apa? juga harus dijadikan pertimbangan supaya dalam menulis lebih berhati-hati lagi.


Saya asumsikan begini,


Seandainya ada seorang blogger yang menulis isi tulisan blognya setiap tulisanya hanya menfitnah orang, menyebarkan isu yang tidak benar, kemudian dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan pembaca, dan kemudian dari jutaan pembaca tersebut itulah dirinya mendapatkan ratusan bahkan ribuan dollar tiap bulanya. Pertanyaan saya, Halalkah uang pendapatanya tersebut yang didapat dengan cara seperti itu?


Belum lagi kalau kita bicara terkait akibat dan effect tulisan kita, apakah tulisan yang kita tulis memberikan manfaat atau dampak positif untuk pembacanya?


Atau jangan-jangan justru berakibat buruk terhadap pembacanya?


Atau jangan-jangan memang tulisan kita sama-sekali tidak memiliki dampak apapun. Jadi misalnya saat kita menulis tentang adanya nama-nama aneh seseorang yang kemarin sempat booming di media, kadang saya bertanya, apa manfaatnya nama-nama aneh itu diberitakan? Apa yang didapat oleh pembaca?


Saya jujur saja juga masih dalam proses belajar, yang saya akui memang tulisan saya juga mungkin masih banyak kekurangan atau bahkan mungkin juga menyimpang. Atau mungkin juga kadang saat mengutip atau sedikit copas lupa mencantumkan sumbernya. Namun dengan saya menuliskan tulisan ini, sebenarnya ini sekaligus akan saya jadikan motivasi saya supaya dalam menulis saya harus lebih bisa berhati-hati lagi dan tidak hanya terjebak untuk kejar traffic semata.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.