Dana Pidato Ahok Rp 805 Juta BUKTI Buruknya Pengelolaan Uang Negara?

Anggaran Pidato Ahok Rp 805 Juta BUKTI Buruknya Pengelolaan Uang Negara?


Saya agak kaget juga ketika mendengar anggaran untuk pidato seorang Ahok capai Rp 805 juta pertahun. Tapi yang jauh lebih membuat saya terkejut lagi ketika Ahok Justru tidak tahu anggaran pidato yang sebesar itu.


Dari peristiwa ini, saya jadi berfikir, Jangan-jangan di negeri ini masih banyak sekali Anggaran yang jumlahnya sangat besar, akan tetapi tidak diketahui oleh pimpinan.


Saya membacanya jadi terkesan seolah dalam mencantumkan nominal sebuah anggaran, apakah tidak diperhitungkan dengan tepat, sehingga begitu diketahui publik, baru mereka sadar diri jika anggaran sebanyak itu memang tidaklah pantas.


Dalam kasus anggaran pidato Ahok yang mencapai Rp 805 juta pertahun ini juga publik langsung heboh tentunya. Karena peristiwa yang sama juga pernah dialami saat Jokowi masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.


Untuk sebuah pidato seorang gubernur selama satu tahun, kenapa harus pakai dana sebesar itu?


Bukankah saya pikir untuk membuat pidato itu ya seharusnya memang Gubernur menulis sendiri. Kalaupun memang harus dibuatkan oleh staff, kenapa harus pakai dana sebegitu besar? Bukankah staff yang menyusun pidato Gubernur seharusnya sudah mendapatkan gaji bulanan?


Ada banyak tanya yang masih banyak tentang hal ini. Namun catatan yang membuat saya masih bertanya hanya satu, Bahwa besarnya Anggaran Pidato Ahok hingga mencapai Rp 805 Juta dan anehnya lagi tidak diketahui Ahok menjadi BUKTI Buruknya Pengelolaan Uang Negara?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.