Bencana Kabut Asap, Bukti Pelaku Pembakaran Hutan Tidak Takut Hukuman

gambar: detikFinanceSebenarnya kasus pembakaran hutan tidak hanya terjadi di hutan-hutan besar seperti di kalimantan ataupun sumatera saja. Di Jawa sendiri, bahkan hanya berjarak puluhan meter dari rumah saya juga hampir setiap kemarau terjadi.


Bedanya jika di perbukitan belakang rumah saya dilakukan pembakaran biasanya karena alasan iseng. Alasan lain biasanya supaya mereka yang butuh kayu bakar di bukit tersebut semakin mudah dan semakin banyak mendapatkan kayu bakar. Hal ini dikarenakan masyarakat di tempat saya beranggapan kalau ada kayu mati atau kering karena kebakaran, maka itu dianggap "halal" untuk diambil.


Pembakaran hutan yang terjadi di tempat saya dengan pembakaran besar-besaran yang melanda kalimantan dan Sumatera tentunya jelas berbeda. Namun kalau kita coba cari kesamaanya, maka disitu ada satu kesamaan yaitu para pelaku pembakaran hutan sama-sama TIDAK TAKUT HUKUMAN.


Walaupun sebenarnya berdasarkan UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa setiap orang wajib menjaga lingkungan hidup termasuk pemilik lahan juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab.


Dan mereka para pelaku pembakaran hutan dan lahan di manapun berada bisa diproses hukum bahkan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal hingga mencapai Rp15 miliar, apalagi jika pembakaran tersebut menimbulkan korban jiwa.


Namun faktanya para pelaku tidak takut dengan aturan tersebut. 


Saya mencoba memposisikan dan membaca pemikiran para pelaku pembakaran hutan khususnya para pelaku usaha besar, mungkin saja mereka berani membakar hutan untuk membuka lahan sawit karena mereka berfikir begini,


Hemat biaya dan cepat serta praktis biasanya jadi alasan utama mereka. Terkait dengan apakah mereka takut atau tidak soal adanya ancaman hukuman, maka mereka cukup berfikir, soal itu gampang, tinggal kasih uang ke oknum juga beres. Kalaupun sampai ditangkap, toh nanti sebentar juga bebas, apalagi kan mana ada di Indonesia yang berani menghukum pengusaha besar khususnya pembakaran hutan.


Toh nanti kalau sudah jalan usahanya, berapapun kerugian akibat hal tersebut, modal bisa cepat berlipat-lipat didapat.


Nah, mungkin sesimple itulah sebenarnya alasan para pelaku pembakaran hutan. Jadi kalau memang pemerintah ingin mengatasi permasalahan pembakaran hutan secara permanent, maka pemikiran para pelaku usaha sebagaimana yang saya asumsikan diatas diatasi.


Caranya, hukum dengan tegas pengusaha maupun warga biasa jika memang itu salah. Bikin para pengusaha berfikir 10 kali lagi jika ingin membakar hutan dengan cara mencabut izin usaha dan denda sebesar-besarnya yang akan membuat mereka takut untuk melakukanya lagi.


Jika hal itu tidak dilakukan pemerintah, maka saya berani PASTIKAN jika mereka para pengusaha akan terus berani melakukan pembakaran hutan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.