Perbedaan Antara Kritik, Saran, dan Penghinaan

ilustrasiSaya sebenarnya agak sedikit malas untuk membahas soal tema tulisan ini. Namun saya sudah terlalu gregetan banget ketika hanya soal urusan penghinaan saja, banyak pihak harus sampai ribut. Bahkan tidak hanya ribut saja, beberapa teman saya sampai bertengkar di "beranda" sosial media.


Saya yakin, secara teori mereka-mereka yang saat ini sedang bertengkar dan ribut soal pasal terkait penghinaan presiden, mereka pasti sudah tahu arti dari setiap kata sebagaimana judul tulisan diatas, mengenai Perbedaan Antara Kritik, Saran, dan Penghinaan.


Tapi lucu dan anehnya, entah alasan apa, mereka harus sampai ribut dan saling caci maki di sosial media.


Bahkan ada yang sampai membuat "meme" gambar-gambar yang menurut saya sudah sangat keterlaluan.


Melalui tulisan ini, sebelum saya bahas secara rinci, saya hanya ingin menegaskan bahwa seharusnya biar adil, rencana pasal penghinaan jangan menggunakan istilah "penghinaan terhadap presiden" saja. Jadi mungkin lebih menyeluruh, artinya mau presiden ataupun orang biasa, kalau memang dihina secara berlebihan, hal tersebut harus diatur, alasanya kenapa? Karena kita sama-sama MANUSIA!


Itu kalau memang akan membuat pasal yang mengatur terkait dengan pasal Penghinaan.


Walaupun saya sendiri kurang begitu mendukung terkait rencana dibuatnya pasal penghinaan, Namun saya pastikan dan saya setuju bahwa yang namanya "MENGHINA" menurut aturan norma, etika, serta hukum seluruh agama, pasti SEPAKAT bahwa yang namanya "MENGHINA" sesama manusia itu pasti bukanlah AKHLAQ yang baik apalagi terpuji.


Nah, jadi sebenarnya, tanpa dibuat undang-undang sekalipun, Harusnya dengan sudah adanya aturan Norma, etika, dan ajaran dalam setiap agama, seharusnya undang-undang terkait hal itu tidaklah dibutuhkan.


Namun karena mungkin saat ini sudah terlalu banyak MANUSIA yang tidak TAHU atau TIDAK PUNYA MALU ketika mereka "MENGHINA" sesama manusia, maka kemudian memunculkan beberapa orang untuk memiliki ide dibuatnya UU tentang Penghinaan, lebih khusus ditujukan kepada Presiden sebagai kepala negara.


Dari uraian diatas, paling tidak sekarang kita sudah tahu bagaimana sebenarnya perlu tidaknya UU tentang pasal yang mengatur terkait dengan Penghinaan Presiden.


Dari penjelasan diatas, saya juga berharap anda FAHAM dan bisa MEMAHAMI bahwa saat anda MENGHINA seseorang, jangan mencoba untuk menganggap PENGHINAAN yang anda lakukan, kemudian anda artikan sebagai "KRITIK dan SARAN". Yang harus anda CATAT bahwa antara Kritik, Saran, dan Penghinaan adalah sesuatu yang sangat jauh berbeda.


Nah, sekarang untuk anda yang masih harus diberitahu tentang letak Perbedaan Antara Kritik, Kritis, Saran, dan Penghinaan, saya ahnya menyarankan anda untuk menyempatkan diri membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI]



#Kritik
Kritik/kri·tik/ n kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk thd suatu hasil karya, pendapat, dsb;
Jadi jelas ya, diatas tidak disebutkan dalam membuat kritik terhadap siapapun, termasuk presiden, yang dimaksudkan kritik tidak disertai dengan kata penghinaan.


#Saran
saran/sa·ran/ n pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yg dikemukakan untuk dipertimbangkan.
Dari penjelasan dan makna Saran diatas juga sangat jelas bahwa saat kita memberikan saran, tidak ada satu kaitanya dengan kata "penghinaan".


#Penghinaan
Penghinaan/peng·hi·na·an/ n proses, cara, perbuatan menghina(kan); menistakan: yang dilontarkan kepadanya betul-betul keterlaluan; pencemaran terhadap nama baik seseorang yang dilakukan secara lisan, gambar, maupun tulisan.


Dari penjelasan diatas, saya juga berharap anda FAHAM dan bisa MEMAHAMI bahwa saat anda MENGHINA seseorang, jangan mencoba untuk menganggap PENGHINAAN yang anda lakukan, kemudian anda artikan sebagai "KRITIK dan SARAN". Yang harus anda CATAT bahwa antara Kritik, Kritis, Saran, dan Penghinaan adalah sesuatu yang sangat jauh berbeda.


Jika anda masih merasa jika MENGHINA seseorang anda artikan sebagai Kritik dan Saran, maka saya teramat sangat saya sarankan hal tersebut DIUJI dengan cara, Silahkan Anda ganti OBYEK yang anda HINA dengan DIRI ANDA sendiri.


Semoga anda yang masih ingin tetap MENGHINA seseorang dengan dalih dan bersembunyi dengan istilah KRITIK dan SARAN, semoga anda bisa memahami maksud tulisan saya diatas.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.