Inspirasi: Cara Mendidik Anak Ala Deddy Corbuzier

Inspirasi: Cara Mendidik Anak Ala Deddy Corbuzier



Sebenarnya saya seorang yang begitu kurang suka dengan sosok Deddy Corbuzier. Namun entah kenapa, untuk yang satu ini, saya teramat sangat harus katakan bahwa saya teramat sangat setuju dengan pemikiran Deddy Corbuzier.


Kesetujuan saya atas pendapat Deddy Corbuzier yang baru-baru ini melalui blog pribadinya menulis tentang cara dirinya mendidik anaknya.


Dalam tulisan tersebut Deddy Corbuzier menuliskanya dimulai dari sebuah cerita.


Agar lebih jelasnya, sebelum saya berkomentar atas pemikiran Deddy Corbuzier, ada baiknya saya kutipkan langsung tulisan Deddy Corbuzier secara utuh dari blog pribadinya berikut,









Kisah ajaib di siang suntuk saat jemput sekolah...



Azka "pa.. Tadi lomba renang.. I get urutan ke 5!!!"

Me "woooow I'm so proud of you.. You are amazing!!!!"

Azka "yeaaaaaay"

Ibu2 entah arisan di belakang "mas Ded.. Yang tanding kan per 6 orang.. Masak anaknya urutan ke 5 malah bangga.. Anak saya aja urutan ke 3 saya bilang payah... Nanti malas mas Ded..."

Me "Hahaha Iya yah... Wah saya soalnya waktu kecil diajari ayah ibu saya kalau tujuan renang itu Yah supaya gak tenggelam aja sih... Bukan supaya duluan sampe tembok.. Hehehe"

Ibu2 " ah mas Ded bisa aja... Jangan gitu mas.. Ngajar anaknya.. Bener deh nanti malas."

Me " hahah Azka gak malas kok mbak.. Tenang aja.. Kmrn math nya juara 3, catur nya.. Lawan saya aja saya kalah skrg.. Eh anw mbak.. Saya juga gak masalah punya anak malas.. Di hal yang dia gak bisa... Atau gak suka... Yg penting dia usaha... Drpd anak rajin tapi Stress punya ibu yg Stress juga marahi anaknya krn cuma dpt juara 3 lomba renang.... "

Ibu " hehehe... Mas saya jalan dulu Yah.."

Me " gak renang aja mbak?"

Senyap....

Ya ini kejadian benar dan tidak saya ubah ubah...

Apa sih yang sebenarnya terjadi secara gamblang...

Tahukah si ibu kalau Azka luar biasa di catur nya? (penting? NO... Sama dengan Renang..)


Atau Azka juga mendalami bela diri yg cukup memukau di banding anak seusianya...

Atau.. Azka.. Atau Azka...

Banyak kelebihan Azka..

Sama dengan kalian..

Banyak kelebihan yang kalian punya.. Artinya banyak kelemahan yang kalian. Punya juga..

Tapi apabila para orang tua memaksakan kalian sempurna di semua bidang dan menerapkannya dengan paksaan maka hanya akan terjadi 2 hal...

1. Si anak Stress dan membenci hal itu..

2. Si anak sukses di hal itu dan membenci orang tuanya (Michael Jackson contohnya)

Yuk kita lihat apa yang baik di diri anak kita.. (bila anda orang tua)

Yuk kita komunikasi kan apa yang kita suka (bila kita anak tersebut)

Mengajari dengan kekerasan tidak akan menghasilkan apapun.. Memarahi anak krn pelajaran adalah hal yang bodoh...

Saya sampai sekarang masih bingung mengapa naik kelas tidak naik adalah hal yang menjadi momok bagi ortu (kecuali masalah finansial)

Siapa sih yang menjamin naik kelas jadi sukses kelak?

Saya... Saya 2 kali tidak naik kelas... Yes... I am. Proudly to say..

Ayah saya ambil report.. Merah semua.. Dia tertawa.. "kamu... Belajar sulap tiap hari kan.. Sampai gak belajar yang lain.."

"iya pa"

"sulapnya jago... Belajarnya naikin Yuk.. Gak usah bagus... Yg penting 6 aja nilainya.. Ok?.. Pokoknya kalau nilai nya kamu 6.. Papa beliin alat sulap baru... Gimana?"

Wow... My target is 6.....

Not 8.. Not 9... NOT 10!!!! It's easy..... Its helping... Its good communication between me and my father.... Its a GOOD Deal... Dan Ibu saya? Mendukung hal itu.

Apa yang mereka dapat saat ini?

Anaknya yang nilainya tidak pernah lebih dr 6/7 tetap sekolah.. Kuliah... Jadi dosen Tamu .. Mengajar di beberapa kampus..

Oh.. Anaknya...

Become one thing they never imagine...

World Best Mentalist

(Merlin Award Winner : penghargaan tertinggi di seni sulap dunia) 2 kali berturut turut....


Apa Yang terjadi kalau saat itu saya dihukum... Dimarahi.. Di larang lagi bermain sulap?...

Apa? Maybe I be one of the people working on bus station... ( other Bad... Not Great)

Yuk stop Memarahi anak krn pelajaran nya... Karena ke unik an nya...

Kita cari apa yang mereka suka... Kita dukung..

U never know what it will bring them in the future... Might indeed surprise you... 


dear .. Parents.



Dengan melihat tulisan yang ditulis langsung oleh Deddy Corbuzier diatas, menjadi sebuah gambaran bahwa selama ini memang banyak orang tua yang terkesan "MEMAKSAKAN" supaya anak suka ini dan itu tanpa pernah menanyakan apakah anaknya SUKA atau TIDAK?


Kondisi ini juga yang secara turun temurun terjadi di dunia pendidikan dan sekolah kita. 


Kita tentunya tahu bagaimana seorang siswa yang misalnya dirinya tidak suka matematika ataupun fisika, dirinya tetap harus "DIPAKSA" menguasai ilmu tersebut. Padahal mungkin sebenarnya si anak tersebut JAGO dan MAHIR dalam bidang keilmuwan ataupun bakat yang lain.


Bukankah Tuhan menciptakan setiap manusia terlahir dengan bakat kemampuan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda?


Saya pikir mereka orang-orang berpendidikan yang merancang Sistem Pendidikan di Indonesia PASTI SUDAH TAHU tentang HAL INI. Tapi kenapa lucunya mereka tetap menciptakan sistem yang justru "Bertolakbelakang" dengan Fakta tersebut?


Seharusnya jika mereka yang membuat sistem pendidikan menyadari hal tersebut, maka seharusnya sekolah bisa menampung dan mendidik para siswanya disesuaikan berdasarkan dengan bakat dan minat masing-masing.


Terkait hal ini sebenarnya saya sudah mengulasnya dalam tulisan lain saat mereview sebuah Buku berjudul “Why Asians Are Less Creative Than Westerners [Mengapa Bangsa Asia Kalah Kreatif dari Barat?” yang ditulis oleh Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland. [Baca selengkapnya disini]


Kembali kepada cara mendidik anak ala Deddy Corbuzier ini secara pribadi saya sangat setuju. Saya juga berfikir cara itu bisa diterapkan pada setiap anak, bahkan akan jauh lebih baik jika cara tersebut juga diterapkan dalam sistem pendidikan kita.


Namun, lagi-lagi semua memang harus dikembalikan kepada diri anda masing-masing.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.