Akhir Karir Deddy Corbuzier di Dunia Sulap, dan Cintanya Terhadap Anak

Penampilan Terakhir Deddy Corbuzier di Dunia Sulap dan Kecintaanya Terhadap Anak


gambar: twitter


Beberapa waktu lalu saya sempat kagum dengan cara mendidik Dedy Corbuzier terkait dengan cara dia dalam mendidik anaknya.


Tadi malam secara tidak sengaja melihat acara televisi yang menunjukan penampilan Dedy Corbuzier tampil bersama mentalis dunia asal Australia.


Saya sempat terkejut awalnya, karena setahu dan seingat saya, Dedi Corbuzier beberapa waktu yang lalu sudah dikabarkan kalau dirinya sudah berhenti jadi mentalis. Tapi kok malam tadi tampil dan masih mempertunjukan kemampuanya terkait kemampuan mentalisnya.


Akhirnya saya mencoba cari tahu dengan beberapa kali googling. Ternyata saya mendapatkan jawaban jika malam tadi merupakan malam terakhirnya tampil sebagai seorang mentalis.


Dalam sebuah pemberitaan, Dedi corbuzier mengaku tidak mudah untuk meninggalkan dunia mentalis yang sudah membesarkan nama dan karirnya.


"Setelah lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia sulap, ini bukan keputusan mudah yang saya lakukan, tetapi harus saya lakukan. Seperti setiap awal, pasti ada akhir. Ini keputusan akhir dari saya, anda tak akan melihat saya bermain lagi. Ketika sudah dianggap terbaik, di situ waktu terbaik saya berhenti. Magic begitu menyenangkan, my life is magic," ujar Deddy ketika ditemui di Studio 9 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa pagi (25/8).


Dengan keputusanya tersebut, sebenarnya terkait alasan dirinya harus berhenti dari dunia mentalis sudah banyak diketahui banyak pihak.


Dimana diantara alasanya tersebut yaitu karena dirinya memang secara karir sudah mencapai puncaknya. Alasan lain yang ini dianggap sangat didukung oleh banyak pihak yaitu karena Deddy ingin lebih banyak memiliki waktu dengan anak kesayanganya.


"Saya ingin punya waktu berkualitas bersama anak saya, karena sayasingle parents. I see my son it's real magic, lebih dari apapun di dunia," ungkap Deddy saat diwawancarai beberapa wartawan.


Dengan keputusan Deddy tersebut, ada sebuah pembelajaran yang bisa saya tangkap bahwa, sesukses-suksesnya orang dalam mengejar karir, ternyata membahagiakan anak adalah sebuah keinginan setiap orang tua. Dalam hal ini Deddy rela meninggalkan dunia mentalis yang sudah puluhan tahun digelutinya, namun demi anak, hal tersebut rela dia lakukan.


Nilai positif dari keputusan Deddy ini tentunya bahwa, keyakinan Deddy untuk beralih profesi diluar mentalis masih ada selama mau bekerja keras dan berusaha. Dalam posisi ini tentunya sering saya hadapi juga saat memutuskan untuk berhenti bekerja ikut orang dan harus yakin untuk bisa kerja secara mandiri.


Semoga dengan berhentinya Deddy dari dunia mentalis, profesi Deddy Corbuzier dalam dunia entertainment akan lebih baik lagi dan lebih banyak bisa menginspirasi orang lain. Semoga...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.