Warung Makan Dilarang Buka saat Puasa, Iklan Minuman Harusnya DILARANG

Warung Makan Dilarang Buka saat Puasa, Iklan Makanan dan Minuman Harusnya Ikut DILARANG!


Warung Makan walaupun buka, makanan dan minuman yang ada di dalam warung makan tersebut belum tentu TERLIHAT dan menggoda yang berpuasa, sedangkan kalau Iklan Syrup dan Makanan, bentuk makanan dan wujud minumanya yang mereka TAWARKAN dan TUNJUKAN sehingga peluang orang tergoda dan berimajinasi tentang makanan dan minuman itu lebih besar.Saya sebenarnya termasuk orang yang kurang setuju jika ada pelarangan warung makan dan restaurant selama puasa. Bukan berarti saya menyuruh supaya mereka yang memiliki usaha warung makan untuk tetap buka warung mereka saat puasa, melainkan justru ingin tahu seberapa besar dan tinggi orang Indonesia dalam memahami arti "TOLERANSI" antar umat beragama.


Toleransi dan Kesadaran yang Hilang


Saya sendiri sebagai seorang muslim yang ikut menjalankan puasa, dibuka atau ditutupnya warung selama puasa, sama sekali tidak berpengaruh dengan niat saya yang memang untuk puasa.


Bahkan saya juga memiliki teman yang non muslim ketika mereka makan di depan saya, hal itu juga sama sekali tidak mengganggu saya. Tapi biasanya justru teman saya yang non muslim itulah yang kemudian menjauh dan menghindar dari saya karena dia tahu jika saya sedang berpuasa.


Apa yang dilakukan teman saya itulah yang saya fahami sebagai penerapan dari yang namanya "TOLERANSI".


Terkait dengan larangan warung makan maupun restaurant yang beberapa daerah membuat larangan untuk buka selama puasa, menurut saya pribadi itu menunjukan daerah tersebut bisa dinilai seberapa tinggi atau rendahnya tingkat toleransi di daerah tersebut.


Sebuah daerah yang mengeluarkan aturan larangan tersebut, biaanya dikarenakan masih banyaknya warung makan yang masih tetap buka pada jam-jam orang masih berpuasa. Karena masih banyaknya warung makan yang melakukan hal itu, maka pihak Pemda setempat kemudian menerapkan aturan yang melarang warung makan agar tidak buka selama jam-jam orang berpuasa.


Kebijakan pelarangan tersebut tentunya tidak perlu dibuat jika kesadaran masyarakat untuk menghargai [toleransi] mereka yang sedang berpuasa tinggi, tanpa dibuat larangan sekalipun, akan lebih baik jika warung makan tidak buka selama jam-jam puasa.


Boleh saja buka, tapi misalnya dengan cara tertutup dengan tujuan untuk melayani orang-orang non muslim yang tidak berpuasa tapi tetap sekalgus menjaga toleransi untuk mereka yang sedang berpuasa.


Warung Makan Dilarang Buka saat Puasa, Iklan Makanan dan Minuman Harusnya Ikut DILARANG!


Namun saya juga sedikit ingin iseng mengingatkan kepada pihak-pihak yang membuat aturan melarang warung makan tetap buka selama puasa, SEHARUSNYA biar adil, IKLAN dan PROMOSI makanan selama jam-jam orang berpuasa juga SEHARUSNYA DILARANG!


Bukankah iklan-iklan makanan dan minuman saat jam-jam puasa justru yang paling benyak membuat mereka yang berpuasa jadi membayangkan tentang kelezatan dan kenikmatan ketika melihat iklan-iklan dan makanan di layar TV saat jam-jam puasa?


Berbeda dengan Warung Makan yang walaupun buka, makanan dan minuman yang ada di dalam warung makan tersebut belum tentu TERLIHAT dan menggoda yang berpuasa, sedangkan kalau Iklan Syrup dan Makanan, bentuk makanan dan wujud minumanya yang mereka TAWARKAN dan TUNJUKAN sehingga peluang orang tergoda dan berimajinasi tentang makanan dan minuman itu lebih besar.


Apalagi kalau iklan syrup ditayangkan saat siang-siang yang panas, tentunya hal itu membuat semakin mereka yang berpuasa menjadi bermajinasi untuk menikmati segarnya syrup tersebut?


Namun untuk saran saya untuk mereka yang berpuasa, mau ada larangan ataupun tidak terkait dibukanya warung makanan ataupun iklan makanan dan minuman di televisi, itu semua sama sekali tidak penting karena yang terpenting adalah niat kita untuk berpuasa karena keikhlasan dan mencari keberkahan atas puasa yang kita jalani...


Selamat Berpuasa...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.