Tragedi Angeline: Proses Adopsi yang Salah dan Memilukan

Tragedi Angeline: Proses Adopsi yang Salah dan Memilukan


Nenek Angeline bercerita semuanya tentang bagaimana Angeline bisa diadopsi oleh orang lain. Ternyata semua itu berawal dari ketidakmampuan Ibu kandung Angeline yang tidak mampu menebus biaya persalinan. |gambar:detikNewsKisah kematian Angeline ini memang cukup membuat banyak pihak ikut menyoroti kasus ini. Saya sendiri jadi berfikir dan ingin banyak tahu tentang kasus Angeline ini karena ternyata kasusnya kalau menurut saya tidak berhenti hanya pada kasus pembunuhan Angeline saja.


Saya justru tertarik untuk membahas terkait dengan bagaimana proses awal adopsi Angeline hingga bisa ke tangan ibu angkatnya yang sekarang.


Setelah saya baca dari detikNews melalui pengakuan Nenak Angeline, proses adopsi Angeline hingga ke tangan orang tua angkatnya yang sekarang ini ternyata diketahui jika bermula dari ketidakmampuan orang tua kandung Angeline yang saat melahirkan Angeline di salah satu Rumah Sakit, Ibu Kandung Angeline tidak mampu menebus biaya kelahiran Angeline.


Karena tidak mampu membayar biaya kelahiran dari rumah sakit, maka kemudian Ibu Kandung Angeline meminta bantuan kepada seorang pria bule kulit putih bersama Margriet [Ibu angkat Angeline] bersedia membayar biaya persalinan tersebut.


Ibu Kandung dari Angeline sendiri yaitu bernama Rosidi dan Hamidah. Kedua orang tua Angeline berasal dari Banyuwangi yang sekarang ini sudah bercerai.


Dari hasil pernikahan keduanya dikaruniai 3 orang anak perempuan. anak yang pertama bernama Ina [10 tahun], saat ini Ina diasuh Ayah kandungnya. Anak kedua yaitu Angeline [8 tahun]dan putri ketiga yaitu Aisyah [2 tahun]. Aisyah saat ini diasuh oleh Misyah neneknya di Dusun Tulungrejo, Desa Wadungpal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.


Sejak Angeline diadopsi, pihak keluarga di Banyuwangi dan orang tua kandung Angeline tidak pernah melihat Angeline. Bahkan selembar foto sekalipun juga tidak pernah ada pihak keluarganya yang tahu.


Membaca proses adopsi Angeline tersebut diatas, ada beberapa catatan yang menurut saya menarik dan ini kalau bisa harus diusut juga.


Pertama terkait dengan ketidakmampuan Ibu kandung Angeline yang tidak mampu membayar biaya kelahiran Angeline di Rumah Sakit sehingga ahrus merelakan untuk diadopsi mereka yang mampu menebus biaya kelahiran Angeline.


Seharusnya negara dalam hal ini pemerintah melalui kementrian kesehatan, bukankah saat itu juga seharusnya untuk mereka yang tidak mampu bisa mendapatkan keringanan biaya kelahiran?


Kalau saja saat itu biaya kelahiran mampu dibayar orang tua Angeline atau gratis, mungkin proses adopsi Angeline tidaka akan pernah terjadi.


Catatan yang kedua saya, Bagaimana proses adopsi Angeline? Apakah sudah memenuhi syarat yang legal dalam proses adopsi tersebut?


Dari kedua catatan tersebut sebenarnya peristiwa yang semcam ini bisa dicegah dan jangan sampai terulang lagi.


Pertama dengan cara tidak membebankan biaya kelahiran dengan biaya yang mahal. Terlebih khusus untuk orang yang memang tidak mampu, sudah seharusnya ada kemudahan biaya, bahkan seharusnya gratis.


Kedua terkait dengan proses Adopsi yang benar-benar harus diperketat sehingga nantinya walaupun diadopsi, hak-hak anak terpenuhi dengan menemukan orang yang mengadopsinya benar-benar orang baik yang akan merawat dan menjaga serta menyayangi si anak seperti mengasuh anak kandung sendiri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.