Tragedi Angeline: Bukti Kekerasan terhadap Anak Masih Terus Mengancam

UPDATE! | Tragedi Angeline: Akhirnya Ibu Angkat Jadi Tersangka dan Ditahan, Tapi Ada yang Aneh?


Tragedi Angeline: Bukti Kekerasan terhadap Anak Masih Terus Mengancam


angeline |gambar: detikNewsKabar mengenai Angeline mulai dari kabar hilangnya Angeline hingga ditemukan dalam kondisi meninggal mendapatkan banyak perhatian publik. Sejak dikabarkan menghilang di bulan Mei yang lalu, nama Angeline mendapatkan sorotan oleh banyak media.


Terlebih saat dikabarkan menghilang, muncul akun fanpage di facebook “Find Angeline - Bali’s Missing Child” semakin banyak orang ikut prihatin. Walaupun pada akhirnya fanpage tersebut mendapatkan hujatan dan Bully dari netizen karena ternyata Angeline ditemukan dibunuh dan dikuburkan di belakang rumahnya sendiri.


Saat ini memang polisi sendiri sudah menetapkan satu orang tersangka yaitu Agus yang ternyata merupakan mantan pembantu disitu.


Tapi saya masih bingung dan janggal, kenapa mantan pembantu tapi kok bisa di rumah korban bahkan bisa membunuh dan memperkosa tanpa diketahui orang yang ada di dalam rumah?


Namun diluar banyaknya kejanggalan terkait kasis terbunuhnya Angeline ini, saya justru jadi ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa ternyata ancaman dan kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia masih sangat tinggi.


Saya juga jadi ingin tahu data yang sebenarnya terkait banyaknya penganiayaan yang menjadikan anak sebagai korban kekerasan tersebut.
Saya temukan data dari KPAI [Komisi Perlindungan Anak Indoensia] yang ternyata pernah memngungkap jika kasus kekerasaan terhadap anak setiap tahunya rata-rata mencapai 3.700-an kasus.


Itu artinya, kalau saya coba bagi rata-rata tiap harinya, maka di Indonesia ada sekitar 13-15 kasus kekerasan terhadap anak. Perlu dicatat juga jika data itu adalah data yang dimiliki oleh KPAI yang tercatat dan kasus tersebut dilaporkan kepada pihak KPAI. Padahal mungkin saja, jumlah kasus kekerasn terhadap anak tersebut, yang tidak dilaporkan ke KPAI mungkin saja jauh lebih banyak.


Bentuk kekerasan hingga pembunuhan terhadap anak kasusnya juga memang sangat beragam, mulai dari bentuk kekerasan seksual, kekerasan atau penganiayaan secara fisik lainnya seperti perdagangan manusia [human traficking], narkoba, anak-anak jalanan, hingga pembunuhan dan yang lainya.


Fakta-fakta tersebut tentunya benar-benar harus jadi perhatian semua pihak, khususnya orang tua dan keluarga terdekat dari anak-anak yang memang seharusnya menjaga dan melindungi anak-anak dari berbagai jenis tindak kekerasan apalagi hingga pembunuhan.


Penyebab dari tindakan orang-orang terdekat anak-anak mulai dari orang tua, paman, sepupu, tetangga, dan yang lainya sangat beragam. Ada yang diakibatkan faktor ekonomi, ini bisa dilihat pada kasus-kasus bunuh diri yang meminum racun bersama-sama dalam satu keluarga yang juga melibatkan anak-anak. Atau mungkin karena kesulitan himpitan ekonomi kemudian menyebabkan orang tua mudah marah-marah dan melampiaskan kemarahan kepada anak-anak, dan berbagai bentuk penyebab lainya yang menjadikan anak sebagai korban.


Melihat kondisi yang seperti ini memang untuk penyeselaianya agak rumit. Dikatakan rumit karena mereka yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak, justru seringkali dilakukan oleh orang terdekat anak, termasuk orang tua.


Jadi solusinya yang terpenting tentunya dari internal keluarga yang memang harus menjaga diri dan anak emreka dari ebrbagai bentuk kekerasan apalagi sampai berujung pembunuhan.


Jika dalam lingkungan internal keluarga sudah dirasa aman, orang tua, paman, bibi, saudara, asisten rumah tangga, tetangga, sudah dipastikan memiliki hubungan yang baik dengan anak, maka langkah selanjutnya, anak harus dijaga dari ancaman pihak luar.


Pihak luar yang dimaksud tentunya selain yang saya sebut diatas. Untuk menjaga anak dari ancaman diluar keluarga, maka bisa dilakukan dengan cara selalu rajin mengantar anak-anak ketika si anak melakukan aktivitas di luar rumah. Misalnya mengantar dan menjemput anak saat berangkat sekolah, lest, privat, dan yang lain. Terlebih jika anak memang masih belum terlalu dewasa, tentunya orang tua dan keluarga memang harus memberikan perhatian yang lebih.


Semoga saja dengan adanya tragedi Angeline ini, semakin banyak orang tua waspada dan selalu menjaga dan menyayangi anak-anak sebagai amanah dan titipan dari Tuhan untuk dirawat dan dijaga serta untuk dibahagiakan, bukan untuk dianiaya, bahkan hingga dibunuh, itu sangat keterlaluan dan jauh dari rasa kemanusiaan. Ingatlah bahwa kita manusia, bukan Binatang!


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.