Pesawat Hercules Jatuh: Bukti Perbaikan Alutsista TNI Hanya Bualan?

Pesawat Hercules Jatuh: Bukti Perbaikan Alutsista TNI Hanya Bualan?


gambar: detik.comSaya pribadi mengucapkan turut berduka cita terhadap para korban atas jatuhnya Pesawat Hercules C-130 jatuh di KM 10 Jalan Ginting, Medan, Sumatera Utara.


Tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa belasungkawa terhadap para korban atas jatuhnya pesawat Hercules yang terjadi di Medan [30/6/15], saya jadi ingin tahu sebenarnya bagaimana sih pelaksanaan dari yang namanya perbaikan Alutsista TNI yang selalu digembor-gemborkan tiap ada tragedi seperti ini? :-(


Semoga saja terjadinya kecelakaan jatuhnya pesawat milik TNI ini bukan karena alasan ketidaklayakan terbang pesawat. Karena setiap terjadi kecelakan pesawat TNI yang jatuh, selalu akan dikaitkan dengan hal tersebut.


Hal itu tentunya juga tidak terlalu berlebihan, apalagi berdasarkan beberapa pemberitaan menyebutkan jika memang sebelum jatuh, pilot pesawat tersebut menyatakan ada kerusakan.


Dan biasanya, ketika terjadi jatuhnya pesawat yang dimiliki TNI, maka isu terkait dengan perbaikan alutsista TNI akan diangkat kembali.


Dalam ingatan saya, isu akan adanya perbaikan alutsista TNI akan selalu muncul dan menjadi topik utama di pemberitaan media pada beberapa momment.


Moment Pertama yaitu ketika ada pesawat TNI yang jatuh karena kerusakan pesawat [tidak layak terbang]. Kedua ketika ada musim kampanye Pilpres, Ketiga ketika ada isu tentang perebuta batas wilayah NKRI dengan negara tetangga.


Setidaknya ketiga momment itu selalu jadi saat yang tepat untuk memberikan janji akan diperbaikinya kebutuhan dan semua peralatan alutsista TNI.


Saya sendiri kadang membayangkan betapa sakitnya hati para keluarga TNI yang harus melihat seorang anggota TNI yang dalam impianya kalaupun harus gugur secara terhormat karena berperang mempertahankan NKRI, tapi ternyata mereka harus gugur karena disebabkan menaiki pesawat yang sudah tak layak pakai?


Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa TNI yang meninggal karena kecelakaan pesawat tidak terhormat, bukan itu, karena saya juga tahu bahwa TNI, gugur dalam tugas, sedang apapun itu selama itu tugas TNI, mereka kita sebut sebagai Gugur secara terhormat.


Namun maksud saya disini yaitu, ketika memang benar terjadi bahwa pesawat yang dimiliki oleh TNI sebenarnya sudah tak layak untuk terbang, akan tetapi kemudian dengan ebrbagai alasan dan berkali-kali melalui perbaikan, tentunya itu menurut saya sangat kurang tepat.


Karena bicara soal kelayakan, dalam penerbangan walaupun saya tidak faham tentang ilmu penerbangan, tapi tentunya harus ada kepastian bahwa pesawat yang terbang itu wajib memiliki aturan dan standard yang jelas.
Nah, disinilah yang ingin saya pertanyakan.


Sejauh ini bagaimana sebenarnya anggaran yang selalu dijanjikan untuk perbaikan alutsista TNI?


Mulai dari berapa total anggaranya, kemudian itu digunakan untuk apa saja? bagaimana pelaksanaanya? Kok sampai peristiwa jatuhnya pesawat TNI lagi-lagi kembali terjadi? :-(


Kita tentunya tidak berharap lelucon "soal pesawat-pesawat TNI yang dikatakan tak perlu ditembak saat perang, karena tak perlu ditembak juga jatuh sendiri".


Nah, jangan sampai lelucon-lelucon yang itu benar-benar sangat Menghina tidak hanya terhadap TNI tapi hinaan untuk negeri ini, NKRI!


Agar lelucon-lelucon itu menjadi sebuah KEBENARAN, maka satu-satunya cara yaitu bahwa perbaikan alutsista TNI WAJIB SEGERA DILAKUKAN! Segera!


Bukankah TNI dilatih, dididik, digembleng untuk membela Negara, dan bukan "MELAWAN" dengan pesawat yang ditumpanginya sendiri? :-(


Sekalilagi saya ingin mengucapkan duka untuk seluruh korban atas jatuhnya pesawat milik TNI. Semoga ini yang terakhir kalinya. Amiiiin...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.