Pasca Jadi Tersangka, Dahlan Iskan Luncurkan GarduDahlan, untuk Apa?

Pasca Ditetapkan Tersangka, Dahlan Iskan Luncurkan GarduDahlan.com Apa Tujuanya?.


Tampilan Web/blog Resmi Gardu Dahlan Iskan. Di web/blog ini baru tertulis satu tulisan. |gambar: screenshootDahlan Iskan sudah sejak dulu memang dikenal sangat suka menulis. Sebagai seorang wartawan, ternyata kebiasaanya menulis Dahlan Iskan juga hingga sekarang masih terus dilakukan. Beberapa buku Dahlan Iskan juga sudah diterbitkan.


Saat ini setelah dirinya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, Dahlan Iskan juga membuat website baru dengan nama GarduDahlan.com.


Saya sendiri mendapatkan informasi terkait website resmi Dahlan Iskan ini dari akun facebook Ricky Elson beberapa jam yang lalu. Begitu saya buka webnya, hingga saya menuliskan tulisan ini [8/6/15] baru terdapat satu tulisan.


Satu-satunya tulisan di web tersebut berjudul "Soal Corong". Tulisan tersebut juga tertulis publikasinya tanggal 8 Juni 2015. Dalam Header web/blog GarduDahlan.com ini tertulis "Gardu Akal Sehat Dahlan Iskan".


Membaca tulisan yang ada di web/blog GarduDahlan.com tersebut kalau saya fahami, itu merupakan tulisan pembuka, atau semacam pengantar seorang pemilik web/blog ketika membuat sebuah web/blog baru.


Dalam tulisan tersebut Dahlan iskan juga menyebutkan terkait dengan tujuanya membuat GarduDahlan.com. Dalam pernyataan melalui GarduDahlan.com itu disebutkan bahwa tujuan dibuatnya GarduDahlan.com ini difungsikan sebagai "Juru Bicara" Dahlan iskan.


Dimana dalam berbagai hal, Dahlan Iskan akan menuliskan pemikiran dan berbagai banyak hal yang terkait dengan dirinya melalui Gardu Dahlan tersebut.


Tujuan lain dibuatnya GarduDahlan.com ini juga agar dirinya bisa profesional dan tidak menggunakan media miliknya [Jaringan Jawa Pos] untuk mencampuradukan kepentingan dirinya dengan kepentingan umum. Karena prinsip Dahlan iskan sendiri bahwa Media yang dia bangun dari nol adalah milik publik sehingga untuk tidak menggunakan media publik sebagai alat untuk kepentingan dirinya.


Untuk anda yang ingin membaca secara utuh dari tulisan pertama Dahlan Iskan di GarduDahlan.com, berikut saya kutipkan secara utuh pernyataan dan tulisan Dahlan Iskan yang saya kutip langsung dari GarduDahlan.com [8/6/15].








Mungkin ada yang mengira saya akan minta Jawa Pos Group untuk menjadi corong saya dalam menghadapi perkara gardu induk PLN di mana saya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Mohon doa restu, agar saya tidak begitu.

Pertama, saya sudah lama bukan lagi pimpinan Jawa Pos Group. Sejak saya sakit delapan tahun lalu. Memang saya memiliki saham di situ, tapi dalam perusahaan modern pemegang saham dan manajemen harus terpisah.

Kedua, Jawa Pos Group biarlah menjadi corong bagi siapa saja. Jangan menjadi corong saya. Kami belajar dari pengalaman masa lalu yang ternyata hal seperti itu kurang baik. Mungkin tidak akan berjalan ideal, tapi kami menyadari bahwa kini masyarakat sudah sangat cerdas dan sangat kritis.

Masyarakat selalu menilai media itu seperti apa.

Ketiga, toh sudah ada internet. Opini-opini pribadi, kepentingan-kepentingan pribadi, aspirasi pribadi bisa disalurkan melalui media on-line. Tanpa harus mengganggu media publik yang seharusnya menjadi milik publik.

Sudah banyak tokoh yang memilih dan melakukan cara ini. Terutama bagi para tokoh yang merasa aspirasinya tidak tertampung di media publik.

                                                            ***

Saya akan menjadi beban bagi Jawa Pos Group kalau saya tidak berubah. Maka untuk “corong pribadi” itu saya meluncurkan ini: gardudahlan.com.

Saya akan selalu menyalurkan keterangan saya melalui gardudahlan itu. Saya tidak akan memberikan wawancara pers. Termasuk tidak akan memberikan wawancara kepada Jawa Pos Group. Saya tidak ingin banyak pihak salah paham karena keterangan saya yang kurang pas. Tapi saya tidak akan melarang media untuk mengutip keterangan saya di gardudahlan itu.

Saya tidak punya juru bicara. Kelihatannya gardudahlan yang akan jadi juru bicara saya.

                                                            ***

Khusus untuk status tersangka saya ini, saya belum menunjuk pengacara. Saya memang banyak dibantu Bapak Peter Talaway SH, termasuk saat saya masih berada di Amerika Serikat selama tiga bulan lalu. Pengacara Surabaya itu sudah lama membantu saya di beberapa persoalan. Saya berterima kasih kepada beliau.

                                                            ***

Saya tidak akan menggunakan gardudahlan untuk menyerang, memaki, memfitnah dan memojokkan siapa pun. Saya hanya akan menggunakannya untuk menjelaskan duduk persoalan. Tentu subyektif, hanya dari sudut saya.

Mungkin, juga tidak tiap hari saya meluncurkan penjelasan. Tapi saya usahakan agak sering. Dengan cara memotong-motong penjelasan. Rumitnya persoalan biasanya hanya bisa dijelaskan melalui cerita yang panjang. Tapi saya usahakan pendek-pendek. Hanya mungkin perlu beberapa edisi.

                                                            ***

Saya sebenarnya lebih senang kalau gardudahlan itu bersifat interaktif. Tapi dari pengalaman saya di twitter, banyak sekali serangan yang tidak mungkin bisa saya klarifikasi.

Mengapa? Karena serangan itu dilakukan oleh mesin.

Dalam hal itu saya bukan menghadapi manusia. Saya mencoba beberapa kali memberikan penjelasan, tapi sia-sia. Baru belakangan saya tahu, dan saya tertawa-tawa, bahwa ternyata saya itu memberikan penjelasan kepada mesin. Sia-sia.

Di dunia twitter itu ternyata kita bisa menyerang seseorang dengan cara meminta mesin untuk melakukannya. Tinggal order saja: serangan itu mau dilakukan berapa kali sehari dan untuk berapa hari atau berapa bulan. Topiknya sama. Kalimatnya sama. Isinya sama.

                                                            ***

Jangan berharap saya gegap-gempita di gardudahlan ini.

Biasa saja.



Usai membaca pernyataan tersebut diatas, tentunya bagi saya sendiri yang termasuk mengagumi kinerja Dahlan iskan selama ini berharap akan ada tulisan-tulisan berikutnya. Termasuk penjelasan-penjelasan yang terkait dengan masalah yang menimpa Dahlan Iskan saat ini yaitu sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejati DKI Jakarta terkait dengan pembangunan gardu induk PLN.


Saya juga berharap dan percaya apa yang disampaikan Dahlan Iskan melalui GarduDahlan.com ini adalah benar-benar pernyataan FAKTA dan KEBENARAN. Terlebih saya juga sangat kagum atas sikap Dahlan Iskan yang berkali-kali dalam kesempatan menyatakan bahwa sebagai Pimpinan, dirinya siap bertanggungjawab penuh atas setiap keputusan dan perbuatan yang dia lakukan. Bahkan termasuk kebiasaan dirinya yang tidak membebankan kesalahan kepada bawahanya sebagaimana yang dilakukan oleh pihak lain.


Dahlan Iskan juga menyatakan kesiapanya jika akibat dari keputusan dan perbuatanya dirinya harus masuk penjara, dirinya juga sudah siap menerimanya dengan ikhlas.


Semoga kasus yang sedang dialami Dahlan Iskan ini bisa segera terselesaikan dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Semoga...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.