DPR Kuras Kas Negara Rp 11,2T, Dana Aspirasi atau Modal untuk Korupsi?

Dana Aspirasi atau Modal untuk Korupsi?


DPR imajenya sudah terlalu buruk, bukan salah yang menilai, tapi kinerja DPR selama inilah yang membuat rakyat menilai seperti itulah DPRSelalu dan selalu gregetan kalau lama tidak dengar kinerja DPR, begitu dengar urusan duit dan duit terus. Sampai-sampai di kepala saya begitu dengar kata DPR, yang muncul dipikiran itu ya kalau tidak Korupsi, berebut kursi, hingga molor saat sidang atau image buruk lainya.


Kadang saya merasa kasihan juga dengan orang-orang yang ada di DPR. Mereka itu kan katanya wakil rakyat, harusnya kan jika kerja mereka bener sebagai wakil rakyat, harusnya mereka harus banjir pujian dari rakyat.
Tapi yang terjadi DPR justru dinilai malah lebih sering membuat rakyat emosi dam emosi.


Jika sebelumnya mereka saling berebut kursi pimpinan dan jabatan di masing-masing komisi, kini ditambah lagi dengan adanya kabar soal dana Aspirasi yang nilainya cukup fantastis hingga Rp 11,2 triliun.


DPR berdalih jika dana itu akan digunakan untuk rakyat juga, tapi kalau saya sendiri disuruh percaya ucapan DPR yang menyatakan dana aspirasi itu akan digunakan untuk rakyat, maka jika saya ditanya apakah saya percaya dengan ucapan DPR tersebut? Dengan sangat tegas saya akan menjawab, SAMA SEKALI TIDAK PERCAYA.


Ketidakpercayaan saya sederhana saja, karena saya sudah sama sekali tidak percaya dengan DPR ketika perilakunya saja seperti itu.


Bagaimana mungkin saya bisa mempercayai orang-orang dengan model seperti yang ada di DPR. Melihat mukanya saja udah "mencurigakan" saja bawaanya.


Jadi saya sendiri tetap masih ragu dan sama sekali tidak percaya jika dana yang mereka sebut sebagai dana aspirasi akan digunakan untuk rakyat. Saya malah khawatir dan berfikir, jangan-jangan dana aspirasi itu tidak untuk rakyat, tapi justru sebagai modal untuk korupsi. Semua kemungkinan itu kan bisa saja terjadi, melihat hingga sekarang ini memang ketika mendengar nama DPR, image buruk yang ada di DPR tidak terlepas dari yang namanya kasus korupsi dan korupsi lagi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.