Antara Artis Terkenal karena kebaikan dan Terkenal karena Keburukan

Antara Artis yang Terkenal karena kebaikan dan Artis yang Terkenal karena Keburukan!


Saya memang sama sekali tidak suka dengan yang namanya gosip artis, apalagi kalau ada artis yang ingin terkenal hanya bermodal bikin "sensasional". Saya hanya suka dan ikut senang jika ada kabar artis yang misalnya ikut membantu pembangunan sekolah, membantu anak-anak miskin, dan kebaikan lainya.


Walaupun sebenernya saya juga tidak tahu apakah aksi sosial mereka itu juga dengan tujuan mencari popularitas dan pamer saja, bagiku itu urusan dia dengan TuhanNya.


Setidaknya jika mereka berbuat baik kepada sesama, pihak atau orang yang menerima bantuan dari para artis tersebut tentunya akan merasa bahagia tanpa perlu tahu niat dari si artis tersebut memberikan bantuan kepadanya.
Namun sepertinya untuk kehidupan di dunia Selebriti, populeritas para artis lebih banyak dikenal karena aksi sensasinya daripada dikenal karena prestasi ataupun kebaikanya.


Terlebih saat di bulan puasa seperti sekarang ini, sebenarnya ada banyak cara untuk menjadi terkenal yang bisa dilakukan oleh para artis Indonesia.
Beberapa contohnya misal dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, mengadakan acara buka bersama, memberikan bantuan buku untuk perpustakaan-perpustakaan desa, dan masih banyak lagi cara yang lain yang bisa dilakukan dan itu mampu dilakukan oleh para artis Indonesia jika mereka punya niat.


Image selebriti Indonesia yang cenderung dikenal hidup dengan gaya glamour dan serba mewah, menggambarkan betapa "mahal" biaya hidup mereka [baca: artis].


Bahkan dalam beberapa eksempatan sampai-sampai ada yang memamerkan koleksi sepatu, tas, baju, yang harganya masing-masing hingga ratusan juta.


Sungguh sebuah informasi yang pastinya akan membuat sedih orang-orang miskin yang hanya berfikir untuk makan saja masih sulit, sedangkan mereka hanya untuk sebuah pakaian mereka habiskan hingga ratusan juta rupiah.
Memang sih, uang itu punya mereka, yang kerja cari duit juga mereka, tapi sebagai publik figur, tentunya akan lebih baik jika mereka mampu memberikan gaya hidup yang tidak berlebih-lebihan, tentunya itu juga akan lebih baik tentunya.


Namun semuanya memang lagi-lagi dikembalikan kepada diri mereka sendiri, apakah mereka ingin dikenal sebagai publik figur yang dikenal dengan prestasi dan kebaikanya, atau memang hanya ingin terkenal walaupun itu dikenal dengan citra buruk yang melekat pada diri mereka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.