Profesi Bergaji Uang Rakyat, Banyak Di Caci Maki dan Jarang Dipuji

KLIK DISINI JIKA INGIN DAPATKAN SAMSUNG GALAXY S6 EDGE GRATIS? CARANYA MELALUI TULISAN INI DI AKHIR TULISAN [BANNER]


Profesi Bergaji Uang Rakyat, Banyak Di Caci Maki dan Jarang Dipuji


ilustrasi: detik.comKadang saya ikut prihatin, mereka yang bekerja dan digaji dengan uang rakyat, bukankah seharusnya secara logika merek itu orang yang dihormati dan dihargai bahkan seharusnya dipuji.


Tapi kenyataanya, hal itu tidak semuanya terjadi karena hal itu juga mungkin saja karena perilaku dan kinerja mereka sendiri?


Jika anda mendengar orang-orang yang secara profesinya digaji dari uang rakyat, profesi apa saja yang langsung anda ingat?


Diantara profesi tersebut mungkin bisa para pejabat tinggi negara, menteri, anggota DPR, dan seluruh jajaranya termasuk yang kita sering sebut Pegawai Negeri Sipil [PNS ].


Saya sendiri memang bukan pegawai Negeri Sipil [PNS] dan kebetulan saja tidak pernah ingin dan berminat jadi PNS [karena tidak punya kesempatan juga kali ya hehe].


Namun walau bukan PNS, tapi memang banyak diantara teman-teman saya yang memang sudah berstatus PNS. Kebetulan saja juga, teman-teman PNS saya yang dekat dan saya kenali, mereka memang aku anggap sebagai orang-orang yang secara kerjanya masuk kategori yang saya kagumi.


[BACA JUGA: Membaca Karakter dan Kinerja PNS serta Pejabat di Indonesia]


Tapi yang jauh lebih saya kagumi lagi yaitu ketika saya memiliki teman yang justru mundur dari PNS karena takut jika dirinya tetap jadi PNS, dirinya tidak tahan godaan untuk menerima uang haram yang memang banyak sekali peluang untuk menerima uang haram dari posisinya ketika sebagai PNS.


Terlebih teman saya tersebut memiliki prinsip tak ingin memberi nafkah dari uang haram untuk istri dan anaknya. Karena ketakutan itulah dirinya memutuskan keluar dari PNS dan lebih memilih jadi wiraswasta.


Sebagaimana sudah jadi image yang terkesan sudah turun menurun, ketika kita mendengar kata PNS ataupun profesi-profesi lain yang mereka bergaji dari uang rakyat, yang langsung kita ingat itu seolah buruknya saja.


Mulai dari image buruk dalam pelayanan, terlalu berbelit-belit soal birokrasi, pemalas yang terkadang muncul anggapan dan vonis jika PNS itu mau kerjaanya tidak beres atau malas-malasan bahkan hingga sering tidur sekalipun, mereka tetap akan mendapatkan gaji utuh sama persis dengan PNS yang kerjanya rajin sekalipun.


Memang sih sekarang ini beberapa daerah sudah menerapkan aturan dan sanksi yang tegas agar kinerja prefesi-profesi bergaji uang rakyat ini semakin lebih baik lagi dalam melayani untuk rakyat. Namun sayangnya jumlah tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan luas negara kita.


Image buruk profesi-profesi yang bergaji dari uang rakyat tersebut yang memang lebih sering banyak di caci dan dimaki tersebut tentunya bisa diubah oleh para pemegang profesi-profesi yang digaji dari uang rakyat tersebut. Dengan cara apa? tentunya dengan cara bekerja dengan sebaik-baiknya.


Karena ini berbicara sebuah profesi mayoritas, tentunya tidak bisa hanya dilakukan setengah-setengah dan hanya di beebrapa wilayah saja. Karena boleh saja memang di daerah tertentu kinerja PNS sudah baik, tapi jika di daerah lain masih terlalu banyak yang buruk, maka image buruk itu akan selalu dominan.


Cara lain agar profesi-profesi bergaji uang rakyat tersebut bisa bekerja dengan sebaik-baiknya, bukan dengan cara hanya fokus menambahkan gaji mereka saja. Melainkan yang jauh lebih penting lagi yaitu MENYADARKAN serta MENGUBAH POLA PIKIR mereka yang tadinya selama ini terkesan mereka itu bak raja dan terhormat, menjadi mereka yang memiliki kesadaran bahwa mereka digaji dengan uang rakyat sehingga memang sudah SEWAJIBNYA mereka itu memang bekerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat.


Termasuk ketika mereka terlalu sering dicaci dan dimaki dan jarang dipuji, itu memang sudah jadi resiko mereka. Selama memang mayoritas image buruk profesi-profesi bergaji uang rakyat itu masih buruk [secara mayoritas], maka jika anda memang tergolong sebagai orang-orang yang berprofesi dengan gaji uang rakyat, maka anda sudah harus selalu siap ketika profesi anda terlalu banyak dicaci maki dan jarang dipuji.


Jika ingin terbebas dari itu, jadilah wiraswasta atau apapun itu yang membuat anda tidak menerima gaji dari uang rakyat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.