Negeri Serba Palsu: Mulai dari Ijazah Palsu hingga Janji Palsu

INGIN DAPATKAN SAMSUNG GALAXY S6 EDGE GRATIS? BACA [KLIK] CARANYA MELALUI TULISAN INI DI AKHIR TULISAN [BANNER]


Negeri Serba Palsu: Mulai dari Ijazah Palsu hingga Janji Palsu Para Pejabat


ilustrasi: detik.comHingga detik ini masih selalu heran dengan kinerja beberapa aparat terkait yang terkesan begitu lambat dalam bekerja menangani kasus-kasus yang berbau palsu. Dalam hal ini termasuk dalam hal menangani kasus-kasus yang saat ini sedang marak di pemberitaan yaitu terkait kasus jual beli ijazah palsu, beras palsu dan barang-barang lain yang serba palsu di pasaran.


Padahal sebenarnya, dengan pengamatan secara orang awam saja, produk-produk yang serba palsu itu begitu mudah untuk kita temukan, akan tetapi anehnya terkesan produk-produk palsu maupun jual beli ijazah palsu terkesan dibiarkan.


Bukti yang paling mudah saja misalnya soal barang-barang palsu terkait CD/DVD Bajakan. Itu semua produk palsu, akan tetapi masyarakat seolah dibiarkan menjual dengan begitu bebasnya. Alasan yang banyak beredar di masyarakat yaitu alasanya dikarenakan adanya oknum yang mengambil untung atas kondisi tersebut.


Padahal kalau aparat memang serius, sangat mudah untuk mengusut mata rantai dari penjualan CD/DVD palsu yang beredar di masyarakat tersebut.
Begitu juga dengan adanya kasus jual beli ijazah palsu. Kasus jual beli ijazah palsu ini sebenarnya tidak sekali ini saja terjadi. Modusnya juga masih sama, sehingga dalam penangananya juga sebenarnya tidak begitu sulit untuk mengendusnya.


Terlebih pasca dikeluarkanya kebijakan terkait dengan sertifikasi, "bisnis" jual beli ijazah menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Hanya demi mengejar sertifikasi hingga keinginan naik pangkat jabatan, membeli ijazah [asli] palsu menjadi jalan pintas yang mudah dan menguntungkan.


Tentunya dengan kondisi ini membuat kita sangat miris. Mereka yang sudah memiliki ijazah asli dan legal saja, ketika lulus belum tentu menjamin seseorang itu jadi orang baik, apalagi mereka yang dari awal saja dalam mendapatkan ijazah sudah dengan cara membeli, entah seperti apa isi otak mereka. Hanya mencari keuntungan sendiri tapi mereka berani "melacurkan" moral mereka hanya untuk sebuah ijazah.


Kondisi yang seperti ini seperti sejalan dengan moral para pejabat negara kita yang terkesan "membuat" sebuah budaya dikalangan mereka untuk menebar janji palsu saat sebelum menjabat, dan "mengamalkan" janji palsunya saat sudah menjabat dengan cara mengingkari janji-janji palsunya saat sebelum menjabat.


Mungkin harus dibuat juga aturan tegas serta sanksi yang tegas untuk pejabat negara yang sudah melakukan janji-janji politik, ketika berhasil tercapai jabatanya, kemudian tidak melaksanakan janjinya, maka selayaknya dihukum dan dijebloskan ke penjara. Jadi biar tidak terus menerus para pejabat di negeri ini adalah sekumpulan orang-orang tukang tipu janji.


Entah sampai kapan kita akan menemukan negeri ini dalam keadaan yang tidak serba dalam kepalsuan.


Walaupun separah apapun kondisi bangsa ini, yang terpenting sebagai warga negara biasa, setidaknya kita menjaga diri kita dan keluarga kita agar tidak menjadi pelaku dari perbuatan yang menyimpang sebagaimana sudah saya sebut diatas. Semoga...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.