Mengerikan! Mencari Untung dengan Cara "Membunuh Perlahan" Konsumen

INGIN DAPATKAN SAMSUNG GALAXY S6 EDGE GRATIS? BACA [KLIK] CARANYA MELALUI TULISAN INI DI AKHIR TULISAN [BANNER]


Mengerikan, Mencari Untung dengan Cara "Membunuh Perlahan" Konsumen


Merinding saya ketika melihat tayangan dan pemberitaan terkait dengan maraknya beras plastik, bakso berformalin, Mie berformalin, jajanan pasar menggunakan zat pewarna tekstil, dan masih banyak lagi makanan yang dijual dengan mengandung bahan-bahan yang sangat berbahaya tersebut.


Saya jadi berfikir ketika melihat keadaan ini, mungkin ada baiknya setiap keluarga harus memiliki laboratorium khusus di rumahnya. Fungsinya untuk selalu mengecek dan menguji setiap produk yang mereka beli, apakah berbahaya atau tidak ketika akan dikonsumsi.


Kenapa saya menyarankan demikian?


Karena saya beranggapan dan mengambil kesimpulan dengan masih banyaknya kasus beredarnya beras palsu, makanan berformalin dan yang berbahaya lainya, maka itu menunjukan bahwa kita tidak mungkin lagi bisa percaya apalagi hanya mengandalkan kinerja dari BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian.


Saya berfikir sederhana saja begini, Para pelaku kejahatan yang membuka bisnis dan usaha yang memberikan "racun" [baca: makanan dicampur dengan bahan-bahan berbahaya] tersebut, SETIAP HARI mereka membuat strategi bagaimana jualan mereka laku dan laris manis tanpa disadari konsumen.


Sedangkan disisi yang lain, kapan anda melihat kerja dari BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian mengontrol dan mengecek setiap produk yang ada di pasar?.


Apakah anda bisa melihat BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian mengawasi dan mengontrol produk yang anda beli Setiap hari?, Setiap Seminggu sekali?, Sebulan sekali? bahkan saya sendiri belum tentu dalam setahun sekali melihat langsung kerja dari BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian mengontrol dan mengecek produk yang beredar di daerah saya sendiri.


Mungkin boleh saja pihak BPOM bilang, "saya sudah beekrja dan memeriksa produk di pasar aman".


Anda percaya dengan itu? Sekarang begini, misalnya BPOM sudah memeriksa produk-produk yang ada di pasaran, itu mereka lakukan setiap hari? enggak mungkin kan?


Saya berandai-andai jika saya pedagang, cukup ketika sedang akan atau mau dilakukan pengecekan oleh BPOM, pedagang tersebut pasti membuat produknya sebaik dan sesehatmungkin.


Tapi untuk setiap harinya, siapa yang berani menjamin? BPOM gak mungkin snagup bekerja setiap hari mengontrol semua produk yang beredar di pasaran. Ingat ya, sangat tidak mungkin!


Sekarang kita juga tidak mungkin juga meminta supaya para pedagang-pedagang nakal itu untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. Untuk yang satu ini kemungkinanya lebih jauh dari mungkin.


Alasanya sederhana, di negeri ini orang-orang yang seperti itu memang dari awal mereka sudah niat berbuat itu, tujuanya apa, ya lagi-lagi ujung-ujungnya duit. Mereka akan berfikir kebutuhan sekarang serba mahal, cari pekerjaan juga susah, jadi jalan pintas yang seperti itulah yang mereka ambil.


Mereka juga mungkin sudah sadar akan resiko, misalnya resiko dipenjara. Mereka justru ketika dipenjara sekalipun tidak masalah, toh di penjara juga dikasih makan. Jadi emmang sudah sejauh dan separah itulah keadaan yang ada sekarang ini. memprihatinkan memang.


Dengan melihat fakta tersebut diatas, maka saya menyarankan untuk anda yang memang masih mencintai keluarga anda supaya benar-benar mendapatkan makanan yang aman, dan sehat, lagi bergizi, ada baiknya menyediakan laboratorium untuk keluarga.


Maksud dari laboratorium yang saya sebut diatas tentunya jangan diartikan dengan laboratorium yang besar dan alat yang canggih, bukan itu. Maksud laboratorium keluarga yang saya maksud tentunya diawali dari yang sederhana.


Misalnya dengan selalu rajin mengontrol dan mengecek makanan yang kita beli, apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Misalnya untuk menguji apakah beras yang kita beli mengandung plastik atau tidak, periksa terlebih dahulu, caranya bisa membaca tulisan seperti ini "Ini 4 Perbedaan Beras Asli dengan Beras Plastik", baca dengan seksama tulisan yang seperti itu. Sekarang kan sudah banyak tuh tulisan-tulisan yang menulis terkait dengan petunjuk-petunjuk cara mengontrol keslian produk seperti tulisan yang saya contohkan tadi.


Memang harus banyak baca informasi terkait cara menguji sebuah produk dikatakan aman atau tidak, tujuanya agar kita saat membeli dan mengkonsumsi makanan benar-benar aman dan terjamin.


Kita tidak perlu ngomelin BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian, yang ada kita hanya capek sendiri. Emangnya sekarang kita kalau misal mengadu dan meminta agar BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian mengawasi pasar di tempat biasa kita belanja untuk mengawasi dan memeriksa produk-produk yang akan kita beli mereka mau?


Hal itu sangat mustahil terjadi. Alasanya sudah saya sebut diatas, dimana para pelaku kejahatan itu bekerja dan menjual dagangan mereka setiap hari. Sedangkan BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian mungkin kerjanya kita tidak tahu kapan.


Mungkin saat seperti sekarang ini banyak media membongkar dan memberitakan banyaknya kasus beras palsu, kita akan sering mendengar jika BPOM [Badan Pengawasan Obat dan Makanan] maupun pihak kepolisian seolah bekerja. Tapi coba kalau pemberitaan berhenti, maka ya semuanya akan kembali seperti biasa lagi.


Jadi kesimpulan saya, hidup di negeri yang kinerja para aparat terkait belum terlalu bisa diandalkan dengan kinerja yang belum maksimal, maka solusinya hanya satu, yaitu datangnya dari diri kita sendiri. Semakin berhati-hati dalam membeli makanan dan minuman untuk dikonsumsi harus selalu berhati-hati.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.