Inilah Kegagalan-Kegagalan Indonesia yang Terlalu SANGAT Menyedihkan!

INGIN DAPATKAN SAMSUNG GALAXY S6 EDGE GRATIS? KLIK dan BACA CARANYA MELALUI TULISAN INI DI AKHIR TULISAN [BANNER]


Inilah Kegagalan-Kegagalan Indonesia yang Terlalu SANGAT Menyedihkan dan Terkesan DIBIARKAN!


Indonesia sudah sejak ratusan tahun yang lalu dikenal sebagai negeri yang subur dan memiliki kekayaan alam yang begitu berlimpah. Kekayaan alam indonesia bisa dilihat dari kekayaan laut, hutan, tambang emas, batu bara, hingga tanahnya yang begitu subur yang bisa ditanami oleh berbagai jutaan jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan.

Tidak berlebihan jika Indonesia menjadi salah satu negara yang direbutkan oleh para penjajah dari berbagai negara.

Belanda, Inggris, hingga Jepang, mereka semua pernah tergoda dan terbuai oleh kekayaan alam Indonesia hingga mereka berjuang mati-matian ingin menjajah Indonesia.

Pasca kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, boleh saja kita berani mengklaim bahwa bangsa ini adalah bangsa yang sudah merdeka. Mungkin secara defacto memang bangsa kita Indonesia memang sudah bebas dari penjajahan.


Namun ada banyak hal yang membuat kita seharusnya melakukan koreksi apakah benar bahwa bangsa kita ini sudah bebas dari berbagai jenis "penjajahan gaya baru" di era modern seperti sekarang ini?



Di Era modern seperti sekarang ini, mungkin banyak negara-negara lain akan takut jika tiba-tiba saja mereka harus menjajah Indonesia dengan senjata. Tapi itu bukan berarti bahwa keinginan mereka untuk "menjajah" negeri ini dengan cara yang modern dan canggih akan berhenti.



Perlu disadari bahwa setiap negara yang maju dan modern, mungkin setiap hari yang ada di benak mereka adalah, "Bagaimana supaya mereka mampu mengambil untung dan mengeruk habis-habisan semua kekayaan yang ada di Indonesia ini dengan cara yang LEGAL sehingga mereka bisa secara sepuas-puasnya mengeruk habis kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia ini".


Dan ketahuilah bahwa cara yang paling mudah bagi bangsa lain untuk mengeruk kekayaan alam di Indonesia yaitu dengan cara "INVESTASI".


Mungkin boleh saja pihak pemerintah dalam membuat undang-undang atau aturan terkait dengan Investor Asing selalu berdalih jika investasi tersebut selalu MENGUNTUNGKAN BANGSA KITA.


Namun seBESAR-BESARNYA keuntungan yang didapat dari para investor asing tersebut, sebagai orang awam, saya masih bisa berfikir bahwa akan JAUH LEBIH menguntungkan jika kekayaan alam ini DIKELOLA SENDIRI?


Kasus investasi Asing yang saat ini selalu jadi kontroversi yaitu terkait dengan Tambang Gunung Emas di Papua. Secara kasat mata saja bisa dilihat betapa negeri ini akan jauh lebih untung banyak jika tambang Gunung Emas di Papua tersebut dikelola sendiri, bukan dinikmati asing.


Kasus tambang emas di Papua ini hanyalah satu contoh kecil dari banyaknya kasus investasi yang dalam pengerjaanya justru terlalu menguntungkan asing.


Undang-Undang 1945 Pada Pasal 33 ayat 3 yang pasti sudah dihafal oleh semua pejabat negeri ini seolah hanya dianggap sebagai UU tanpa makna.


Kalau memang lupa, ini saya sertakan bunyi dari Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yaitu, "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat".


Tapi sebagaimana yang saya sebut diatas bahwa UU tersebut sepertinya memang hanya dianggap sebagai tulisan tanpa makna yang tidak perlu digubris apalagi untuk dijadikan pedoman dalam membangun sebuah bangsa bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Saya sendiri juga berani memastikan mau berganti berapakali Presiden sekalipun, UU itu hanya akan sebatas tulisan saja tanpa makna. Saya baru percaya jika memang UU itu ada makna sebagaimana yang tertulis, ketika nantinya ada Presiden yang berani menasionalisasikan kekayaan-kekayaan Alam Indonesia yang selama ini dikuasai Asing menjadi benar-benar dikuasai dan dikelola oleh NKRI sekaligus digunakan untuk kesejahteraan bangsa sendiri.


Jika masih tetap tidak bisa, saya sarankan GANTI saja tuh UUnya.


Dari kondisi tersebut diatas, melalui tulisan ini saya juga ingin memberikan saran dan masukan serta koreksi bahwa di Indonesia ini memang terlalu banyak kemudahan untuk mencari hal-hal yang memang secara kasat mata begitu mudah kita lihat yang sebenarnya itu jangan sampai terjadi.


Berikut ini merupakan beberapa hal kegagalan-kegagalan Indonesia yang terlalu menyedihkan yang seharusnya tidak boleh terjadi.


Negeri Mayoritas Petani tapi Import Produk Pertanian



Untuk anda yang mungkin lupa bahwa negeri kita ini adalah mayoritas penduduknya adalah petani, ketahuilah bahwa hingga detik ini kita belum terbebas dari yang namanya import produk pertanian dan perkebunan. Mulai dari beras, kedelai, bawang putih, bawang merah, bahkan buah-buahan yang sebenarnya begitu mudah tumbuh di tanah yang subur di Indonesia juga banyak yang import.


Mungkin kalau kita import produk-produk elektronik, produk-produk yang berbau industri, itu masih kita anggap wajar karena memang bangsa kita bukan bangsa Industi.


Tapi anda tentunya bisa membayangkan betapa seharusnya bangsa ini teramatsangat malu jika menyandang sebagai negeri agraris dan negeri yang didalamnya dihuni oleh mayoritas para petani, akan tetapi justru masih banyak produk-produk pertanian yang harus import?



sumber gambar: mongabay.co.id


Terlalu panjang jika harus menjabarkan betapa tragis dan begitu menyedihkan nasib pertanian di Indonesia lengkap dengan penderitaan para petaninya yang tidak pernah ada yang berani menjamin kapan petani akan menikmati yang namanya hidup sejahtera :-(


Belum lagi kalau bicara hal yang terkait dengan politik dan mental-mental korup pejabat di negeri ini, yang jika disebutkan semua, yang ada hanya menambah emosi dan rasa pesimistis saja!


Negeri Kaya Lautan Tapi Import Garam


Jika anda juga masih belum sadar dan belum tahu bahwa negara bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia ini mayoritasnya berupa lautan. Silahkan buka peta dan dilihat sendiri bahwa negeri kita memang didominasi lautan.


Tapi coba apa yang terjadi dengan bangsa kita, hingga detik ini, negara yang didominasi lautan ini, ternyata masih import yang namanya garam.


Jika negara kita adalah negara yang tidak memiliki lautan, kemudian Import garam, hal itu tentunya sangatlah wajar, bahkan orang akan berfikir bahwa dalam kondisi tersebut, import garam adalah sebuah kewajiban dan keharusan.


Tapi bayangkan jika kita ini adalah bangsa yang didominasi lautan, akan tetapi sampai melakukan import garam, bukankah tidak berlebihan jika ada yang berpendapat jika ini sebuah kondisi yang teramat sangat memprihatinkan sekaligus memalukan?


Ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang Harus Bekerja untuk Bangsa Lain karena Tidak Dihargai di Negaranya Sendiri


Saya tidak perlu menyebutkan satu persatu ilmuwan-ilmuwan terbaik bangsa ini yang pernah dan hingga detik ini mereka harus mengabdi kepada negara lain karena di bangsa ini mereka kurang dihargai.


Kalau boleh disebut cukuplah kita sebut BJ Habibie, atau yang mungkin beberapa saat yang lalu ramai dibicarakan terkait Ricky Elson yang harus mengabdi untuk Jepang, bahkan beberapa karyanya sudah dipatenkan oleh negeri Jepang tersebut.



Walaupun saat ini kabar baiknya, Ricky Elson sudah mempunyai komitmen yang sangat membanggakan karena mau dihargai atau tidak oleh bangsa ini, Ricky Elson melalui akun facebook pribadinya sudah memutuskan untuk terus mengabdi kepada negeri ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Saya sendiri yang pernah sempat mendapatkan teguran langsung dari Bung Ricky Elson melalui inbox di facebook beberapa saat yang lalu agar dalam melakukan untuk negeri ini agar tidak perlu menunggu dihargai atau tidak, mau dipuji atau tidak, tetaplah memberikan kontribusi kepada tanah kelahiran kita Indonesia.


Namun saya sebagai orang awam biasa tetap saja masih gregetan ketika masih mendengar ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang masih bekerja di negara lain karena alasan di negara kita sendiri mereka kurang dihargai.


Kalau disebut satu persatu mungkin begitu banyak hal-hal yang begitu sangat memprihatinkan di Indonesia tempat lahir beta.


Terkadang saya juga berfikir, mungkin akan lebih baik sebelum bangsa ini berfikir bagaimana supaya bisa memiliki teknologi yang canggih dalam teknologi militer, teknologi mobil, dan yang lainya, mungkin akan lebih baik jika yang saat ini teramat sangat penting yaitu bagaimana kita sebagai negeri para petani agar jangan sampai import produk pertanian dan perkebunan lagi.


Hal yang lain juga harus dikejar bagaimana supaya di negeri kita yang begitu kaya lautan, jangan sampai kita import garam lagi.


Syukur-syukur sudah seharusnya sebagai negeri para mayoritas petani, sudah seharusnyamelakukan ekspor beras dan hasil pertanian dan hasil perkebunan yang lain.


Mungkin untuk anda yang bekerja atau terkait di bidang yang saya sebut diatas, anda pastinya memiliki berjuta dalih dan mencari PEMBENARAN atas kinerja anda, namun sebagai awam kami memang hanya bicara tentang apa yang saya lihat dan kami alami sendiri. Jadi jika anda memiliki pendapat yang berbeda, itu hak anda.


Walaupun memang tulisan ini hanya bermaksud sebagai kritik dan masukan saja serta sebuah keprihatinan saya sebagai seorang anak petani yang sudah malas bertani karena menjadi petani di Indonesia hanya mengantarkan kita kepada kemiskinan dan jauh dari kesejahteraan.


Sebagai penutup memang biar terkesan bijak, sebagai penulis dalam blog ini, sudah seharusnya memang tetap harus memberikan pemikiran positif walau dalam kondisi bangsa ini yang sebegitu terpuruknya. Ya, semoga saja deh bangsa ini menjadi bangsa yang semakin baik lagi.


Secara pribadi saya juga ingin mengajak sebagaimana beberapa saat yang lalu Bung Ricky Elson pernah memberikan nasihat kepada saya, hal yang sama juga ingin saya sebarkan kepada generasi muda khususnya atau siapapun yang membaca tulisan ini agar supaya ikut berkontribusilah terhadap negeri kita Indonesia. Sekecil apapun itu, dihargai atau tidak, diperhatikan pemerintah atau tidak, yang terpenting buat kita adalah mari berbuat dan berbuat yang terbaik untuk bangsa kita, Indonesia!


semoga kita bisa...!


Jika anda sepemikiran dengan pendapat saya melalui tulisan ini, silahkan sebarkan dan bagikan agar pembaca juga memiliki pendapat yang sama...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.