Begitu Hinakah Indonesia di Mata Malaysia dan Dunia?

Begitu Hinakah Indonesia di Mata Malaysia dan Dunia? Atau memang Indonesia Pantas Dihina?


Jika Indonesia tidak ingin dihina terus sebagai negara pengirim pembantu rumah tangga ke Malaysia, Sediakan lapangan kerja untuk warga negara Indonesia yang layak untuk memenuhi keluarganya. |gambar: detikNewsMirs!, sedih, dan gregetan! Sudah jenuh dan muak melihat kondisi penegakan hukum yang kacau balau, gelar negara terkorup yang tidak kunjung hilang, kini hinaan datang kembali menimpa bangsaku, Indonesia!


Saya sudah jarang menulis akhir-akhir ini, tapi membaca pemberitaan terkait Iklan di Malaysia ini, saya langsung ikut geram dan gregetan banget dengan kasus ini. Ternyata pemberitaan terkait dengan "Iklan 'Pecat TKI' di Malaysia" ini memang sudah masuk jadi topik fokus berita di detikNews.


Setelah saya baca dengan seksama berbagai pemberitaan dan opini publik atas kasus ini. Termasuk juga beberapa respond orang-orang malaysia di berbagai jejaring social media, ternyata semua berawal dari sebuah perusahaan yang menjual produk pembersih.


Entah apa alasan dan pertimbangan dari perusahaan tersebut kok bisa-bisanya punya ide untuk membuat tagline yang berbunyi "Fire Your Indonesian Maid".


Dengan tagline tersebut, pihak perusahaan seolah-olah ingin bilang kepada para calon pembeli produk mereka, supaya para calon pembeli agar supaya pecat saja pembantu asal Indonesia anda dan gantilah dengan produk pembersih mereka.


Nah, disinilah saya sebagai orang Indonesia ikut merasa gregetan banget dengan perusahaan tersebut. Yang saya juga heran, kenapa sih pihak perusahaan tersebut harus menyebutkan nama Indonesia?


Bukankah tanpa menyebutkan nama Indonesia saja, itu menurut saya sudah merendahkan profesi para pembantu rumah tangga yang mereka juga manusia yang perlu dihargai profesinya.


Apalagi saat ini istilah pembantu rumah tangga juga sudah diganti dengan istilah yang lebih manusiawi yaitu dengan sebutan Asisten Rumah Tangga. Dari kejaduan ini kemudian saya jadi bertanya dalam hati saya, "Begitu hinakah image orang Indonesia di Malaysia dan di mata Dunia?


Atau kadang saya juga berfikir, bahwa mereka yang membuat tagline itu adalah orang Malaysia yang memang sangat membenci Indonesia sehingga mereka punya ide tersebut dengan tujuan ingin melecehkan orang-orang Indonesia yang dikenal bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia?


Pertanyaan lain juga muncul dalam benak saya, Apakah memang secara fakta dan data, orang-orang di Malaysia dibentuk imajinasi mereka jika mendengar kata Indonesia, maka yang mereka ingat hanya para pembantu-pembantu asal Indonesia yang bekerja di Malaysia?


Ketika kasus ini menyebar hingga ke penjuru dunia karena tersebar melalui jejaring social media, saya takutnya image Indonesia di luar negeri sana memang populer dengan banyaknya orang-orang Indonesia yang jadi pembantu di banyak negara?


Secara data dan fakta, jumlah orang Indonesia yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri memang banyaknya minta ampun. Melihat data ini, saya kemudian juga jadi bertanya dalam hati saya, "Jika pada kenyataanya memang orang Indonesia banyak menjadi pembantu di negeri orang, apakah kita akan mampu mencegah opini dunia jika memang ketika mendengar kata pembantu maka mereka ingat Indonesia?"


Entahlah, saya sendiri tetap saja ingin mengambil pemikiran jalan tengah terkait kasus ini. Pertama, apapun alasanya, tagline iklan tersebut sangatlah tidak tepat dan tidak menghargai profesi pembantu rumah tangga apalagi dikhususkan menyebut pembantu dari Indonesia.


Hal ini benar-benar snagat mencoreng dan memalukan bangsa kita, Indonesia. Kedua, Pemerintah Indonesia harus tegas dan berani menuntut pihak perusahaan tersebut khususnya pihak-pihak yang memang terkait dan terlibat dengan munculnya tagline yang sangat menghina bangsa kita, bangsa Indonesia!


Ketiga, Saya berharap banget pemerintahan Jokowi khususnya melalui Kementrian ketenagakerjaan, tidak bisakah anda membuat lapangan kerja baru di negeri bernama Indonesia yang katanya subur makmur lengkap dengan kekayaan alamnya yang luar biasa ini?!


Apakah anda tidak mampu menciptakan lapangan kerja di dalam negeri hingga akhirnya melakukan pembiaran orang-orang Indoensia harus mencari rizqy di luar negeri dengan menjadi pembantu?


Apakah anda sebagai meneteri tenaga kerja tidak malu DIHINA dengan begitu sangat memalukan aib bangsa kita bangsa Indonesia yang dianggap sebagai negerinya para pembantu oleh Malaysia?


Saya ingin menegaskan disini bahwa kasus ini harus benar-benar dijadikan koreksi oleh pemerintahan Jokowi. Khususnya melalui kementrian tenaga kerja agar menciptakan banyak lagi lapangan pekerjaan di negeri sendiri.


Jika pemerintah masih belum mampu menciptakan banyak lapangan ekrja di negeri sendiri, maka jangan terlalu salahkan Malaysia atau bahkan seluruh dunia jika mereka akan menyebut dan mengenal bangsa Indonesia sebagai bangsa yang penduduknya banyak menjadi pembantu di rumah-rumah penduduk di berbagai dunia, karena itu memang kenyataanya?!.


Agar itu tidak terjadi, maka segerakan Ciptakan lapangan kerja di negeri kita sendiri, bangsa Indonesia! Saya mengutuk mereka yang menghina para pembantu Indonesia di Malaysia, tapi saya lebih mengutuk pengelola negara yang gagal menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk warga negaranya sendiri sehingga mengakibatkan banyaknya TKI bekerja jadi pembantu rumah tangga di luar negeri. gambar: detikNews

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.