Wakil Ketua KPK Resmi Ditangkap POLRI, Cicak Vs Buaya Akan Berulang?

Wakil Ketua KPK RESMI Ditangkap POLRI? Cicak Vs Buaya Akan Berulang?


Barusaja lihat Breaking NEWS disalah satu TV Swasta menyebutkan Klarifikasi POLRI bahwa memang benar Bahwa Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap oleh POLRI berkaitan dengan kasus pemilukada tahun 2010. Saat ini Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto masih dalam proses pemeriksaan.

Kronologi Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh POLRI


Informasi ini berawal dari ajudan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang menyatakan jika Wakil Ketua Bambang Widjojanto Ditangkap oleh seseorang yang mengaku dari Bareskrim POLRI.

Mendengar informasi ini, Johan Budi melakukan konfirmasi kepada pihak POLRI menyatakan bahwa Bareskrim tidak melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua Bambang Widjojanto.

Namun kabar terbaru sudah dilakukan konfirmasi oleh bareskrim bahwa kabar tersebut memang benar bahwa Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto resmi ditangkap oleh POLRI dan dijadikan Tersangka dengan 3 alat bukti yang sah versi POLRI.

Dengan adanya informasi ini, tentunya akan menjadi heboh karena saat ini antara POLRI dan KPK memang terkesan sedang "panas" pasca ditetapkanya Calon kapolri Tunggal DItetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

Hingga saya membuat tulisan ini, pihak KPK terus melakukan kordinasi dengan pihak POLRI terkait adanya dugaan bahwa Wakil Ketua Bambang Widjojanto Ditangkap POLRI.

Dengan dipastikanya penangkapan POLRI terhadap Wakil Ketua Bambang Widjojanto Ditangkap POLRI ini, satu yang membuat kita bertanya adalah masih adanya kurang kordinasi antar lembaga negara dalam hal ini antara KPK dan POLRI yang masih saja berseteru ketika menangani kasus-kasus tertentu.

Kondisi yang seperti ini tentunya sangat memprihatinkan dan membuat citra buruk bangsa ini dalam hal kordinasi antar penegak hukum.

Kita bisa membayangkan betapa berbahayanya ketika antar penegak hukum sendiri sudah tidak saling akur dan terkesan selalu ada "konflik" dalam menangani kasus.

Tentunya kita berharap kasus Cicak Vs Buaya yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu tidak terulang lagi.

Saya sendiri meyakini bahwa mereka-mereka yang saat ini mengacaukan perpecahan diantara kubu POLRI dan KPK, tentunya adalah orang-orang atau kelompok yang memang mendapatkan "KEUNTUNGAN" jika KPK dan POLRI tidak akur.

Dengan ketidakakuran KPK dan POLRI sebagai penegak hukum, tentunya para pelaku kejahatan seperti Koruptor dan yang lainya akan merasa diuntungkan.

Dengan kondisi ini saya sendiri berharap semoga saja antara KPK dan POLRI harus akur dan bersatu padu bekerjasama untuk memberantas pelaku kejahatan dan para pelaku koruptor, bukan justru melindungi ataupun melakukan politisasi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.