Miris, Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi Tersangka Korupsi

Calon Kapolri Tersangka Korupsi: Kesalahan Jokowi dalam Proses Seleksi?







Kontroversi terkait pencalonan tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan sebenarnya sudah muncul sejak awal. Hal ini dikarenakan banyak pihak sudah mengingatkan Jokowi yang tidak melibatkan masukan KPK untuk memastikan calon Kapolri bukanlah orang-orang yang terlibat kasus-kasus korupsi.

Namun sepertinya Jokowi entah apa pertimbanganya seolah-olah begitu Percaya diri jika Komjen Budi Gunawan adalah orang terbaik yang layak menjadi calon tunggal Kapolri.

Komjen Budi Gunawan Pernah jadi Calon Menteri yang Diberikan "Raport Merah" Oleh KPK, Kenapa Jokowi "ngotot" menjadikanya Calon Tunggal Kapolri?


Melalui tulisan ini saya juga tidak ingin berdebat soal ini yang dikaitkan dengan isu politiklah, inilah, itulah, saya hanya ingin menegaskan dan hanya ingin tahu kebenaran. Memang hanya Tuhan yang secara mutlak bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tapi setidaknya selama ini kita masih bisa percaya kredibilitas KPK yang selama ini belum pernah salah tangkap karena ketika sudah berani menetapkan Tersangka Korupsi selalu disertai dengan bukti yang cukup kuat.

Bahkan berdasarkan konfrensi Pers KPK, dengan tegas Abraham Samad sudah tegas sebutkan bahwa pada saat pencalonan menteri kabinet Jokowi, nama Komjen Budi Gunawan sudah diberikan tanda raport merah oleh KPK. Saat itu Jokowi juga tidak menjadikan Komjen Budi Gunawan jadi salah satu menteri.

Tapi aneh dan lucunya, kenapa Jokowi yang sudah tahu jika nama Komjen Budi Gunawan sudah diberikan "label" merah oleh KPK akan tetapi justru tetap menjadikan Calon Tunggal Kapolri?

Padahal sebelumnya menurut pihak Polri, nama Komjen Budi Gunawan sudah dinyatakan bersih dari kasus korupsi. Saya juga jadi berfikir tentang bagaimana cara penyelidikan yang dilakukan oleh Polri yang menyatakan jika Komjen Budi Gunawan sudah bersih dari kasus korupsi, akan tetapi justru oleh KPK ditetapkan jadi tersangka korupsi.

Kalau saya ditanya lebih percaya Kompolnas atau KPK, dengan tegas saya pastikan jika saya masih lebih percaya KPK berdasarkan rekam jejak dan kwalitasnya.

Sulitnya Menemukan Orang Bersih dalam Kubu KAPOLRI?


Sambil kita menunggu pembuktian terkait apakah calon kapolri tunggal Komjen Budi Gunawan bersalah atau tidak di pengadilan nantinya, saya jadi berfikir begini, Begitu sulitkah menemukan Calon Kapolri yang JUJUR, BERSIH, dan BERKWALITAS?

Saya berani katakan sulit karena beberapa kali isu pergantian Kapolri seolah selalu saja calonya sedikit. Demikian juga saat Jokowi yang hanya memilih satu calon tunggal kapolri bernama Komjen Budi Gunawan.

Bukankah hal ini menggambarkan dan memiliki kesan bahwa dalam memilih calon Kapolri terkesan sulit dan tidak banyak yang memenuhi syarat?

Dugaan tersebut diperkuat dengan banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi Kapolri. Hal itu belum lagi jika kita bicara soal kasus rekening gendut para pejabat tinngi Polri yang hingga detik ini isu ini belum berhenti jadi buah bibir.

Jika kondisi ini dibiarkan tentunya image POLRI akan semakin terus buruk. Jika bicara memperbaiki POLRI, maka mau tidak mau, suka tidak suka, semuanya harus diawali dari kubu Polri itu sendiri untuk mau memperbaiki diri mereka.

Bolehsaja pihak Polri beranggapan untuk memperbaiki kubu Polri, gaji Polisi harus dinaikan. Pendapat itu mungkin tidak semuanya salah, tapi juga tidak jadi jaminan jika gaji yang tinggi akan membuat Polri menjadi bersih.

Memang susah banget kalau bicarain mental-mental Polri atau pejabat negara. Mereka selalu bicara minta gaji besar dulu baru menjanjikan akan bekerja baik. Ibaratnya kalau dalam dunia kerja, mereka seolah Karyawan yang bilang ke bossnya begini, "Saya gaji besar dulu, baru nanti saya kerja dengan baik".

Nah, bayangin jika ada karyawan bilang begitu sebelum kerja, maka saya pastikan si boss takan sudi menerima karyawan mental begitu. Karena dimanapun logika sehat kita sepakat bahwa untuk mendapat gaji besar, tentunya harus tunjukin kerja yang baik dan berkwalitas dulu, baru kemudian minta gaji yang tinggi.

Tapi inilah lucunya yang terjadi di Indonesia, dimana hampir semua pejabat tinggi, birokrasi sampai ke PNS yang berplat merah termasuk Polri, mereka mintanya ingin digaji uang tinggi dulu, baru menjanjikan kerja yang bagus.

Anda mau protes dengan kondisi ini? mau protes kemana? caranya bagaimana?

Kalau saya yach cuman bisa protes lewat tulisan ini saja, kalaupun mungkin tidak didengar oleh Kapolri atau Jokowi, setidaknya saya sudah keluarkan pendapat saya pribadi :-)

gambar: detik.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.