"Perang" KPK VS POLRI Dimulai, Anda Dukung KPK atau POLRI?

Sepertinya terlalu naif jika kita mencoba berpura-pura tidak tahu bahwa KPK dan POLRI memang tidak akur. Khususnya ketika ini terkait dengan penangkapan ataupun kasus dugaan keterlibatan antar pejabat-pejabat tinggi di masing-masing pihak KPK maupun POLRI.

Kalau kita runtut hal ini bermula dari adanya isu cicak versus Buaya beberapa tahun yang lalu, kemudian isu seperti ini berlanjut saat ditangkap dan dijebloskanya petinggi Polri ke penjara oleh KPK.

Isu perseteruan antara Polri dan KPK memang sempat terhenti ketika tidak ada kasus demi kasus yang melibatkan petinggi diantara POLRI dan KPK. Namun hari ini kita kembali melihat perseteruan yang terjadi antara KPK Vs Polri.

Hal ini terlihat saat penetapan Calon tunggal Kapolri Budi Gunawan ditetapkan tersangka oleh KPK. Dengan ditetapkanya Calon tunggal Kapolri sebagai tersangka oleh KPK tentunya membuat geram para politisi yang sudah begitu bulat mendukung Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.

Beberapa politisi yang mendukung pencalonan Kapolri Budi Gunawan beranggapan jika penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi sudah dipolitisi, menurut saya anggapan tersebut sangat tidak masuk akal.

Yang saya maksudkan tidak masuk akal itu begini,

Jika misalnya dalam proses dipilihnya Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri itu tidak didukung oleh banyak parpol, mungkin sangat wajar jika orang berpendapat jika penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK sudah dipolitisasi.

Namun fakta yang terjadi, yang menolak Budi Gunawan sebagai Polri hanyalah dari kubu partao Demokrat sehingga sangat lucu ketika penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK sudah dipolitisasi.

Justru kalau saya sebagai orang awam boleh melakukan kecurigaan sebagaimana yang mereka tuduhkan, saya justru bertanya, Kenapa semua politisi [selain p.demokrat] kok ramai-ramai mendukung Budi Gunawan menjadi Kapolri? Padahal jelas-jelas KPK sudah menetapkan Budi Gunawan sebagai Tersangka.

Bukankah fakta membuktikan bahwa selama ini KPK dalam menetapkan tersangka kepada seseorang selalu tidak pernah meleset karena mereka memiliki bukti yang sangat kuat.

Mungkin boleh saja beberapa saat yang lalu kita dikejutkan dengan salah satu kader PDIP yang mengatakan bahwa penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK dikarenakan kekecewaan Abraham Samad yang saat itu tidak terpilih sebagai Calon Wakil Presiden Jokowi. Dan menurut salah satu kader PDIP tersebut menyebutkan jika yang menggagalkan Abraham Samad gagal menjadi calon wakil presiden Jokowi saat itu dikarenakan oleh Budi Gunawan. Silahkan anda bisa tonton pengakuan kader PDIP tersebut terkait hal ini DISINI.

Tuduhan dari kader PDIP tersebut diatas tentunya sangat aneh, anehnya begini, Bahwa setiap keputusan yang diambil oleh KPK dalam menangani sebuah kasus, bukanlah dibuat oleh Abraham Samad melainkan merupakan hasil keputusan pimpinan kolektif KPK. Jadi kalaupun misalnya tuduhan dari kader PDIP tersebut benar, maka sangat sulit kita percaya bahwa semua pimpinan KPK yang lain mampu ditekan oleh Abraham Samad semata.

Dan sekarang ini ketika POLRI secara resmi telah menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam kasus pemilukada tahun 2010 yang lalu tentunya akan jauh lebih menunjukan betapa ada kemelut dan "perang" antara KPK dan POLRI.

Kasus ini kalau saya mengibaratkan ini sebuah permainan catur, ketika KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka adalah memakan bidak "Ster", maka kemudian Polri ingin membalas untuk memakan "bidak" ster juga atas nama penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Apa yang saya tuliskan ini memang semuanya masih dalam sebuah dugaan dan saya juga berharap dugaan saya ini SALAH.

Karena jika dugaan saya terkait adanya "peperangan" dikubu KPK dan POLRI adalah benar, maka hal ini tentunya teramat sangat berbahaya.

Bahaya yang saya maksudkan yaitu dikhawatirkan penanganan kasus yang dilakukan oleh KPK maupun POLRI hanya akan berdasar kepentingan mereka saja.

Maksudnya begini, KPK menangkap Budi Gunawan ketika Budi Gunawan sudah ditetapkan sebagai calon tunggal Polri oleh Jokowi, padahal dugaan kasus Budi Gunawan sudah diselidiki sejak beberapa tahun yang lalu. Demikian juga dengan ditangkapnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh POLRI dilakukan sekarang, padahal katanya kasus tersebut berlangsung sudah sejak tahun 2010 yang lalu.

Nah, dengan melihat data dan fakta tersebut diatas tentunya jangan salahkan jika rakyat sebagian menilai jika memang penanganan kasus yang dilakukan oleh KPK dan POLRI hanya berdasarkan moment tertentu saja. KOndisi inilah yang saya nilai teramat sangat berbahaya.

Namun terlepas dari asumsi dan dugaan saya sebagai orang awam tersebut, ada sebuah fakta menarik dalam peristiwa demi peristiwa ini.

Dimana saat kasus cicak versus buaya pada saat itu hampir sebagian rakyat mendukung KPK. Namun pada saat ini, entah dengan alasan apa, sepertinya antara kubu yang mendukung Polri dan KPK seolah seimbang.

Jadi, dalam kondisi seperti ini, semuanya tentunya dikembalikan kepada diri anda masing-masing, apakah anda akan lebih mendukung POLRI atau KPK, itu adalah hak anda.

Kalau untuk saya sendiri sebenernya saya sangat mendukung agar kedua belah pihak antara POLRI dan KPK seharusnya saling akur dan bahu membahu bekerjasama memberantas setiap kejahatan yang ada khususnya kasus-kasus Korupsi yang memang harus dilawan bersama-sama!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.