Kemelut KPK Vs POLRI: SBY Lebih Tegas dari Jokowi?

Kemelut KPK Vs POLRI: SBY Lebih Tegas dari Jokowi?


2a92ac19e4899cc56330516f84e9b51f_sby-lebih-tegas-dari-jokowiKemelut yang terjadi antara KPK Vs POLRI sepertinya masih akan terus berlanjut. Hal ini sangat terlihat jelas dengan dilaporkanya tiga pimpinan KPK ke pihak kepolisian dengan berbagai tuduhan.

Beberapa diantara mereka yaitu ada Bambang Widjojanto, Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja. Pimpinan KPK yang lain, Zulkarnain juga terancam akan ikut dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Bahkan yang menghebohkan lagi ada pihak yang mengatakan jika SEMUA Pimpinan KPK akan dilaporkan ke POLRI [Baca juga: Semua Pimpinan Akan Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan KPK |detiknews [26/1/15]

Kondisi ini menurut saya jauh lebih parah dari kondisi saat kasus "Cicak Versus Buaya" beberapa tahun yang lalu. Dimana saat itu hanya dua pimpinan KPK yang diperkarakan oleh POLRI, sedangkan sekarang ini, sudah tiga yang laporkan bahkan diduga akan dilaporkanya semua pimpinan KPK ke POLRI dengan berbagai kasus.

Melihat kondisi ini, masihkah kita akan bilang supaya Presiden sebagai orang nomor satu di negeri ini akan diam saja? atau bolehlah Presiden Jokowi sudah berbicara atas kasus ini, namun sebagaimana banyak pengamat katakan itu hanya respond yang sangat normatif saja.

Selama ini Jokowi hanya ingin ambil jalan aman [tengah] saja yaitu dengan berbicara supaya POLRI dan KPK harus OBYEKTIF dan transparan dalam penanganan kasus. Jokowi juga meminta supaya dalam penanganan kasus jangan ada Kriminalisasi. Jokowi juga sempat mengatakan supaya jangan ada INTERVENSI dari pihak manapun.

Nah, terkait dengan Intervensi, menurut saya, Intervensi yang dilakukan oleh seorang Presiden itu justru pada saat tertentu sangat dibutuhkan. Kalau Jokowi bilang jangan ada Intervensi, buat apa Jokowi bentuk TIM dalam kasus ini?

Bukankah pembentukan TIM, kemudian melakukan pertemuan antara POLRI dan KPK juga pihak-pihak terkait lainya, Bukankah itu juga sebenernya salah satu bentuk Intervensi?

Jika memang Jokowi dan pihak-pihak lain tidak ingin melakukan Intervensi, ya saran saya Jokowi tidak perlu membentuk TIM Khusus, Jokowi juga tidak perlu melakukan pertemuan-pertemuan dengan pihak manapun.

Jika Jokowi dan pihak lain tidak ingin melakukan Intervensi, maka Jokowi kemarin cukup saja dengan pidato pertamanya dan cukup dengan bicara bahwa jangan ada intervensi, harus Obyektif, jangan ada kriminalisasi. Sudah, itu saja sudah lebih dari cukup jika memang Jokowi tidak ingin melakukan adanya intervensi.

Menurut saya Intervensi seorang Presiden dalam kondisi tertentu memang sangat dibutuhkan. Termasuk dalam kasus kemelut KPK Vs POLRI yang sekarang terjadi makin parah dibandingkan sebelumnya.

Saya justru jadi membandingkan bahwa SBY ternyata lebih tegas dari Jokowi dalam penanganan kemelut KPK Vs POLRI.

SBY yang oleh beberapa orang dianggap terlalu kalem dan terkesan berhati-hati, justru saat menangani kasus Cicak versus Buaya antara KPK Vs POLRI saat itu lebih tegas. Ketegasan SBY terlihat jelas ketika menyuruh agar kasus yang terjadi antara KPK Vs POLRI saat itu untuk dihentikan.

Ketegasan SBY juga terlihat ketika saat penanganan kasus Korupsi yang menjerat petinggi POLRI Joko Susilo saat itu agar ditangani KPK.

Nah, ketegasan yang dilakukan SBY itu memang menurut saya tepat. Walaupun mungkin bagi sebagian orang akan mengatakan bahwa intervensi SBY dianggap mencederai hukum, bagi saya tidak. Alasan saya sederhana saja. Memang kita harus taat dan menghargai proses HUKUM, Tapi Bukan HUKUM yang Dikriminalisasi. [Baca juga: KPK Vs POLRI: Hormati Hukum, Tapi Bukan Hukum yang Dikriminalisasi! ]

Sejauh ini, saya tetap masih beranggapan bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Jokowi untuk menyelesaikan kemelut antara KPK Vs POLRI masih jauh dari harapan. Kondisi ini tentunya teramat sangat menguntungkan para KORUPTOR dan para Calon KORUPTOR yang tentunya berpesta pora jika melihat KPK saat ini kondisinya tengah PORAK PORANDA!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.