Tentang Jalan Rusak yang Berbahaya dan Menyebalkan!

Tentang Jalan Rusak yang Menyebalkan dan Membahayakan bak Pelaku Pembunuhan


7f6355c56a035050b071458df5adcc52_jalan-rusakJalan rusak dan bergelombang di daerah Kutoarjo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. |Gambar: koleksi pribadi

Jujur saja saya ini termasuk orang yang setiap mau bayar pajak itu rasanya males banget. Apalagi kalau mau bayar pajak sepeda motor, rasanya ingin banget tidak usah bayar pajak. Alasan saya simple karena setiap saya mau bayar pajak motor, yang aku inget itu masih banyaknya jalan yang rusak dan sangat menyebalkan.

Mungkin kalau petugas pajak yang membaca pernyataan saya diatas, mungkin mereka akan menangapinya dnegan ungkapan seperti ini,
"Nah, justru itulah karena masih banyak jalan rusak, anda sebagai warga negara yang baik harus bayar pajak biar nanti jalanya diperbaiki".

Nah seperti itulah kalau saya mencoba membaca benak dan apa yang ada di isi kepala mereka.

Namun sebagai warga negara yang sudah selalu membayar berbagai pajak yang disetorkan negara, saya mempunyai saran dan pendapat yang berbeda.
Jika negara menginginkan rakyat jadi lebih rajin bayar pajak, seharusnya pemerintah harus berikan pelayanan yang baik kepada rakyat. Pelayanan yang dimaksud tentunya dengan menggunakan uang pajak untuk pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat salah satunya fasilitas jalan raya yang baik.

Saya sendiri sering melakukan perjalanan di setiap akhir pekan. Saya tiap hari Jumat atau Sabtu selalu melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Kebumen, dan di hari Senin Paginya dari Kebumen menuju Yogyakarta.

Dalam melakukan perjalanan saya menggunakan sepeda motor. Dalam melakukan perjalanan selama di Yogyakarta memang jalanya mulus banget dan lebar sehingga sangat nyaman selama melakukan perjalanan.

Tapi begitu memasuki daerah Kutoarjo tepatnya kalau dari arah Yogyakarta menuju kebumen (ke arah barat), maka mulai jembatan Kali Jali Kutoarjo ke arah barat hingga melalui stasiun Kutoarjo dan terus ke barat hingga di depan Jembatan Timbangan, jalanya benar-benar menyebalkan.



Jalanya bergelombang dan sudah bertahun-tahun seolah tidak ada perbaikan. Kalaupun ada perbaikan, itu hanya tambal sulam saja yang itupun tidak ada satu bulan sudah pada rusak kembali. Kondisi ini tentunya membuat saya sangat tidak nyaman selama melakukan perjalanan.

Jika sudah memasuki wilayah jalan tersebut, saya selalu memilih untuk berjalan pelan. Tapi ketika jalan pelan ternyata juga beresiko karena banyak bus dan truk yang suka ngawur ketika dijalan sehingga harus berkali-kali kena bunyi klakson. Karena kondisi jalan yang sangat sempit sehingga kita mengendarai motor secara pelan, maka jika bus mau nyalib sedangkan di depan sambil berpapasan kendaraan yang lain maka hampir tidak muat, itu kenapa bus selalu membunyikan klakson mereka, padahal kita sudah menepi.

Belum lagi untuk mereka yang baru pertama melewati daerah ini tentunya sangat disarankan berhati-hati. Karena dalam kondisi malam yang minim penerangan, jalan yang rusak dan bergelombang tentunya sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Kondisi ini benar-benar teramat sangat menyebalkan tidak hanya pengguna jalan lain tapi ini juga yang saya rasakan. Setiap melewati jalan itu, yang ada dibenak saya itu hanya menahan emosi dan marah serta penginya menghujat siapapun yang bertanggungjawab untuk memperbaiki jalan ini semoga saja hidupnya selalu susah dan doa-doa yang buruk deh.

Saya juga selalu mengucap di batin saya setiap melewati jalan yang rusak itu begini,
"Jalan sejelek ini apa Bupati sama Gubernurnya gak malu yah punya jalan sejelek ini".

Selain ungkapan itu saya juga dalam ahti kadang berfikir begini,
"Ini jalan rusak begini bertahun-tahun gak diperbaiki, kalaupun diperbaiki cuma ditambal sulam yang itu tetap saja menambah jalan menjadi bergelombang, apakah dananya memang tidak ada, atau justru malah DIKORUPSI?"

Nah, begitu di batin saya sampai berfikir kalau sampai dana untuk perbaikan jalan ini sebenarnya ada akan tetapi justru dikorupsi, maka saya dalam hati langsung berdoa semoga koruptornya taubat dan mengembalikan dananya untuk memperbaiki jalan. Tapi kalau sampai udah korupsi tapi tetap gak taubat, maka saya doakan semoga mereka yang korupsi hidupnya susah dan menderita terus!.

Saya sendiri meyakini semua pengendara jalan yang melewati jalan rusak tersebut memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Kalau memang tidak percaya, silahkan anda coba sendiri.

Bahkan jika perlu, silahkan sekali-kali bupati sama Gubernurnya lewat jalan disitu pakai motor deh biar bisa ngerasain.

Dari cerita saya ini sebenarnya mungkin masalah rusaknya jalan itu masih menjadi masalah besar tidak hanya di daerah saya saja tapi juga menyebar hampir di berbagai wilayah di Indonesia. Saya sendiri pernah merasakan betapa menderitanya warga di daerah-daerah pedalaman yang jangankan jalan aspal, jalan mereka yang masih berbentuk lumpur juga masih banyaknya luar biasa.

Kondisi tersebut tentunya harus dijadikan perhatian khusus untuk semua pejabat negara atau pihak-pihak manapun yang memang memiliki tanggungjawab untuk memperbaiki jalan harus fokus untuk terus memperbaiki jalan.

Menilai Bupati, Gubernur, dan Presiden dari Kondisi Jalan


Sebenarnya jika pimpinan daerah seperti Bupati atau Gubernur, jika kalian ingin dinilai baik, maka perbaikilah fasilitas-fasilitas umum seperti jalan raya, niscaya image anda sebagai bupati atau gubernur akan dinilai baik.

Karena saya sendiri berkali-kali tiap memasuki suatu daerah, maka akan saya nilai baik tidaknya si Bupati dan Gubernur itu salah satunya dari melihat jalan rayanya. Jika di daerah tersebut jalan rayanya rata-rata halus dan mulus, maka di dalam hati saya selalu berucap kagum dengan bupati dan gubernurnya di daerah tersebut.

Tapi sebaliknya, jika jalan rayanya jelek dan rusak juga bergelombang, maka saya juga langsung menilai buruklah si bupati dan gubernur di daerah tersebut.

Penilaian hal itu juga yang saya rasakan kepada misalnya pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bupati Purworejo juga Gubernur Jawa Tengah yang keduanya saya nilai berbeda.

Perbedaan yang saya maksud misalnya begini, Ketika saya memasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta baik dari arah Purworejo, dari arah magelang, dan dari arah Solo, maka saya nilai dan saya rasakan jalan rayanya semuanya bagus-bagus banget. Atas kondisi ini tentunya tidak berlebihan jika saya nilai Propinsi DIY itu memang sangat baik.

Berbeda sekali ketika saya memasuki jalan raya di wilayah kutoarjo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah sebagaiamana saya sebut diatas, maka dengan kondisi jalanya yang begitu buruk, maka saya nilai Bupati Purworejo dan Gubernur Jawa Tengahnya saya nilai buruk dalam hal pembangunan jalan rayanya.

Dan saya juga mengajak kepada anda para pembaca yang tentunya juga pasti memiliki keinginan yang sama yaitu ingin memiliki jalan raya di daerah yang kita lewati menjadi baik, maka sudah saatnya sekarang kita sebagai warga mulai kritis menyuarakan dan mengabarkan kondisi jalan raya yang kita lalui.

Jika baik katakanlah baik dan jika buruk ceritakanlah ke banyak orang biar Bupati dan Gubernur di daerah tersebut merasa malu yang kemudian diharapkan dari rasa malu itu jalan-jalan raya akan segera diperbaiki menjadi lebih baik lagi.

Hanya dengan cara itulah kita bisa ikut terlibat mengontrol pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Jangan sampai kita sebagai rakyat yang sudah menyetorkan pajak secara rutin akan tetapi justru tidak menikmati uang pajak kita yang kita setorkan ke negara.

Saya juga berharap Bupati Purworejo atau Gubernur Jawa Tengah atau siapapun pihak yang memiliki kewajiban dan wewenang untuk memperbaiki jalan di daerah yang saya sebut diatas bisa membaca tulisan ini. Dan setelah membaca informasi ini tentunya harapan saya mereka segera bekerja untuk memperbaiki jalan yang rusak dan menyebalkan tersebut.

Ingatlah! Sudah berapa banyak nyawa melayang hanya gara-gara karena jalan raya yang rusak, bergelombang dan berlubang? Apakah negara akan terus menciptakan dengan membiarkan jalan-jalan yang rusak, bergelombang dan berlubang "MEMBUNUH" para pengguna jalan?

Alasan Kenapa Rakyat Malas Bayar Pajak


Dan harus dicatat juga ketika pembangunan fasilitas umum seperti jalan raya baik, maka kepercayaan masyarakat untuk membayar pajak juga akan tinggi. Berbeda cerita ketika pembangunan dan fasilitas umum seperti jalan raya begitu buruk, maka sebagai masyarakat saya juga malas untuk bayar pajak.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.