Malaysia Ramai Beritakan Keberanian Jokowi Tangkap 200 Nelayan Mereka

Malaysia Ramai Beritakan Keberanian Jokowi Tangkap 200 Nelayan Mereka.


5e8c37fb14ee9ef48f00edc6739a0c71_200-nelayan-maysia-ditangkap

Setelah hari kemarin saya kritik Jokowi terkait Mampukah Jokowi untuk menghilangkan [mengurangi] suap dan korupsi di setiap proyek di Indonesia, kini biar saya tidak terkesan hanya kasih kritik saja ke Jokowi, kini giliran saya berikan apresisasi kepada Jokowi.

Apresiasi ini saya berikan atas ketegasan dan keberanianya untuk menugaskan menangkap 200 Nelayan Malaysia yang melakukan pencurian Ikan di perairan Indonesia.

Bahkan karena ketegasan dan keberanian Jokowi ini, beberapa media Malaysia juga beramai-ramai ikut memberitakan keberanian Jokowi yang telah menangkap 200 nelayan Malaysia.

Salah satu media di Malaysia yang ikut memberitakan terkait penangkapan 200 Nelayan Malaysia tersebut diantaranya media online bernama utusan.com.my.

Dalam salah satu tulisan yang berjudul "200 nelayan Malaysia ditahan: Tindakan pihak berkuasa Indonesia susulan amaran Jokowi", media tersebut memberitakan dan mengutip salah satu pemberitaan media ternama Reuters yang memberitakan sebagai berikut,
"Pihak berkuasa Indonesia menahan sebanyak 200 nelayan Malaysia yang didakwa menangkap ikan secara haram di perairan negara tersebut semalam.

Penahanan tersebut dibuat susulan amaran yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang meminta pihak berkuasa negara itu bertindak tegas ke atas mana-mana bot nelayan yang menangkap ikan secara haram.

Tidak perlu menahan mereka, karamkan bot mereka. Karamkan 10 hingga 20 (bot). Itu akan membuatkan mereka berfikir. Bagaimanapun, harus beringat untuk selamatkan anak-anak kapal terlebih dahulu, kata Jokowi di sini kelmarin.

Setiausaha Kabinet Republik Indonesia Andi Widjajanto dalam wawancara dengan Reuters berkata, pihak berkuasa Indonesia perlu membanteras aktiviti tangkapan ikan secara haram demi untuk menyelamatkan negara itu yang mengalami kerugian sekitar AS$25 bilion setiap tahun.

Presiden telah berkata bahawa sektor maritim Indonesia kini berada dalam keadaan darurat dan kita perlu mengambil satu pendekatan baru yang berani. Oleh sebab itu, Indonesia mengecam tindakan penangkapan ikan secara haram tersebut dan tindakan yang keras harus diambil. Kami berharap tindakan itu dapat memberikan mesej yang jelas kepada negara-negara jiran kami seperti Malaysia dan China bahawa tindakan tersebut bukan satu tindakan yang biasa bagi kami, lapor Reuters." [sumber: utusan.com.my]

Dari pemberitaan tersebut menggambarkan betapa Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia ingin menegaskan kepada para nelayan Malaysia yang akan mencuri ikan di perairan Indonesia untuk berhati-hati dan waspada. Jangan pernah mencoba berani melakukan pencurian ikan di Indonesia karena Jokowi sudah tegaskan akan menindak tegas semua pelaku pencurian ikan milik Indonesia.

Walau sebelumnya banyak pihak yang meragukan Jokowi yang dianggap tidak berwibawa dan kurang tegas, setidaknya hari ini kita melihat Jokowi sudah menunjukan ketegasan yang membuat takut nelayan-nelayan Malaysia atau negara-negara tetangga lainya.

Ketegasan Jokowi ini tentunya harus terus dilakukan seterusnya dan tidak boleh lengah karena pelaku pencurian ikan dari negara tetangga itu tentunya menjadikan kita rugi besar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.