Pentingnya Peran Kepala Sekolah dalam Memajukan Perpustakaan Sekolah

Dalam sebuah birokrasi atau struktur apapun yang didalamnya memiliki pimpinan, maka peran dari seorang pemimpin sangatlah penting. Perpustakaan Sekolah sebagai bagian terpenting dari sekolah untuk menopang Sumber Daya Manusia (SDM) para siswa, guru, dan karyawan juga sangat membutuhkan peran penting dari Kepala Sekolah.

Begitu penting peran dari Kepala Sekolah untuk memajukan tidaknya perpustakaan sekolah, maka tidakberlebihan ketika ada pihak yang menyebut bahwa, untuk melihat baik tidaknya perpustakaan sekolah cukup lihat saja bagaimana kebijakan dan sikap dari Kepala Sekolah terhadap keberadaan Perpustakaan Sekolah tersebut.

Jika perpustakaan sekolah terlihat baik, memiliki fasilitas yang lengkap, nyaman, maju, modern, dan banyak siswa yang datang berkunjung ke perpustakaan, maka selain adanya peran pustakawan, didalamnya pasti ada peran kepala sekolah.

Tidak mungkin sebuah perpustakaan bisa menjadi baik jika tidak didukung oleh kepala sekolah, karena semua kebijakan tentunya harus atas persetujuan kepala sekolah.

Begitu juga sebaliknya, Jika di Perpustakaan Sekolah terlihat buruk, maka hal yang paling mudah ditebak adalah dikarenakan kepala sekolah yang tidak suport dan mendukung dengan keberadaan perpustakaan sekolah.

Beberapa suport yang sangat dibutuhkan dari seorang kepala sekolah dalam mengembangkan perpustakaan sekolah diantaranya adalah kebijakan dan pendanaan. Dua suport itulah yang sangat ditunggu dan dibutuhkan oleh pustakawan.

Peran Pustakawan dalam Memajukan Perpustakaan Sekolah


Pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah di setiap sekolah memiliki peran dan tanggungjawab yang sama. Tanggung jawab yang dimaksud yaitu bertanggungjawab atas berjalaya manajemen dan pengelolaan perpustakaan sekolah tersebut.

Beberapa peran dan tanggungjawab Pustakawan di perpustakaan sekolah diantaranya mulai dari menginput data koleksi buku, membuat kartu anggota perpustakaan, memberikan pelayanan peminjaman buku dan pengembalian buku, membuat program dan inovasi untuk meningkatkan budaya baca siswa dan tanggungjawab terkait lainya yang masih berhubungan dengan tanggungjawabnya sebagai seorang pustakawan.

Setelah Kepala Sekolah yang memiliki peranan penting dalam memajukan tidaknya perpustakaan sekolah, Pustakawan adalah faktor penentu kedua setelah kepala sekolah. Hal ini dikarenakan ketika kepala sekolah sudah memberikan kebijakan dana yang cukup banyak untuk pengembangan perpustakaan sekolah, maka Pustakawan juga sangat menentukan apakah perpustakaan sekolah tersebut bisa dikelola dengan baik atau tidak.

Apa gunanya dana yang besar tapi pustakawanya tidak memiliki kemampuan SDM yang baik dan melakukan inovasi-inovasi dalam mengelola dan memajukan perpustakaan sekolah?

Peran Guru dalam Memajukan Perpustakaan Sekolah


Setela adanya kepala sekolah dan pustakawan yang baik, maka untuk memaksimalkan peraan dan fungsi perpustakaan sekolah, maka peran guru masih sangat dibutuhkan.

Guru sebagai pihak yang setiap hari saat proses belajar selalu bertemu dan bertatap langsung dengan siswa memiliki peran yang sangat strategis. Peran strateris yang dimaksudkan yaitu terkait dengan peran guru untuk selalu menekankan kepada siswa untuk rajin membaca dan meminjam buku di perpustakaan sekolah.

Bahkan sangat dimungkinkan guru bisa membuat program yang mewajibkan siswa-siswinya untuk meminjam dan membaca buku di perpustakaan sekolah. Misalnya guru bahasa Indonesia, mereka bisa mewajibkan siswanya dalam seminggu sekali atau dua minggu sekali mewajibkan siswa-siswinya untuk membuat resensi buku yang buku-buku yang akan diresensi dipinjam dari koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah.

Dengan cara seperti itu, maka ada interaksi dan kerjasama antara Kepala Sekolah, Pustakawan, dan Guru dalam memajukan perpustakaan sekolah. Kepala sekolah yang akan membuat kebijakan dan suport pendanaan yang besar, pustakawan yang memiliki SDM dan inovasi terbaik, serta guru yang selalu berperan terus menyerukan pentingnya membaca terhadap siswa secara terus menerus sehingga siswa menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan budaya di sekolah.

Namun sayangnya, apa yang kita harapkan sebagaimana tertulis diatas seringkali tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Banyak sekali keluhan dari pustakawan yang ternyata kepala sekolahnya kurang suport khususnya dalam kebijakan dan penganggaran. Akibatnya keberadaan perpustakaan sekolah tidak berjalan dengan baik dan justru terlantar.

Ada juga yang kepala sekolahnya sudah membua kebijakan dan dukungan dana yang besar tapi pustakawanya kurang memiliki SDM yang baik.

Dan mungkin persoalan-persoalan lain yang muncul diluar harapan kita. Namun yang pasti, apapun kondisi yang terjadi dalam persoalan untuk memajukan perpustakaan sekolah, antara kepala sekolah, pustakawan dan guru harus sesering mungkin untuk duduk bersama, diskusi bersama untuk memecahkan maslaah-masalah yang terjadi yang bisa menghambat proses kemajuan perpustakaan sekolah.

Apapun aalsan dan permasalahanya, keberadaan perpustakaan sekolah mutlak dan wajib diperlukan untuk menopang SDM para siswa. Bahkan tidak hanya untuk menopang SDM para siswa saja melainkan SDM para guru dan karyawan juga sangat memerlukan keberadaan perpustakaan sekolah.

Peran Orang Tua


Selain peran kepala sekolah, pustakawan dan guru, sebenarnya masih ada peran lain yang dibutuhkan untuk memajukan perpustakaan sekolah yaitu peran orang tua siswa. Peran orang tua dalam hal ini yaitu untuk selalu mewajibkan anak-anak mereka meminjam buku di perpustakaan sekolah untuk dibaca saat di rumah.

Dengan demikian, maka keberadaan perpustakaan sekolah akan semakin memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam proses belajar siswa di sekolah. Jika sudah tercipta kondisi yang demikian, maka sudah bisa ditebak betapa maju dan berkembangnya sekolah tersebut. Kalau sudah seperti itu, maka mulai dari pihak kepala sekolah, pustakawan, guru dan orang tua siswa akan dengan bangga mengucap bahwa perpustakaan sekolah adalah tempat yang sangat penting dalam sebuah dunia pendidikan bernama sekolah.

Tulisan saya ini dipublikasikan di www.duniaperpustakaan.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.