Inilah Cara Rakyat Menghukum Politikus dan Wakil Rakyat

ce9cbe6219bdd7dd26555f522db672ba_dpr-tidur


Hal yang paling kita benci sebagai rakyat biasa tentunya ketika mendengar suara politikus dan wakil rakyat yang berbicara bahwa mereka melakukan demi rakyat, akan tetapi kita sebagai rakyat, sama sekali tidak merasakan jika apa yang mereka katakan sesuai dengan keinginan kita sebagai rakyat.


Persoalanya ketika sebuah kebijakan yang akan dikeluarkan oleh wakil rakyat atau para politikus itu terjadi pada kasus tertentu yang sering menimbulkan kontroversi. Kebijakan yang pada posisi kontroversi tentunya akan berhadapan pada kondisi yang membuat kita sebagai rakyat ikut bingung.


Contoh kebijakan yang terkadang mengakibatkan masyarakat menjadi ikut bingung yaitu misalnya dalam kasus kontroversi dalam penetapan Pilkada langsung atau Pilkada melalui DPRD. Dalam kondisi dan kasus ini tentunya kita tidak bisa menyalahkan para wakil rakyat dan para politikus tersebut.


Ketika dalam kasus kontroversi ini, ketika ada wakil rakyat yang mengatakan jika pemilihan langsung adalah aspirasi rakyat, kemudian pada waktu yang sama ada wakil rakyat yang mengatakan bahwa pemilukada dipilih DPRD juga atas keinginan rakyat, maka keduanya sama-sama benar dan tidak ada yang salah. Hal tersebut dikarenakan pada kenyataanya memang kedua kubu dari wakil rakyat yang berbeda itu memang memiliki bukti jika sebagian rakyat memang mendukung mereka.


Nah, ketika kita sekarang sudah tahu bahwa masing-masing kubu dari wakil rakyat tersebut memang mewakili sebagian rakyat, maka kurang tepat jika dalam posisi seperti ini kita saling salah menyalahkan.


Untuk mereka para wakil rakyat dan para politikus yang ngakunya sebagai orang terbaik dan orang-orang cerdas dan berakhlaq baik (versi mereka), maka yang harus mereka lakukan adalah, silahkan kalian saling berdiskusi dan mencari musyawarah yang mufakat, sehingga dalam menentukan kebijakan benar-benar menghasilkan kebijakan yang terbaik, dan benar-benar mewakili keinginan mayoritas kebanyakan rakyat Indonesia.


Untuk rakyat Indonesia sendiri, yang harus kita lakukan sebagai rakyat yang memilih mereka (untuk yang tidak golput) supaya jangan sungkan untuk menghukum mereka (wakil rakyat).


Cara yang sangat mudah yang bisa dilakukan oleh rakyat untuk menghukum para wakil rakyat tersebut yaitu dengan cara JANGAN MEMILIH MEREKA LAGI pada pemilu selanjutnya jika memang kebijakan mereka tidak sesuai dengan keinginan anda.


Sebenarnya jika wakil rakyat kita adalah orang-orang berani, seharusnya dalam kebijakan-kebijakan yang kontroversial seperti kasus pilkada ini, para wakil rakyat saat mendekati pemilu kemarin harus tegas berani katakan jika mereka terpilih mereka akan mendukung pilkada langsung atau pilkada lewat DPRD. Dengan demikian sebagai pemilih rakyat akan jelas memilih wakil rakyat yang memang sesuai dengan keinginanya.


Namun setidaknya kasus kontroversi terkait pilkada langsung atau pilkada melalui DPRD ini harus dijadikan pembelajaran untuk rakyat supaya lebih berhati-hati dalam memilih wakil-wakil rakyatnya. Jika memang wakil rakyat yang kita pilih sesuai dengan aspirasi kita, maka jika mereka mencalonkan diri lagi pada pemilu selanjutnya, kita akan memilihnya kembali sebagai wakil rakyat. Tapi sebaliknya, jika memang wakil rakyat yang kita pilih tidak sesuai dengan aspirasi kita, maka sebagai rakyat kita wajib menghukum mereka dengan cara JANGAN PILIH MEREKA pada pemilu-pemilu berikutnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.