Jelang Putusan Sengketa Pilpres: Hargai Putusan MK, Hindari Provokasi

9da08683472b0a9767bd428c3e0a6ec1_provokasi


Proses Pemilu kali ini memang yang paling parah menimbulkan berbagai perpecahan. Namun setidaknya kita bersyukur hingga sekarang ini semua masih aman dan masyarakat juga sudah kembali beraktivitas seperti biasanya.


Pasca pencoblosan kebanyakan orang sudah kembali kepada rutinitas sehari-hari mereka. Para Nelayan yang kembali sibuk mencari ikan di laut, para petani yang kembali ke sawah, Mahasiswa yang sebagian sudah kembali ke kampus untuk belajar, begitu juga para pedagang yang sudah kembali bekerja di pasar, begitu juga dengan masyarakat yang lainya.


Jika sesekali kita melihat adanya para pelaku demonstrasi, itu masih dalam tahap wajar dan semoga saja akan tetap lancar dan damai hingga jelang dan pasca keputusan MK terkait sengketa Pilpres 2014.


Terkait dengan jelang putusan MK atas sengketa Pilpres yang akan diumumkan 21 Agustus ini ada beberapa pengamat atau masyarakat yang menilai rawan konflik, menurut saya pribadi itu sungguh berlebihan.


Saya anggap berlebihan karena sebagaimana dalam tulisan pengantar saya diatas bahwa saat ini masyarakat sudah kembali kepada rutinitas dan kesibukan masing-masing. Kalaupun ada pengerahan masa atau demonstrasi, jumlahnyamasih dianggap wajar.


Saya sendiri jujur saja memang terkadang bertanya untuk mereka yang sampai melakukan unjuk rasa di saat jam kerja, kira-kira mereka dari kalangan mana?


Apakah karyawan yang cuti kerja demi demo?, atau karyawan yang mungkin masuk sift malam?, atau pedagang yang rela menutup daganganya demi ikutan demo? atau mereka yang memang dibayar untuk ikut demo?


Nah, dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas tentunya yang bisa menjawab hanyalah mereka yang melakukan demo itu sendiri. Dan menurut saya, apapun alasan mereka itu adalah sah-sah saja dan hak mereka untuk melakukan demo.


Negara sendiri juga memberikan hak kepada siapapun yang ingin berdemo asal sesuai prosedur dan aturan berdemo.


Namun saat suasana jelang putusan sengketa Pilpres 2014 ini yang jauh lebih penting lagi adalah jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan. Karena dalam situasi seperti sekarang ini sangat mungkin adanya pihak yang memang ingin memanfaatkan suasana ini untuk mengadu domba masyarakat kita.


Anggapan bahwa masyarakat kita sudah terlalu cerdas dalam menyikapi proses demokrasi semoga saja benar adanya sehingga masyarakat tidak bisa terprovokasi oleh isu-isu yang dilemparkan oleh para provokator.


Semoga saja putusan MK nantinya memang benar-benar adil dan bisa diterima oleh semua pihak dengan lapang dada dan damai. Terlebih putusan MK ini bertepatan dengan tidak jauh dari tanggal HUT RI ke 69 sehingga diharapkan semua pihak tetap mengedepankan perdamaian dan saling menghargai.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.