Agar Terhindar Jadi Korban atau Penyebar Provokasi Usai Pilpres



9da08683472b0a9767bd428c3e0a6ec1_provokasi


Banyak orang berfikir dan mengira ketika Pencoblosan Pemilihan Calon Presiden dan calon wakil presiden selesai, maka dianggap konflik di jejaring social antar pendukung capres selesai. Tapi ternyata, diluar prediksi justru konflict di jejaring social justru semakin "menggila".


Bermula dari saling claim kemenangan dari antar Capres versi lembaga survey yang berbeda, konflict di jejaring social seolah terus berkembang dan menyebar. Bahkan saat ini masih terus berlangsung dan terus berkembang terkait dengan isu banyaknya kecurangan C1 yang terjadi di beberapa daerah.


Saya sendiri sebagai seorang yang tidak bisa memastikan benar dan salah atas setiap informasi yang beredar tersebut lebih memilih diam dan akan tetap menunggu hasil hitung manual yang dilakukan KPU yang akan diumumkan tanggal 22 Juli mendatang.


Namun jika diantara warga memang bisa ikut membantu menunjukan bukti kebenaran atas adanya kecurangan terkait C1 dan yang lainya, saya sarankan silahkan melaporkan ke pihak terkait dengan bukti-bukti yang ada.


Namun dengan sangat saya memohon jika anda tidak mampu menunjukan bukti dan melaporkan ke pihak terkait, sebaiknya anda DIAM saja dan tidak perlu menyebarkan informasi-informasi yang anda sendiri tidak bisa membuktikan kebenaranya akan tetapi menyebarkan informasi yang belum jelas di berbagai social media.


Sadarkah anda, ketika anda ikut membagikan informasi yang anda sendiri tidak tahu kebenaran atas informasi yang anda bagikan melalui jejaring social tapi tetap anda bagikan, itu berarti anda saya anggap sebagai bagian dari penyebar "SAMPAH" informasi di jejaring social.


Dan sadarkah anda bahwa informasi-informasi yang belum tentu teruji kebenaranya yang anda sebarkan tersebut bisa memunculkan KONFLIK?


Anda tidak usah sok pintar dan sok tahu bahwa informasi yang beredar itu adalah benar akan tetapi anda sendiri tidak mampu MEMBUKTIKAN DAN MELAPORKAN ke pihak yang berwenang jika memang informasi itu BENAR.


Jika memang anda memiliki kebenaran dan bukti atas informasi tersebut, maka silahkan anda BUKTIKAN dan kemudian anda LAPORKAN ke pihak yang berwenang, baru kemudian ketika berdasarkan pembuktian tersebut informasi anda adalah BENAR, maka silahkan anda SEBARKAN supaya masyarakat yang membaca adalah informasi yang memang sudah TERBUKTI BENAR.


Mungkin anda akan berkata, "Ini informasinya dari media terpercaya kok," Hallooooo, jika anda masih berfikir seperti itu, saat ini hampir setiap orang menjadi berfikir bahwa tidak ada media yang dianggap terpercaya di musim Pilpres sekarang.


Orang sekarang ini hanya berfikir bahwa dikatakan Media terpercaya dan akurat ketika informasi yang disampaikan memberikan berita positif untuk Capres yang kita dukung saja.


Bahkan tidak jarang, informasi dari tulisan blog atau media abal-abal sekalipun jika memberikan informasi yang positif untuk capres pilihan kita, maka blog tersebut akan dianggap sebagai sumber terpercaya dan paling akurat dunia-akherat.


Sebaliknya, mau ada media sehebat, terpercaya, berpengalaman, dan sekredible apapun jika media tersebut memberitakan keburukan atau yang merugikan capres pilihan kita, maka dengan cepat kita akan menganggap media itu sebagai media 'sampah" dan jauh lebih hina dari informasi blog.


Ketika kita sudah sadar bahwa posisi masyarakat di Indonesia sudah berada pada posisi yang teramat sangat memprihatinkan tersebut, maka sebagai bagian masyarakat yang mengaku terdidik dan bijaksana, saya berharap marilah kita untuk sama-sama menjaga kondisi pasca pencoblosan Pilpres ini dengan suasana damai dan tenang.


Kalaupun memang anda menemukan informasi kecurangan, silahkan anda BUKTIKAN dan LAPORKAN. Jika sudah teruji dan terbukti informasi anda benar, tidak ada salahnya anda sebarkan dengan tujuan supaya masyarakat tahu informasi yang memang sudah teruji kebenaranya serta bisa dipertanggungjawabkan.


Sebagai penutup saya hanya ingin menyampaikan bahwa,


Jika dahulu setahuku hanya orang-orang yang kurang cerdas saja yang mudah DiProvokasi, Sekarang ini berdasarkan apa yang saya lihat, ternyata tidak sedikit Orang-orang yang menurut saya terlihat sebagai orang-orang cerdas ternyata tidak hanya ikut terprovokasi tapi justru ikut memprovokasi dan menyebarkan Provokasi! Luar Biasa Indonesiaku! :-(



Semoga saja itu bukanlah anda!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.