Jelang Pilpres: Mendadak Semua Orang Paham Politik

e03ac3ab069d5613e599b5746f752e53_politikSebenarnya musim kampanye belum juga dimulai, namun sepertinya tidak berlaku untuk di jejaring social. Walau kampanye belum dimulai, banyak orang sudah memulai mengkampanyekan calon pilihan mereka melalui akun pribadi di facebook, twitter, dan yang lainya.


Kondisi tersebut seolah terus berlangsung dilakukan setiap saat oleh beberapa orang yang mengaku sebagai relawan dari masing-masing calon presiden.


Namun yang sangat disayangkan ketika tidak sedikit diantara mereka saling hujat, saling caci dan memaki melalui jejaring social. Tidak hanya itu saja tapi juga setiap ada pemberitaan dari berbagai media, para fanatikan dari masing-masing calon presiden langsung memenuhi komentar di setiap pemberitaan.


Jika dalam pemberitaan tersebut memuji dan menguntungkan kubu Jokowi, maka mereka yang mendukung Jokowi akan dengan bangga membenarkan tulisan dan pemberitaan tersebut. Sebaliknya, kubu yang membenci Jokowi akan mengatakan jika pemberitaan tersebut tidak benar dan media dianggap sudah dibayar.


Hal yang sama juga terjadi jika ada pemberitaan yang menguntungkan pihak Prabowo, maka pendukung Prabowo akan langsung memuji dan memberikan apresiasi terhadap Prabowo, namun bagi mereka yang tidak suka Prabowo maka akan menganggap jika pemberitaan itu tidaklah benar. Begitu seterusnya.


Entah begitu dahsyatkah pengaruh politik untuk orang-orang ini sehingga mereka seolah lupa bagaimana bicara yang sopan dan beretika selama menggunakan jejaring social?


Lihat saja anda melihat ke berbagai pemberitaan media nasional yang didalamnya memberitakan terkait salah satu capres, sudah dipastikan pemberitaan tersebut langsung dipenuhi komentar-komentar.


Jika komentar mereka dengan bahasa yang baik dan beretika, mungkin tidak masalah. Tapi ketika komentar-komentar mereka sudah saling hujat, saling caci dan memaki, tentunya ini sesuatu yang tidak baik untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.


Melihat kondisi tersebut sepertinya menunjukan jika orang Indonesia masih banyak yang belum terbiasa dan memiliki budaya toleransi atas perbedaan sikap dan pendapat.


Orang Indonesia masih banyak yang berfikir ketika berbenda pendapat maka yang memiliki perbedaan pendapat dengan kita harus kita serang dan harus kita permalukan bahwa pilihan dan pendapat mereka adalah salah dan keliru. Akibatnya, yang terjadi adalah saling caci dan memaki ketika memiliki perbedaan dalam menentukan pilihan calon presidenya.


Seolah-olah mereka merasa jika mereka adalah orang yang paling ngerti dan paling paham soal politik sehingga menganggap orang lain yang tidak memilih calon presiden sesuai dengan dirinya dianggap orang bodoh.


Kenyataanya, yang seperti ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh para fanatikan dan pendukung calon presiden, akan tetapi tidak jarang dari statement para calon presiden juga terkadang memang melakukan hal yang sama yaitu saling menjatuhkan dan menjelekan antar capres.


Saya sendiri merindukan jika dalam pemilu itu bolehlah kita mendukung Jokowi ataupun Prabowo, tapi cukuplah anda simpan untuk anda pilih nanti saat pemilu sudah datang.


Sekarang ini, anda cukup lihat dan kenali capres anda berdasarkan kinerja dan pengalaman mereka yang kemudian anda jadikan referensi siapa yang layak untuk anda pilih.


Jadi, silahkan tentukan pilihan siapa calon presiden pilihan anda, tapi mohon dengan sangat, jangan lagi saling menghina dan mencaci maki atas pilihan orang lain karena mereka juga memiliki hak yang sama sebagaimana hak anda untuk menentukan pilihan calon presiden anda.



Dahulu saat saya membaca sejarah terkait Politik "ADU-DOMBA" yang dilakukan oleh para penjajah, saya masih ragu kok bisa ya, begitu mudahnya bangsa kita di adu domba?

Sekarang saya sudah menemukan jawabanya ketika melihat banyaknya orang yang BEGITU MUDAH "TERPROVOKASI" hanya dari pemberitaan soal Capres dan Cawapres :-(

Indonesiaku, oh Indonesiaku, Jika hanya perbedaan pilihan capres saja begitu mudah untuk saling caci dan memaki sesama bangsanya sendiri, bagaimana jika ada intelejin asing yg ingin menghancurkan bangsa ini?

Kalau secara logika pastinya sangatlah mudah sekali bukan? :-(

Ingatlah bahwa kita sama-sama bangsa Indonesia yang sudah seharusnya lebih dewasa dalam berdemokrasi. Jika setiap pilpres kita selalu ribut dan saling menghina sesama bangsa sendiri, ini akan dekat sekali dengan konflik.


Apalagi jika sampai ada intelejen asing yang memanfaatkan kelemahan bangsa ini yang teramat sangat mudah diadu domba, maka bangsa ini sangatlah mudah untuk dihancurkan.


Silahkan menikmati kebebasan memilih anda selama pilpres, tapi tetap menjaga kesatuan sebagai satu kesatuan sebangsa dan setanah air. Saling hormat menghormatilah atas perbedaan pilihan anda.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.