Pendidikan Kepedulian Sosial Lebih Penting daripada Pendidikan Politik

Dahulu saat saya kecil masih ingat ketika saya memiliki 5 buah permen yang dikasihkan oleh Eyang (Kakek) saya, kemudian ada teman saya yang melihat 5 permen saya, Kemudian dengan cepat simbok saya bilang supaya memberikan satu permen kepada teman saya.


Saya masih ingat betul bagaimana orang tua saya dahulu mendidik saya supaya peduli dengan orang lain. Tidak hanya kisah saat saya memiliki permen saja melainkan setiap saya memiliki makanan yang saat saya makan ada teman yang lain, maka orang tua saya mengingatkan supaya teman saya yang lain harus diberi walaupun makanan yang saya miliki sedikit.


Kebiasaan tersebut saat saya kecil merupakan hal yang sudah lazim dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya.


Saya menjadi teringat masa kecil saya ini gara-gara pagi ini banyak orang di jejaring social yang membicarakan soal cerita seorang ABG yang sama sekali tidak memiliki rasa empati kepada Ibu-ibu yang sedang hamil di sebuah kereta.


Dalam sebuah status di akun jejaring socialnya si ABG menuliskan kalimat seperti ini,


""Benci sama ibu-ibu hamil yang tiba-tiba minta duduk. Ya gue tahu lw hamil tapi plis dong berangkat pagi. Ke stasiun yang jauh sekalian biar dapat duduk, gue aja enggak hamil bela-belain berangkat pagi demi dapat tempat duduk. Dasar emang enggak mau susah.. ckckck.. nyusahin orang. kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus. Tapi sendirinya enggak mau usaha.. cape dehh," tulis wanita itu yang bertagar #notetomyselfjgnnyusahinorg!!


Membaca kalimat-kalimat diatas, jujur dalam hati saya langsung berkomentar begini, "Apakah mungkin anak tersebut tidak pernah diajarkan tentang sopan santun dan kesadaran sosial dari ekcil?"


Mungkin sebenarnya kisah anak ABG yang seperti ini banyak sekali di sekitar kita, hanya saja yang sampai keterlaluan mengupdate status di jejaring social baru ini yang ketahuan.


Akan tetapi jika dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sangat mudah menemukan seorang ABG yang asyik duduk baik di Bus, Kereta Api, angkot yang ketika ada Ibu hamil atau orang tua yang berdiri, akan tetapi si ABG tetap cuek dan asyik duduk tanpa memperdulikan sekitarnya.


Saya sendiri dahulu saat sering melakukan perjalanan menggunakan Bus dari Yogyakarta ke Surabaya dan arah sebaliknya, hampir setiap saya naik bus selalu melihatnya.


Dari kisah seperti ini yang saat ini sedang ramai dibicarakan di jejaring social juga di berbagai media sudah seharusnya dijadikan alat koreksi mulai dari para remaja itu sendiri serta para orang tua dan lingkungan sekitar supaya memberikan pendidikan tentang kesadaran sosial sejak dini.


Karena menurut saya pribadi, pendidikan kesadaran sosial serta moral anak jauh lebih penting daripada pendidikan politik yang saat ini gencar dikampanyekan.


Sebelum anak-anak kita dikenalkan dengan pendidikan politik, teramat sangat jauh lebih penting anak harus diberikan pendidikan kesadaran sosial dan norma serta etika terhadap sesamanya.


Jika kesadaran sosial, etika, dan norma-norma kemasyarakatan sudah bisa didapat dan diamalkan oleh anak-anak, maka ketika mereka mendapatkan pendidikan politik tetap bisa memegang kesadaran sosial, etika, dan norma yang baik dalam bermasyarakat.


Banyaknya politikus-politikus busuk, politikus, korup hingga politikus cabul di negeri ini menunjukan bahwa mereka para politikus tersebut lebih mementingkan pendidikan politik mereka daripada pendidikan terkait dengan kesadaran sosial, norma, dan etika masyarakat.


Saya sangat berharap semoga saja setelah diberitakanya kisah remaja ABG yang tidak memiliki rasa empati sama sekali terhadap ibu-ibu yang hamil tersebut, para ABG di manapun akan SADAR dan lebih peduli terhadap sesamanya.


Semoga!



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.