Pemilu Caleg Usai, Siapa Berkoalisi dan Siapa Oposisi?

44ebb35a1d7146082257c189c08ba31d_koalisi-vs-oposisi


Pemilihan Umum untuk Pemilihan Calon Legislatif telah usai diselenggarakan dan tinggal menghitung hasil suara. Namun walaupun belum dihitung secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti biasanya sudah muncul berbagai Hasil Sementara Hitung Cepat yang dilakukan oleh lembaga Survey ataupun berbagai media nasional.


Dari hasil tersebut biasanya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh KPU.


Dari hasil hitung cepat sementara tersebut, maka dipastikan saat ini para politikus partai politik tentunya langsung menyiapkan strategi terkait dengan langkah-langkah yang akan mereka ambil dalam menghadapi Pemilihan Presiden nantinya.


Pada saat kampanye boleh saja semua tokoh partai politik bersama tim sukses partai mereka saling hujat, saling menjatuhkan, saling sindir antar tokoh partai politik. Tapi saya pastikan setelah hasil pasti perhitungan KPU terkait Pemilu Legislatif ini selesai, maka yang akan kita lihat biasanya akan sebaliknya.


Mereka tokoh partai politik yang sebelumnya saling sindir dan saling hujat sekarang akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan komentar mereka. Hal yang sudah sangat terlihat yaitu pernyataan Prabowo yang sepertinya sudah mulai melunak terhadap PDIP yang di beberapa media Nasional menyatakan siap berkoalisi dengan partai manapun termasuk PDIP.


Padahal beberapa waktu yang lalu saat musim kampanye berlangsung, Prabowo dan PDIP saling serang.


Langkah Prabowo ini sangat mungkin akan diikuti oleh partai-partai lain yang mereka ingin "MENGAMBIL UNTUNG" ketika nantinya mereka berkoalisi dengan partai tertentu.


Lebih singkatnya saat ini masing-masing partai politik akan melakukan komunikasi antar partai politik untuk bisa menentukan partai mereka akan berkoalisi dengan partai mana. Tentunya dengan mempertimbangkan untung dan ruginya ketika dilakukan pemilihan Calon Presiden dan wakil presiden pada Pemilu tahun ini.


Namun yang menarik dari peristiwa ini yaitu muncul pertanyaan, Jika semua partai politik saat ini sedang mengatur strategi terkait langkah berkoalisi, Partai Mana yang Siap menjadi Partai OPOSISI?


Pertanyaan ini mungkin akan terlihat terlalu dini untuk dipertanyakan, namun setidaknya partai politik juga harus siap memiliki sikap jika nantinya saat pemilihan presiden dilakukan calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung kalah dalam pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden nantinya.


Jika pada Pemilu tahun yang lalu PDIP dengan tegas daripada membangun koalisi dengan Pemerintah, dengan tegas PDIP saat itu memutuskan untuk lebih memilih jadi Partai Oposisi.


Untuk sekarang, Partai mana yang sudah siap dengan tegas menjadi Partai OPOSISI?


Untuk bisa mendapatkan jawaban tersebut, biasanya kita harus bersabar menunggu sampai kita tahu sudah dipastikan siapa Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti.


Untuk saat ini mari kita saksikan saja "pertunjukan lucu" para pejabat politik kita yang akan "menelan ludah mereka sendiri". Menelan ludah mereka sendiri yang dimaksud yaitu, sebelum diumumkanya jumlah suara pemilu legislatif banyak partai politik saling menghina, saling serang, dan saling menjatuhkan antar partai politik, tapi kini, mereka sedang berlomba-lomba untuk saling akrab dan saling mendekati untuk bisa diajak kompromi untuk membangun koalisi.


Inilah kelucuan demokrasi di Republik Indonesia bernama NKRI yang selalu kita tonton dan kita nikmati.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.