Nasihat untuk Caleg yang Tidak Terpilih

5efdfcbad28eced4ec4ecbdb280fd6b8_caleg-stress-dan-bunuh-diri




Sri Hartati (23), salah seorang calon legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut delapan untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Banjar, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di saung sawah di Dusun Cigarogol, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.| foto: pikiran-rakyat.com


Sebagaimana sudah diprediksikan oleh banyak orang bahwa pasca dilaksanakanya Pemilihan Umum 9 April 2014 akan banyak Caleg yang stress karena tidak terpilih.


Jika menurut data secara keseluruhan di seluruh Indonesia, ada sekitar 200 ribu calon anggota legislatif pada Pemilu 2014 baik untuk Dewan Perwakilan Rakyat RI, DPR Daerah tingkat I, DPRD tingkat II serta untuk Dewan Perwakilan Daerah.


Dari calon tersebut diatas, semuanya bersaing untuk memperebutkan 19.699 kursi yang tersedia.


Jika demikian maka ada sekitar lebih dari 90% atau sekitar 180 ribu caleg di seluruh Indonesia yang berpotensi gagal dan tidak lolos meraih kursi di parlemen.


Puluhan ribu caleg yang gagal tersebut itulah yang diperkirakan memiliki potensi stres ketika gagal terpilih.


Sebagaimana pada data di Pemilu tahun 2009 yang lalu, Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan ada sekitar 7736 caleg yang stres karena gagal menjadi anggota dewan.


Dari data tersebut diatas, bisa diperkirakan untuk caleg yang stress pada Pemilu 2014 ini bisa meningkat.


Hal ini bisa dilihat dari berbagai pemberitaan media nasional, saat ini satu persatu para caleg yang stress karena gagal terpilih mulai muncul ke permukaan.


Bahkan tidak hanya stress saja akan tetapi ada juga yang sampai bunuh diri karena gagal terpilih.


Kondisi tersebut harusnya menjadikan pelajaran buat demokrasi di negeri kita. Bbahwa ternyata sistem demokrasi di Indonesia yang dikenal teramat sangat mahal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab banyaknya caleg yang stress ketika gagal terpilih.


Walaupun demikian ada juga faktor yang memang berasal dari individu para caleg masing-masing yang memang belum siap kalah saat mereka menjadi caleg.


Saya juga kemudian jadi berfikir, Saya jadi tahu untuk mereka yang sampai stress apalagi sampai bunuh diri ketika tidak terpilih menunjukan bahwa TUJUAN mereka caleg kemungkinan besar hanyalah karena faktor mencari materi dan jabatan saja.


Seharusnya kalau memang dalam mencalonkan diri jadi wakil rakyat mereka lakukan karena ingin mengabdi ke masyarakat, maka ketika tidak terpilih seharusnya tidak perlu stress. Cukup koreksi diri apa yang kurang pada dirinya kenapa mereka tidak dipilih rakyat? Jadi tidak perlu sampai stress apalagi bunuh diri.


Namun untuk mereka para caleg yang stress hingga bunuh diri menunjukan bahwa mereka hanya menghitung angka rugi. Yang ada dikepala mereka pasti secara garis besar begini, "Sudah banyak uang yang saya keluarkan bahkan sampai jual harta benda ditambah lagi sampai berhutang, tapi kok tidak terpilih. Mau jadi apa nasibku?"


Nah, caleg-caleg yang berfikir seperti itulah yang kemungkinan besar berpotensi stress bahkan sampai melakukan bunuh diri.


Peristiwa banyaknya caleg stress bahkan hingga bunuh diri harus dijadikan pembelajaran untuk mereka yang masih "NGEBET" untuk jadi caleg di Pemilu yang akan datang untuk mempersiapkan diri secara MENTAL.


Jangan sampai ketika anda sudah memutuskan ikutan jadi caleg tapi begitu kalah justru menjadi orang stress bahkan bunuh diri. Jangan sampai itu terjadi!


Persiapkan diri anda secara modal dan mental, kalaupun kalah, jika memang anda ikhlas dalam pencalonan diri anda, yakinlah pengorbanan anda ketika dilakukan dengan cara yang benar, itu bisa menjadi amal kebaikan untuk anda.


Jika memang anda ingin menjadi calon wakil rakyat lagi, tunjukanlah kemampuanmu bahwa anda memang layak menjadi wakil rakyat dengan prestasi dan jasamu. Dengan cara itulah rakyat akan bersimpati memilihmu tanpa harus mengeluarkan banyak uang.


Yang pasti jika niat anda dalam menjadi caleg untuk kebaikan, pastilah mau kalah atau menang, tentunya akan tetap membawa ketenangan dan kedamaian. Tapi sebaliknya, Jika tujuan dan niat caleg anda tidak baik, kemudian cara yang anda lakukan selama kampanye juga tidak baik, suap sana-suap sini, dan berbagai cara buruk lainya, maka ketika anda kalah, maka sesungguhnya anda akan teramat sangat dekat dengan stress dan ketidaktenangan dalam hidup anda.


Selalu ingat Tuhan dan koreksi diri anda untuk terus memperbaiki diri supaya hati lebih tenang dan ikhlas. Ada banyak cara untuk bisa berbuat baik kepada sesama dan menjadi caleg bukanlah jalan satu-satunya.


Belajarlah dari orang-orang yang sudah lebih dulu sukses berbuat baik kepada sesama tanpa harus menjadi caleg, yakinkan diri anda bahwa anda juga memiliki kesempatan yang sama untuk terus berbuat baik dan memberi manfaat untuk sesama.


Mungkin pembaca juga bisa memberikan nasihat untuk para caleg atau tim sukses dari caleg yang tidak terpilih? Silahkan bisa mengirimkan nasihat anda melalui komentar :-)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.