Kisah Mengharukan Ricky Elson, Ilmuwan Dunia dari Indonesia yang Tidak Dihargai Negaranya

Kisah Mengharukan Ricky Elson, Ilmuwan Dunia dari Indonesia yang Tidak Dihargai Negaranya.


Personal BLOG | Membaca kisah Ricky Elson ini, jujur saya gregetan banget dengan Pemerintah Indonesia, teramat sangat saya khususkan kepada Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).


Kalau saja saya Presidenya, langsung saya pecat itu pejabat yang bertanggung jawab di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).


Ketika Prestasi Ricky Elson sudah diakui oleh Pemerintah Jepang dan Dunia Internasional, Tapi ternyata pihak Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia justru seolah "MELECEHKAN" kemampuan dan JIWA NASIONALISME seorang Ricky Elson.


Perlu pembaca tahu bahwa Ricky Elson merupakan putra terbaik asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura Jepang.


Di Jepang Ilmunya sudah teramat sangat dihargai karena kehebatan dan prestasinya. Di Jepang ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.


Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya.


Mungkin lebih baiknya anda membaca lengkap kisah Ricky Elson dibawah ini yang saya kutipkan langsung dari jpnn.com (10/4/14).


KARYA anak bangsa yang bisa membanggakan dunia, belum tentu mendapat tempat di negeri sendiri. Kekhawatiran Ricky Elson, si pembuat mobil listrik itu akhirnya terbukti. Ia pun tak ingin lama-lama kecewa. Daripada ilmunya sia-sia, kini si pemuda asli Padang ini memilih ingin kembali ke negeri Sakura.


Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri. Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).


"Saya tak bisa lagi menahannya (untuk pulang ke Jepang). Dulu saya bermohon-mohon agar pemuda ini mau kembali ke Indonesia. Ilmunya soal mobil listrik sangat berguna. Tapi ternyata benar, ilmu itu tidak dihargai di negerinya sendiri. Dia masih muda, masa depannya masih panjang,". Begitulah pernyataan kecewa yang diungkapkan Dahlan Iskan, perihal rencana Ricky kembali ke Jepang.



Untuk anda yang setuju, sebarkan video ini untuk mendukung semangat Ricky Elson Dkk!


Anak-anak Indonesia punya POTENSI, tapi sayangnya, mereka kurang dihargai dan kurang difasilitasi oleh negara yang dikenal sebagai sarang pelaku Korupsi !!!!! :-((


Honda diciptakan sekitar Tahun 1947/1948. Produk ciptaan pertamanya hanya berbentuk mesin dan Sepeda. Coba lihat karya Mobil Indonesia yang bernama SELO ini, Ciptaan pertamanya sudah sekeren itu,


Bayangkan 50 tahun yang akan datang, pasti akan bisa mengguncang dunia!!!!


Dahlan yang ditemui wartawan di rumahnya di Surabaya, Rabu (9/4) pantas kecewa. Semangatnya melahirkan mobil masa depan, mobil listrik buatan anak negeri, ternyata tidak mendapat sambutan baik dari koleganya di Kemenristek. Padahal untuk membuat mobil listrik, Dahlan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk memaksa Ricky mau kembali ke Indonesia, Dahlan sampai rela seluruh gajinya sebagai menteri diberikan pada Ricky.


"Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten internasional mobil listrik di sana. Saya merayunya habis-habisan agar mau kembali ke Indonesia. Dia sempat takut dengan resiko gajinya turun dan belum tentu ilmunya dihargai. Saya terus yakinkan dia dan memberikan seluruh gaji saya tiap bulan untuknya. Saya minta dia membangun mimpi mobil listrik buatan anak Indonesia, akhirnya dia mau dan kita buat Tucuxi, Selo dan Gendhis," kisah Dahlan mengenai awal perkenalannya dengan Ricky.


"Namun ternyata, kekhawatiran Ricky terjadi. Ternyata sambutan dalam negeri (soal mobil listrik) tidak baik. Tidak ada kepastian dan tidak ada ketentuan yang jelas. Saya harus minta maaf pada Ricky. Saya bayangkan dulu orang dari luar negeri kalau pulang bisa dimanfaatkan, ternyata tidak," tambah Dahlan masih dengan nada kecewa.


Dahlan seolah kehabisan alasan untuk tetap menahan pemuda cerdas itu bertahan di Indonesia. Apalagi hingga saat ini, Kemenristek tak jua memberikan penjelasan, mengapa izin itu belum dikeluarkan. Padahal mobil-mobil listrik buatan Ricky, sudah pernah mejeng di acara KTT APEC di Bali.


"Kalau sampai satu atau dua bulan ini tidak ada kejelasan, saya harus izinkan dia (Ricky) pulang ke Jepang. Dia ini anak muda yang cerdas. Masa depannya masih panjang. Saya tidak mau menggantung masa depannya dengan bertahan di Indonesia," kata Dahlan.



Izin yang Tak Kunjung Keluar


Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri bangsa.


Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin.


"Akhirnya Kemenhub dan Menristek bicara dan akhirnya urus izin di Menristek. Ini sedang kita urus," kata Dahlan menjawab wartawan beberapa bulan lalu.


Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil listrik Selo saat melakukan ujicoba.


Berbagai carapun sudah ditempuh bekas Dirut PLN ini agar mengantongi izin menggunakan mobil bernama 'Selo' itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, upayanya hingga kini tak berbuah manis.


"Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibales. Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma 'ya' saja, tapi tidak dikasih izinnya," papar Dahlan heran.


Menteri yang ogah pakai pengawalan ini juga bingung, beberapa bus listrik yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta.


"Kalau mobil listrik warna hijau waktu itu pernah saya kendarai sendiri sampai 1000 km. Maksud saya gitu, kalau saya pakai dulu terus baru dikritik apanya saja yang kurang, tapi ini mau dipakai enggak bisa," sesal mantan Dirut PLN ini.



Perkenalan Ricky Elson dengan Dahlan Iskan


Saat kunjungannya ke Balikpapan beberapa waktu lalu, Kaltim Pos (Grup JPNN) sempat membuat laporan mengenai sosok Ricky Elson. Pemuda kelahiran tahun 1980 ini menempuh pendidikan sarjana hingga program master di Jepang. Ia mengambil ilmu spesifikasi Teknik Mesin di Polytechnic University of Japan. Dia selalu jadi lulusan terbaik hingga dilirik seorang profesor di sana yang merupakan perancang motor di Nidec Corporation. Ricky pun memenuhi tawaran itu.


Meski sempat kesulitan, Ricky berhasil beradaptasi. Bahkan, dia jadi andalan di perusahaan tersebut. Banyak pelajaran berharga didapatkan Ricky di sana. Terutama untuk menumbuhkan semangat kerja. Di perusahaan tersebut, kalimat motivasi jadi cambuk semangat karyawan. Yakni; segera kerjakan, pastikan kerjakan, dan kerjakan sampai selesai!


Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jepang punya pengertian sendiri bagi setiap jenjang pendidikan. S-1 misalnya. Artinya jenjang ini sekadar tahu bagaimana memecahkan masalah. Sedangkan S-2, bagaimana menemukan masalah dan menyelesaikannya. Terakhir, S-3 adalah bisa membuat masalah dan memecahkannya sendiri.


Berbagai filosofi Negeri Samurai ini rupanya membentuk karakter Ricky menjadi orang yang produktif. Buktinya, enam tahun sejak bekerja di Nidec Corporation, dia berhasil jadi andalan. Sekitar 80 persen produk perusahaan ini merupakan karya sang Putra Petir ini.


Adapun Nidec Corporation bergerak di bidang elektronik, memproduksi elemen motor presisi alias mikromotor.


Selama 14 tahun di Jepang, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang.


Namun demikian, di tengah kariernya yang sedang bagus, Ricky memilih kembali ke Indonesia. Dia turut membeberkan alasannya pada para mahasiswa kemarin. Pertemuan Ricky dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ternyata menjadi titik segalanya.


Bermula dari pertemuan sekitar 3 jam itu, Dahlan melobi Ricky untuk pulang dan berkarya di Tanah Air.


Bagi Ricky, pertemuan serupa bukan hal baru. Ada beberapa tokoh nasional yang sebelumnya menemui Ricky dan menawarkan untuk bekerja di Indonesia. Dia dijanjikan banyak hal yang barang tentu menggiurkan. Gaji tinggi mulai puluhan juta sampai ratusan juta rupiah, hingga diberi perusahaan, sudah biasa didengarnya. Tapi dia selalu menolak. Kenapa kali ini berubah?


“Yang saya tangkap, Pak Dahlan Iskan itu berbeda. Dia tak kasih janji-janji. Hanya berkata ‘Sudah cukup Anda kerja di luar negeri. Maukah ikut dengan saya? Kita bersama-sama berbuat untuk Indonesia’,” ucap Ricky menirukan percakapan dengan Dahlan Iskan saat itu.


“Beliau sangat paham. Dia minta saya pulang. Saya pun tak tahu kenapa tak menolak padahal yang lain berani menggaji hingga dua kali lipat dari yang saya terima kala itu,” sambungnya.


Dahlan yang mengetahui bahwa tenaga dan pikiran Ricky dihargai sangat tinggi, saat itu mengaku tak bisa memberikan hal serupa.


Namun supaya Ricky mau, Dahlan tanpa pusing-pusing langsung menawarkan gajinya sebulan sebagai menteri BUMN, untuk menjadi bayaran Ricky tiap bulan.


Berkat kesamaan visi membangun Indonesia, akhirnya kesepakatan tercapai. Apalagi, dia bertekad mau membalas jasa para guru yang membantunya bisa kuliah hingga ke Jepang. Ricky pun balik ke Indonesia dan memulai proyek mobil listrik Indonesia.


Selo dan Gendhis, mobil listrik karya Ricky yang sekarang jadi sorotan. Karya anak bangsa tak kalah dengan mobil sport buatan luar negeri. Padahal, durasi pengerjaannya hanya lima bulan. Selo memiliki kecepatan 250 kilometer per jam sedangkan Gendhis 180 kilometer per jam. “Karena mengejar untuk ditampilkan di APEC, motor dan controller-nya masih pakai buatan luar negeri,” sebutnya.


Menurut Ricky, langkah membuat mobil listrik saat ini sudah tepat. Beberapa waktu ke depan, dunia diprediksi beralih ke kendaraan listrik. Ini kesempatan buat Indonesia untuk memulai industrinya. Bahkan, bukan hanya Indonesia, seluruh negara saat ini turut berproduksi mobil listrik.


“Jika tidak dari sekarang, puluhan tahun lagi akan dipertanyakan apa produksi Indonesia,” ucap Ricky. “Indonesia butuh penggagas. Dari sini diharapkan lahir pengembang mobil listrik lain,” sambungnya.


Cerita di balik pemberian nama mobil listrik karya Ricky ini turut dibeberkan. Mulanya, mobil tersebut bakal dinamai Gundala. Nama itu diambil dari tokoh fiksi pahlawan super yang dijuluki Putra Petir. Tapi, Gundala terlanjur jadi nama komik. Hingga muncul nama Selo dari legenda Ki Ageng Selo yang dikenal dapat menangkap petir. Akhirnya nama inilah yang didaulat jadi nama mobil listrik Indonesia dengan model sedan sport.


“Kalau Gendhis, memang ingin dicari yang manis untuk mendampingi Selo. Jadi diambillah Gendhis yang artinya gula dari Bahasa Jawa,” imbuhnya.



Segera Pulang ke Jepang


Meski asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura. Di sana, ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.


Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali.


Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya. Oh Indonesiaku... :-(



UPDATE!


Ricky Elson memilih untuk tetap di Indonesia, Merinding saya mendengar jiwa Nasionalismenya yang begitu besar untuk bangsanya, Negara Kesatuan Republik Indonesia!!


Walau bangsa ini banyak mengecewakanya, tapi saat ini Ricky Elson terus bekerja keras dengan karyanya membangun bumi tempat dilahirkanya, Indonesia!


Do'a kami selalu menyertaimu !



Reaksi Ricky Elson terkait Kontroversi Mobil Nasional


81 komentar

Rosi mengatakan...

Ya Allah sampai menangis membacanya.
Sebegitu kejamnya pejabat negeri ini pada bangsa sendiri.
Mereka lebih jahat daripada penjajah dari negeri asing.
Sudah mau dimajukan oleh putra-putri bangsa malah ditolak.
Ya Allah semoga pemerintahan ke depan lebih baik lagi dan punya rasa nasionalisme tinggi.
Punya rasa cinta yg tinggi pada tanah air ini.
Semoga putra-putri kebanggan Indonesia ini tidak kapok jika diminta kembali ke Indonesia.

Ari Es mengatakan...

Inilah kisah nyata di negeri kita bernama Indonesia :-(

Dina awalia mengatakan...

Subhanallah menakjubkan

slamet daeroni mengatakan...

pejabat kita rata2 juga bermental penjahat,mudah mudahan pak jokowi bisa menghargai karya yang gemilang dari anak bangsa ini

pejabat sialan mengatakan...

Pemerintah ga akan bantu produk dalam negeri.. karena mereka menunggu komisi impor, semakin byk kouta impor komisi mereka semakin banyak. Serta pajak impor menggiurkan.. coba produk lokal, mana ada uangnya... apalagi klo d ekspor, pemerintah dapet apa? Komisi darimana?? Hah jawab yang merasa pinter, INI PERMAINAN PEMERINTAH KOTOR

Ari Es mengatakan...

belajar arti Nasionalisme dari Ricky Elson dkk

Ari Es mengatakan...

Sayangnya hingga detik ini harapan tersebut masih mimpi karena Jokowi lebih memilih Proton :-(

Ari Es mengatakan...

Inilah mental2 pejabat yg seperti itulah yg menghancurkan bangsa ini dan ptensi anak2 terbaik negeri ini :-(

Rudy mengatakan...

Kadang saya berfikir jika ternyata yg menghancurkan bangsa ini ya pejabat2 korup dan mata duitan yg mematikan potensi generasi terbaik bangsanya.

Buat RIcky Elson dkk, Maju terus!!

Bang Ipoel mengatakan...

Semoga pejabat2 korup dan tak bermoral itu pada tobat semua, jika tidak tobat juga, kita sumpahin aja hidupnya amburadul gak karuan dan selalu hidup dalam penderitaan!

Doa kami bersamamu bang Ricky dkk

edwin priatna mengatakan...

Mohon maaf untuk Penulis.kami minta alamat lengkap mas Ricky Elson,insya Allah kita mendukung kreatifitas anak bangsa yg kreatif.kami tunggu balasannya via email saya.edwinpriatna@gmail.com.terima kasih

edwin priatna mengatakan...

ralat: Maaf maksudnya Ricky Elson

Ari Es mengatakan...

Silahlkan langsung Inbox Via akun resmi facebook pribadi Ricky Elson DISINI.

nur kholis mengatakan...

sebenarnya banyak putra bangsa yang mampu menyokong ide, gagasan bahkan telah banyak bukti bahwa anak bangsa mampu untuk diajak mandiri membangun negeri sendiri. mengapa mereka semua tidak pernah difasilitasi dan diakomodasi oleh pemerintah kita ini adalah bukti bahwa mental aparat pemerintah kita adalah mental CALO yang hanya senang dikasih fee dan tetap di tempatnya mangkal, padahal yang ngasih fee dia sudah sampai dimana-mana dan tahu mana-mana, sedangkan dia (calo) nggak pernah kemana-mana dan hanya dengar cerita sudah amat sombong seolah-olah dia pernah kemana-mana dan tahu mana-mana. ucapan pedas menteri Kelautan perlu disiarkan dimana-mana
"anda punya gelar sarjana, profesor, doktor masak kerjanya kalah dengan orang yang tamatan SMP"
terlalu banyak makan teori jadi nggak pernah kerja.................................!!!!!!!

antok ndeso mengatakan...

Saya berdoa supaya para pemimpin yang duduk di pemerintahah saat ini terbuka matanya dan menghargai karya anak bangsa seperti ini, dan tidak terjebak pada politik saja apalagi bagi-bagi kekuasaan dll
INGAT.... apa yang anda lakukan kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Yang Maha Kuasa.....

Riz Nesia mengatakan...

permisi mas Ari,

Mas Ricky Elson protes dengan artikel ini yang catut sana catut sini

Silakan langsung dibaca ya protesnya beliau, mungkin mas ari perlu bikin klarifikasi langsung ke yang bersangkutan

https://www.facebook.com/ricky.elson?fref=nf

udin nurdin mengatakan...

Pemerintah kita mah mendingan melihara koruptor dari pada melihara orang -orang yang punya potensi

Ari Es mengatakan...

Sudah saya inbox dan klarifikasi lgsg.
dalam tulisan ini saya juga tegaskn hanya mngutip dari satu sumber dan mnggunakan link hidup.

Saya juga sdh sebutkn dlm video diatas jika saya teramatsangat sadar jika org2 hebat sprti bang Ricky tidak butuh mendapat pengakuan dan penghargaan aplagi belas kasihan.

Tulisan ini sbgmna diawal tulisan sdh saya tekankan bahwa tulisan ini mmg murni rasa gregetan saya juga saya akui rasa emosi saya dg pejabat2 negara yg tdk bkerja sbgmna harapan saya dan rakyat kebanyakan yg lainya.

Suara2 anak kampung saya takan mungkin bisa didengar oleh wakil rakyat arau pejabat disana, sehingga dg tulisan inilah setidaknya saya ingin mnyampaikn rasa gregetan saya.

Terima kasih...

alfa mengatakan...

Ini artikel2nya pak dahlan tahun lalu bukan?kira2 tulisan juni-juli 2014...mnrt saya harusnya pemerintah beri kesempatan pemuda2 spt ricky ini,tp knp dulu menristek jaman pak sby gak kasi izinnya y?kekurangannya apa harusnya dishare ke publik..mgkn dulu pak sby lebih berat ke LCGC kali y...

Ari Es mengatakan...

Kalau bacanya runtut, akan sgt mudah tahu drimna sumbernya dan tanggalnya.

adi mengatakan...

Banyak kepentingan yg menghambat izin itu di setujui
1. Perusahaan mobil jepang sdh ketakutan untuk bersaing dengan mobil listrik tsb.sehingga mereka melakuan berbagai cara untuk meng gagal kan izin tsb
2. Pengusaha bensin juga takut bensin nya ngak laku atau berkurang omset nya.

grooth mengatakan...

ada alasan kenapa izin mobil listrik hasil temuan/buatan anak bangsa kita tidak dkeluarkan oleh pejabat pemerintah kita yang korup itu yaitu:
1. yang jelas putra/putri kita tidak boleh pintar alias harus tetap bodoh agar bisa di bodoh-bodohin
2. dana untuk membantu hasil karya anak bangsa lebih baik di korupsikan
3. memang tidak ada niat untuk membantu anak bangsa untuk berkembang

menurut sy anak bangsa yg berpotensi,negara manapun yang menghargai dan membantu hasil karya kita kesanalah mengembangkan karya kita,dari pada di negeri sendiri tidak menghargai dan mendukung.salam !

heri mengatakan...

presidenya aja kaya gitu, pembantunya tambah kemayu, dalangnya gemuyu mlaku-mlaku njaluk digepuk alu ...... wis boooohlah penyelenggara negara gak waras ......!!!!

mang lias mengatakan...

coba kmren ketimbang pak jokowi menggandeng pabrikan dari tetangga sblh untuk proyek mobnasnya alangkah baiknya memanfaatkan SDM yg ada yg sudah duakui diluar negri.. toh sama2 pembiayaannya juga pke duit rakyat..kan keren kl mobnas di Indonesia pake energi listrik toh mobnas juga dipkennya ga jauh2 amat kann.. tetap semangat dan smga jiwa nasionalisme takpernah padang ya mas riky

moxahir mengatakan...

Kl ijin dikeluarkan...Negara Jepang bangkrut . Mobil buatan negarabsakura jg produsen lainnya bakalan bangkrut. bgt jg dgn pertamina. Pln laris. Itu logikanya knp ijin gk llolos.

Johan mengatakan...

saya tidak mengerti dengan kementrian kemerntrian di indonesia . kenapa mereka dipilih sedangkan indonesia tidak pernah maju. hanya uang yang di pikirkan para petinggi petinggi di indonesia ini

dzayyadie mengatakan...

Masih banyak Ricky2 yang lain diluar negeri apalagi di jepang ada bapak ken sutanto..negara kita memang belum siap untuk orang2 pintar seperti mereka...entahlah kenapa alasannya yg pasti ada kepentingan didalam sana yg bikin semua itu.

Ari Es mengatakan...

alasan pada Point pertama sangat mungkin terjadi

Ari Es mengatakan...

walaupun begitu, Ricky Elson bukanlah type org yg ingin dihargai, bung Ricky bener2 sangat menginspirasi kita dan dia juga tetap selalu merendah..

Ari Es mengatakan...

apakah pointnya ada pada nomor 3?
Tapi nasihat bung Ricky kemarin bilang agar kita tetap optimis dan terus berkarya apapun yg terjadi..

Ari Es mengatakan...

Harapan saya sendiri juga seperti itu, tp bung Ricky sdh katakan bahwa dirinya hanya ingin berkarya dan berkarya membangun negeri. Itu yg membuat saya kagum dengan bung ricky

Ari Es mengatakan...

Saya juga menunggu kabar revolusi mental itu gmna kabarnya ya..

Ari Es mengatakan...

semoga saja mereka menyadari hal tersebut, walau sepertinya kita mmg tak perlu byk berharap.

Ari Es mengatakan...

Mungkin juga seperti itu, tapi apapun yg dilakukan pemerintah, mau mendukung atau tidak, Bung Ricky dkk dg idealisme dan nasionalismenya tetap akan membangun negeri ini. Kita siap terus mendukungnya..

Dedi Warman mengatakan...

Bukan merupakan hal yang baru yang dialami oleh Saudara Niky Elson, berapa banyak putra bangsa yang mempunyai IQ brillian yang tidak dihargai oleh bangsanya, mulai dari zaman Soekarno sampai saat ini. BJ. Habbie saja tidak akan pulang kalau tidak di jemput oleh Adam MAlai yang pada waktu itu sebagai wakil presiden, dan masih banyak hHabibie lain yang menimba ilmu di jerman yang tidak plang ke Indonesia, pejabat indonesia tidak memikirkan kemajuan Indonesia yang diamanatkan dalam Undang UNdang Dasar 1945 hanya memikirkan dirinya sendiri dan partainya. Indonesia _Ku sayang Indonesia-Ku malang......

ridwan efendi syam mengatakan...

Indonesia Memang tak Pernah menghargai hasil karya anak bangsanya sendiri
contoh kecil dan cukup sederhana saja
animasi ............ karya anak bangsa namun tak di hargai dan lebih di hargai di negara lain namun animasi tersebut lebih di minati dan lebih banyak di tonton oleh anak indonesia sendiri.
sangat sayang sekali karya anak bangsa yang cukup di minati di negaranya sendiri namun di miliki/di patenkan oleh negara lain

all mengatakan...

negara yg paling begok/tolol didunia ya indonesia, banyak pejabat,pejabat bajingan.di negara ini...

fikri mengatakan...

Semangat ricky elson salam sanak sakampuang

Iyus mengatakan...

sayang sekali kemampuan putra indonesia kurang di hargai oleh pejabat di negri sendiri.tanya kenapa???!!! Kalau dipikir2 lebih baik berkarya n belajar di negri orang lebih di hargai,padahal pak dahlan iskan sebagai sponsor. Indonesia miris banget

Ari Es mengatakan...

Pejuang bekerja karena keikhlasan dan ketulusan serta jiwa nasionalisme, Pejabat bekerja dari awal mungkin kebanyakan karena memang mencari uang?

Ari Es mengatakan...

Ada banyak memang, dan kita tidak boleh hanya berharap kpada pemerintah.
Apa yg dilakukan Ricky Elson dkk adalah contoh yg sgt baik karena mereka berjuang utk membangun negeri dan bangsa ini. bukan utk tujuan uang apalgi penghargaan.

Ari Es mengatakan...

Ada istilah, Kita mencintai negeri ini tapi tidak untuk para politisi dan buruknya birokrasi :-(

Ari Es mengatakan...

Tapi dalam soal ini Ricky Elson dkk sdh memberikan contoh kepada kita bahwa apapun yg terjadi, kita harus membangun negeri ini, bukan utk tujuan menyenangkan pemerintah, tapi untuk mbangsa dan negeri kita, NKRI!

Hartoni mengatakan...

"lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita bukan satu alasan untuk kita tinggalkan" tapi karena pemerintah saat ini dholim sama rakyatnya dan bang ricky pun masih muda maka memang sebaiknya mengunakan ilmunya untuk masa depanya yg kelak mudah2an bisa di warisi anak cucunya kelak... mgk sekarang bukan saat yg tepat untuk tinggal di Indonesia namun harapan masih tetap ada, mudah2an suatu saat bang ricky akan kembali dengan lebih hebat dari sekarang...


Pejabat kita lebih senang impor karena jelas iming2 fee yg bakal di dapat... lihat saja kapan pernah petani kita maju? Petani jumlahnya ribuan tentu bakal sulit meminta upeti sedangkan importir jumlahnya bisa di kendalikan tergantung berapa fee yg berani di berikan...

ojos mengatakan...

Maklum aja, pemerintahan indonesia sudah terkontaminasi virus korupsi, ijin gak keluar karena mereka mengharapkan imbalan dari yg meminta ijin.
Lebih baik Ricky Elson ber migrasi aja ke Jepang. Kisahnya sama seperti Sri Mulyati. Seandanya saya punya keahlian yg bisa d akui negara lain saya pasti dah pindah kewarganegaraan. Saya sudah muak dengan orang orang indonesia yg arogan dan egois

wahyu immanuel mengatakan...

Model SELO bisa ngalahin TESLA S?.

ando mengatakan...

..bnyk sikap para pejabat yg tidak mendukung kemampuan bangsanya sendiri..yg ada diotak mereka adalah apa keuntungan pribadi yg saya dapat.. wanii piroo.. sungguhmemalukan..

andre mengatakan...

saluut buat hasil karya anak bangsa, semoga kedepannya karya ini bs disupport oleh pemerintah, pngusaha dan rakyat indonesia...
kayaknya kita tak bs cm menyalahkan pemerintah saja utk memajukan karya anak bangsa krn hal itu hrs disupport oleh biaya yg lbh byk dimiliki oleh swasta. di negeri kita ini mbil listrik blm bs menjadi bisnis menjanjikan yg bs berkembang dg cepat.

Ari Es mengatakan...

Disuport pemerintah atau tidak, Bang Ricky dkk sdh berkomitmen utk tetap terus berkarya dan berkarya, karena mreka bekerja bukan utk pemerintah akan tetapi utk sains dan utk negeri ini :-)

amril mengatakan...

teriris hati ini ketika mendengar putra terbaik bangsa menjadi orang luar bisa di negeri orang menciptakan penemuan-penemuan terbaru dan penemuan.y suda di patenkan di negeri orang, ketika ingin pulang, membangun knegeri.y sendiri dan berkarya untuk negerinya sendiri mala tidak di hargai...
dimana posis pemerintah sekarang..?????
dimana..????

jaya mengatakan...

Bang Ricky...:') terimakasih
...terharu bgt gwe..

Ari Es mengatakan...

Saya saja gregetan banget, tapi kemaren setelah mendapat nasihat lgsg dari bung Ricky, rasanya jadi ingin belajar byk juga bahwa tdk ada gunanya kita mengecam pemerintah, mereka ya begitulah adanya. Lebih baik mari kita berkarya dan berkarya. demikian nasihat bung Ricky

Ari Es mengatakan...

Mungkin iklan wanipiro itu juga terinspirasi dri perilaku korup mereka ya? :-D

Ari Es mengatakan...

Yakinlah jika dikembangkan dan diperbaiki terus dan didukung byk pihak pasti bisa. Jepang saja bisa seperti ini dulu diawali dari hanya mesin dan sepeda hingga akhirnya skrg mampu kuasai otomotif dunia.

Ari Es mengatakan...

Inilah kondisi kita bangsa ini :-(
Yg terpenting mari kita terus berkarya dan berkarya utk negeri.

Terkait nasib petani, saya pernah mengulasnya disini..
Tidak ada yang Murni Peduli dengan Nasib dan Kesejahteraan Petani selain petani itu sendiri
http://aribicara.blogdetik.com/tidak-ada-yang-murni-peduli-dengan-nasib-dan-kesejahteraan-petani/

anty mengatakan...

Mengingatkan pada bapak bj. Habibie, di negara jerman dia sangat dihargai dan kemampuannya terpakai, tp di negara sendiri mlah di cuekin, ckck..

ican mengatakan...

Membaca judul nya saya sudah menebak "pasti indonesia" karena hanya indonesia yg tidak bisa menghargai kecerdasan dan kepintaran, yang bisa di banggakan hanyalah korupsi....

Anton mengatakan...

Saya sepakat dengan artikel ini, banyak sekali teman2 programer beberapa bulan yg lalu ditangkap'i oleh kepolisian karena masalah hak cipta software2 tanpa ada penuntut yg jelas, banyak usaha kecil mandiri dr temen2 yg akhirnya tutup ..Negara tidak bs mengayomi para genius2 ini ..malah jadi sasaran empuk untuk menghajar karena hak cipta.. Tumbang satu demi satu calon programer hebat Indonesia ..karena takut terjerat hukum. Inilah realitanya.

Manda mengatakan...

Kalau pemerintahnya tidak seperti itu bukan indonesia. pada umumnya, alasannya menganggap untuk kepentingan bersama, memang betul kepentingan bersama untuk sesama pemegang kekuasaan dan strukturnya. Ujung ujungnya duit dan perut pribadi doang. Kasian bangsa ini.. ..

Sopeng D. Lahona mengatakan...

Negeri para kurcaci..

milo mengatakan...

para veteran terdahulu pun tidak di hargai, para pensiunan atlet dan yang lainnya pun tidak dihargai...malah di biarkan sengsara

Mba Batik Rina mengatakan...

membaca ini rasanya pengin nangis, sesungguhnya contoh ini hanya satu dari sekian banyak anak2 bangsa dengan prestasi mendunia yang dicampakan bak sampah..di negeri sendiri

ayo pemerintah sekarang jawab dengan baik jangan hanya rebutan kekuasaan tanpa ada porsi buat memikirkan raktaynya

rh_89 mengatakan...

Ricky elson anak muda Indonesia yang memiliki jiwa nasionalis yang punya cita-cita ingin turut serta membangun NKRI tercinta, tetapi apalah daya realita sekarang belum mendukungnya. Ricky elson kami berharap agar jangan pernah luntur jiwa nasionalismu dan cita-cita luhurmu membangun NKRI karena realita ini. Contoh dari golongan tua adalah bapak Baharuddin jusuf habibie, jangan tanyakan jiwa nasionalisnya pak habibie untuk NKRI, bahkan sampai sekarang jiwa nasionalis itu semakin berkembang dan cita-cita luhurnya berlipat-lipat walau usia telah memakannya.

TUHAN tunjukkan lagi orang-orang langka Indonesia seperti mereka untuk NKRI jaya, Indonesia Raya.

buyunk mengatakan...

mbali ke tanah air uda ricky elson..

dadang suryana mengatakan...

Jgn di bikin sakit haati om ricky elson..kembangkan trus inspirasinya... sya jga merasakan bagaimana rasanya tidak di hargai oleh segelintir....hasil dayapikir temuan pun di buang begitu saja oleh mereka yg tidak mengerti akan manpat hasil ristek.malah sdh merupakan sampah bagi mereka...tunjukan prestasi kita pada dunia.

Ari Es mengatakan...

Tapi memang melihat kasus yang sekarang, mereka benar2 sungguh sudah teramatsangat keterlaluan! :-(

Ari Es mengatakan...

Entah bagaimana kabar Industri kreatif yg dimaksudkan dulu...

Ari Es mengatakan...

entah sampai kapan image ini akan hilang..

Ari Es mengatakan...

dan masih byk kisah yg serupa dan terus berulang :-(

MH mengatakan...

Mas... mau ksi saran... tulisan di blognya tolong di perbesar... terlalu kecil jadi susah untuk membacanya... :3

Ari Es mengatakan...

Terima kasih banyak atas saran dan masukanya,
Apakah ini diakses dari versi mobile?

Jaki mengatakan...

memang bukan rahasia lagi,kalo negara ini PAYAH...

ndeso bener mengatakan...

mungkin kalau Pak Menristeknya jadi Wapres baru deh di berdayagunakan anak2 bangsa Indonesia yg brillian....tapi itu mungkin lho yaa.....

Albert mengatakan...

wih keren juga informasinya, ,tapi ini hal yang aneh juga yah bagi indonesia kenapa bisa kaya gt

Sahari Ayah Gani mengatakan...

Jd jgn prnh mimpi ri bs maju mindset nga mau diungguli org lain sdh membatu bersama otaknya.

NN mengatakan...

Sebenarnya alasannya simple pejabat2 pemerintahan telah menginvestasikan uang mereka di bahan bakar minyak, jika ijin ini dikeluarkan dampaknya adalah kehilangan pendapatan dari investasi mereka. bukan hanya pejabatnya saja mungkin ada orang yang menjadi sponsor pejabat itu juga yang menekan pejabat tersebut sehingga ijin tersebut tidak dikeluarkan. jika hal ini terbukti benar adanya dan disiarkan secara luas mungkin pejabat tersebut akan mengeluarkan ijinnya karena tekanan dari masyarakat.

surya mengatakan...

Hanya Orang yang banyak omong kosong dan yang banyak kepalsuan (ijazah palsu,KTP palsu, dan yang bisa direkayasa untuk dipalsu) diberikan tempat di negeri ini. betulllllllllllllllll

Luckx mengatakan...

Gw ga brani judge p Jokowi salah ambil keputusan atau tdk nya.
Tapi kalo semisal tidak ada pelanggaran dalam kontrak dgn negara tetangga tersebut, tdk ada salah nya pak presdir mulai mensupport anak bangsa sendiri yg masih ada hati untuk membangun dan mengharumkan bangsa tercinta ini.

peter maulama mengatakan...

Negara ibarat ibu.. Rakyat ibarat anak... Jika ibu sayang makan anak berbakti. Tp jika ibu sibuk dgn diri nya sendiri maka anak akan tersia siakan.... Yg kita alami selama ini.. Ibu gak parduli dgn kita.. Peraturan banyak sgala naik.. Mmbuat anak menderita... Apakah ibu perduli... Tidak!!. Jadi nya anak mncari hidup nya sendiri. Berjuang sendiri.. Anak yg bagus berjuang d jalan lurus.. Anak yg tdk bagus ke jalan mutar mutat... Thx

Anonymous mengatakan...

semangat terus Dr. Ricky perjuanganmu tak sia2, banyak anak bangsa dikecewakan bapaknya sendiri, ada yang senasip dengan Dr. Ricky, seperti penemu alat pengobatan kanker Dr. warsito, mudah2 itu jalan untuk
ilmunya lebih bermanfaat dan mendunia.

Arif mengatakan...

Sebenarnya pemerintah mau namun kemungkinan ada campur tangan korporasi besar yang merasa terancam usahanya bila ada teknologi dalam negeri yang diproduksi. karena sudah pasti harganya murah dan teknologinya setara dengan yang sudah ada. Jadi intinya ilmunya diambil asing untuk dijual lagi ke indonesia. Sudah banyak yang seperti itu. Jadi korporasi besar dan orang2x yang punya kepentinganlah yang menggagalkannya. So, perlu ketegasan dari pemerintah, mau maju atau jalan ditempat cenderung mundur.
Seperti slogan "orang Pintar menolak angin" tapi jangan lupa angin segar jangan di tolak juga.

Diberdayakan oleh Blogger.