Hari Buruh: Buruh Tani Belum Sejahtera, Tapi Mereka Tidak Pernah Demo!

62797917b8cb29248490493d6d7c9733_buruh-taniSetiap tanggal 1 Mei selalu diperingati Hari Buruh. Beberapa orang beranggapan jika ditanya tentang apa yang mereka ingat saat mendengar kata "Hari Buruh"? yang paling banyak diingat ternyata Demo, Kenaikan Gaji, dan terkait itu.


Jelang hari buruh seperti sekarang ini, bisa dipastikan beberapa kordinator persatuan buruh sudah menyiapkan berbagai aksi demo. Tidak hanya aksi demo, mereka juga biasanya menyiapkan semuanya mulai dari pernyataan tuntunan buruh, pengumpulan massa, dan yang lainya.


Tidak ada yang salah memang dengan aksi para buruh tersebut karena setiap orang di negara ini memang memiliki hak yang sama termasuk para buruh.


Pada kenyataanya peran buruh memang memiliki peran yang sangat penting dalam maju tidaknya perekonomian di setiap negara. Jasa-jasa buruh juga sangatlah besar karena tidak mungkin sebuah perusahaan bisa maju dan berkembang tanpa adanya peran buruh.


Demikian juga seluruh roda perekenomian khususnya di kota-kota besar, buruh benar-benar sudah seperti mesin penghasil keuntungan yang luar biasa penting dalam sebuah perusahaan.


Namun yang harus menjadi catatan tentunya aksi buruh yang dilakukan dalam setiap peringatan hari buruh tersebut haruslah tetap menciptakan ketertiban dan keamanan serta tidak ada aksi anarkis yang itu bisa mengganggu orang lain.


Kepada perusahaan-perusahaan yang memang masih banyak melanggar hak-hak buruh, melalui peringatan hari buruh mereka juga segera memenuhi hak buruh sehingga tuntutan para buruh di setiap tahunya bisa semakin berkurang.


Permasalahan-permasalahan terkait konflik buruh dan perusahaan di Indonesia memang masih selalu muncul. DIantaranya terkait penetapan upah dan gaji, tenaga kontrak, asuransi kesehatan, Hak cuti, dan masih banyak lagi masalah lain yang hingga detik ini memang masih sering memunculkan konflik diantara keduanya (buruh dan pemilik perusahaan).


Namun sebenernya diluar dari fenomena demo pada setiap perayaan hari buruh, saya melihat ada hal yang menarik di kampung saya, dimana seumur hidup saya menjadi anak petani, belum pernah saya lihat para Buruh Petani di kampung saya dan di seluruh Indonesia berdemo.


Padahal bisa dipastikan kerja sebagai buruh tani dengan buruh di pabrik-pabrik secara pendapatan gaji pastilah jauh lebih banyak mereka.


Memang kalau terkait alasan dan kasusnya mungkin dianggap berbeda, namun dari kasus ini justru saya jadi berfikir begini,


Tidak pernah demonya para buruh petani salah satu penyebabnya dikarenakan para buruh tani tau diri bahwa jangankan mereka yang hanya bekerja sebagai buruh tani, Petaninya saja yang mempekerjakan mereka nasibnya masih tidak jauh berbeda dengan buruh petani itu sendiri jadi wajar saja para buruh tani berani berdemo.


Alasan lain karena buruh petani bukanlah orang-orang yang seperti buruh-buruh pabrik yang sudah berpengalaman dalam membuat organisasi dan melakukan demo.


Seandinya saja para buruh tani bersama para petani memiliki organisasi sebagaimana buruh-buruh pabrik di perkotaan, mungkin demonya para buruh petani dan petani akan jauh lebih menakutkan daripada demonya para buruh pabrik.


Anda bisa membayangkan seandainya seluruh petani bersama dengan buruh petani berdemo dan melakukan aksi tanam produk pertanian, maka bisa kacau balau perekonomian di Indonesia.


Namun yang harus dijadikan perhatian oleh pemerintah sebenernya adalah pentingnya pemerataan kesejahteraan para buruh di seluruh Indonesia. Tidak hanya buruh pabrik tapi juga buruh-buruh petani di desa-desa juga membutuhkan kesejahteraan.


Dan perlu dicatat bahwa kesejahteraan buruh tani tentunya sangat ditentukan dengan sejahtera tidaknya para petani. Sehingga jika ingin mensejahterakan buruh tani, maka sejahterakanlah terlebih dahulu para petani!.


ilustrasi gambar: bing.net

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.