Darurat Ancaman Negara yang Dianggap Biasa dan Jadi Budaya

 


[caption id="attachment_2564" align="aligncenter" width="602" caption="Gunung Emas di Papua ini yang seharusnya bisa membuat rakyat sejahtera justru dikelola oleh asing dan negara hanya menerima pajak saja "]Gunung Emas di Papua ini yang seharusnya bisa membuat rakyat sejahtera justru dikelola oleh asing dan negara hanya [/caption]


Beberapa pakar boleh saja mengatakan bahwa sebuah negara untuk dikatakan sebagai sebuah negara yang dalam kondisi darurat harus diukur dan dibuat standarisasinya.


Namun bagi saya sebagai orang yang awam atas standard-standar tersebut punya pandangan dan persepsi yang berbeda.


Bagi saya, kondisi Indonesia yang saya saksikan melalu televisi dan berbagai pemberitaan media menunjukan jika kondisi Indonesia sudah pada kondisi darurat dan sangat berbahaya.


Kondisi dan darurat negara yang ada dalam pemahaman awam saya bisa dilihat dari berbagai peristiwa dan data-data berikut ini:


Perusahaan Asing Kuasai 80% Sumber Daya Alam Energi Indonesia


Untuk menguatkan pernyataan diatas, berikut ini saya cantumkan beberapa bukti-buktinya yang diungkapkan oleh para tokoh dan pakar di berbagai media yang ucapan mereka bisa dipertanggungjawabkan.



  • Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70-80 persen telah dikuasi bangsa asing."Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing," katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari.Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen. (sumber: suarapembaruan 10/11/13).

  • Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan mengatakan saat ini sumber daya energi di Indonesia masih dikuasai oleh asing. Menurut dia, perusahaan asing menguasai 70 persen pertambangan migas, 75 persen tambang batu bara, bauksit, nikel, dan timah, 85 persen tambang tembaga dan emas, serta 50 persen perkebunan sawit."Ironisnya, Pertamina dan BUMN Migas kita hanya menguasai 17 persen produksi dan cadangan migas nasional. Sementara itu, 13 persen sisanya adalah share perusahaan-perusahaan swasta nasional,". Akibat ketergantungan tersebut energi nasional masih belum juga terwujud. "Masyarakat belum bisa menikmati kemakmuran dari kekayaan sumber daya alam yang kita miliki," katanya. (tempo: 31 Juli 2013)


Saya pikir masih banyak data yang bisa kita temukan dengan mudah yang menunjukan bahwa, kenyataanya negara kita untuk sumber daya alam yang sangat vital seperti energi, gas, dan minyak masih dikuasai asing.


Kondisi ini tentunya sangat berlawanan dengan impian Soekarno dahulu yang pernah mengatakan,



"Biarlah Kekayaan alam kita tersimpan sampai nanti Putra-putra Bangsa ini mampu mengolahnya sendiri."



Sebuah harapan seorang pendiri bangsa negara yang sudah mengatakanya jauh-jauh hari dan sekarang ucapan itu SUDAH TIDAK PUNYA MAKNA. Buktinya sekarang ini hampir semua SUmber Daya Alam kita sudah dikuasai Asing.


Dari bukti ini saja, masih berani kita mengatakan jika negara kita tidak dalam kondisi DARURAT??!!


Korupsi Menjadi Budaya dari Tukang Parkir hingga Pejabat Negara


8b6e15ab0d63c7e50b686a1d178c08de_senyum-para-koruptor


Bicara korupsi di Indonesia benar-benar sudah teramat sangat parah. Tertangkapnya Mantan Ketua BPK oleh KPK membuktikan dan menguatkan adanya pendapat masyarakat jika sebenarnya hampir semua pejabat negara pernah korupsi. Hanya saja mereka ketahuan dan ketangkap atau tidak?


Jika anda parkir di pinggir-pinggir jalan, biasanya mereka memberikan bukti karcis resmi. Jika anda sudah selesai parkir kemudian bukti karcis anda tidak disobek, maka oleh tukang parkir yang korup (tidak semua) maka bukti karcis anda yang tidak diseobek oleh tukang parkir korup itu akan digunakan kembali sehingga saat bayar pajak parkir ke pemerintah tidak sesuai dengan jumlah sesungguhnya.


Pada budaya korupsi di tingkat bawah justru tidak pernah disentuh dan ditindak karena dianggap jumlahnya kecil. Walau kecil tapi korupsi tetaplah korupsi dan akan menjadi budaya jika dibiarkan terus menerus.


Jika korupsi di kalangan elit pejabat negara sudah tak terhitung berapa jumlahnya. Hampir setiap lembaga negara kita hampir semuanya sudah ada yang terkena kasus korupsi. Jika disebutkan mulai dari DPR, Kepolisian, Kejaksaan, Hakim, MA, BPK, Pajak, kementrian Pendidikan, kementrian Olah raga, dan masih terlalu banyak jika harus diabsen satu persatu.


Yang pasti kondisi korupsi di Indonesia benar-benar sudah teramat snagat parah dan memprihatinkan.


Melihat bukti-bukti banyaknya kasus korupsi di Indonesia, masih bisakah kita bilang jika negara kita tidak dalam kondisi DARURAT??!!


Ketimpangan Sosial Hidup Pejabat Negara dan Wakil Rayat dengan Kehidupan Sosial Rakyatnya.


 


[caption id="attachment_1798" align="alignleft" width="246" caption="Lihatlah, Nurani mana yang membenarkan para menteri tertawa bangga karena memiliki mobil mewah dan fasilitas serba mewah tapi di bawahnya terlihat para korban busung lapar yang ada di negeri ini, bahkan ada yang meninggal hanya karena tak bisa membeli makan"]Lihatlah, Nurani mana yang membenarkan para menteri tertawa bangga karena memiliki mobil mewah dan fasilitas serba mewah tapi di bawahnya terlihat para korban busung lapar yang ada di negeri ini, bahkan ada yang meninggal hanya karena tak bisa membeli makan[/caption]


Bicara ketimpangan sosial di Indonesia teramat sangat masih mudah untuk menemukanya. Coba saja anda lihat kekayaan pejabat negara kita dan mereka-mereka yang KATANYA mengaku sebagai wakil rakyat.


Rumah mewah, mobil mewah, gaji dan tunjangan besarnya minta ampun, bahkan ada juga yang "mengoleksi" Istri lebih dari satu. Semuanya mereka dapat semuanya dari negara. Padahal kinerjanya masih sangat mengecewakan rakyatnya.


Jika anda sudah melihat kondisi pejabat negara dan mereka-mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat, silahkan giliran anda jalan-jalan ke pinggiran jalan atau di perumahan kumuh di pinggiran jakarta atau di pinggiran kota-kota besar lainya, Saya pastikan anda akan teramat sangat menemukan orang susah dengan berbagai masalah beban hidup mereka.


Permasalahan mulai dari gizi buruk, terbelit hutang, kemiskinan, susah makan, tidak memiliki tempat tinggal, putus sekolah, dan berbagai kesulitan masyarakat lainya yang masih sangat mudah kita temukan disekitar kita.


Melihat ketimpangan kehidupan sosial yang seperti itu, masihkah kita berani bilang jika negara kita ini tidak dikatakan sebagai negara yang tidak dalam kondisi darurat?


Saya pikir mungkin masih banyak lagi jika kita melihat betapa memang kondisi negara kita memang sudah sangat darurat dalam berbagai banyak kasus selain dari 3 hal yang saya sebut diatas.


Mungkin anda ada yang bertanya dan heran, Begitu parahnya kondisi negara kita, akan tetapi kehitupan perekonomian kita seolah masih tetap baik.


Jika ada yang mengatakan seperti itu, menurut saya itu disebabkan oleh karena HEBATNYA MASYARAKAT INDONESIA YANG HIDUPNYA TIDAK PERNAH TERGANTUNG OLEH NEGARA!


Orang-orang di Indonesia itu memang dari dahulu terkenal dahsyat dan luar biasa. Mau siapapun dan seperti apapun presiden dan pejabat negaranya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa bekerja keras sendiri tanpa terlibatnya negara.


Negara dianggap oleh sebagian ebsar masyarakat Indonesia tugasnya hanya ngurusin soal administrasi perizinan KTP, akrtu keluarga dan yang terkait lainya.


Soal mau makan, mau miskin atau kaya, masyarakat tetap hanya mengandalkan diri sendiri sebagai motivasinya. Singkat kata, masyarakat akan bilang begini, "mau siapapun presidenya, kalau tidak kerja tidak bisa makan karena pemerintah dan pejabat negara tidak akan pernah mau tahu".


Jadi melalui artikel saya ini saya hanya ingin mengatakan bahwa kondisi negara Indonesia sudah sangat darurat dan harus diselamatkan!.


Masyarakat Indonesia sudah terbiasa mandiri dan tidak pernah ketergantungan terhadap negara.


Negara Indonesia akan menjadi luar biasa dahsyat jika maslah-masalah darurat yang saya sebut diatas bisa diselesaikan atau minimal dikurangi, kemudian didukung oleh etos kerja dan kemandirian warga negaranya yang sangat luar biasa. Jika itu dilakukan semuanya, maka Impian negara Indonesia menjadi negara terbesar di dunia bukanlah mimpi dan cerita dongeng belaka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.