STOP Pengiriman TKI dengan Sejahterakan Rakyat di Negeri Sendiri

68282866e8c189fac316dd40bd31db0a_satinahSaya ikut prihatin atas kasus yang menimpa Satinah, apalagi jika membaca kisah yang ditulis oleh Artis Melanie Soebono melalui Blognya. Khususnya dalam potongan tulisan berikut:




AWALNYA UANG DIYAT HANYA 1.5 M .


Gue ampe browse smalem ,,masih ada beritanya di bbrp portal dari 2011 TAPI GAK DIBAYAR BAYAR sekarang jadi segini ? Mereka juga yang bilang gak punya uang .


Gue gak peduli yang lakuin ini bener terbukti nyuri or bunuh or apapun nantinya pas ketemu Tuhan suatu hari .karena itu urusan dia dengan yang diatas tapi gue marah karena orang yang tiap taun dikasih 85 TRILLIUN, beli PESAWAT 2 TRILLIUN , gak mau bayar 1 MILIAR akhirnya jadi 21 Milliar .


Gue marah karena banyak KBRI, KEDUTAAN dll yang ada diluar, dan malah duta besarnya ngomong : ah sayang amat uang apbn dipake buat pembunuh


Dan SETELAH DIA NGOMONG GITU MALAH DIANGKAT SAMA PAK SBY JADI KEPALA BNP2TKI . SAMPAI HARI INI"



Jika memang data yang ditulis oleh Melanie Soebono ini benar, menurutku itu kesalahan fatal dan teramat sangat parah.


Bayangin saja, awalnya suruh bayar uang Diyat hanya 1,5 M karena alasan yang disebut Melanie diatas akhirnya jadi membengkak hingga 21 M.


Namun terlepas dari kasus ini, sebenernya saya berkali-kali ingin mengingatkan kepada pemerintah atau siapapun yang ikut bertanggungjawab atas nasib rakyatnya, Jika pemerintah bisa dan mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, maka Indonesia tidak perlu mengirim TKI ke luar negeri.


Saya sendiri tidak kemudian melarang pengiriman TKI ke luar negeri, namun dengan catatan TKI yang dikirim ke Luar Negeri benar-benar TKI yang lebih terlindungi dan dijamin hak-hak mereka sebagai pahlawan devisa negara.


Namun tentunya akan jauh lebih baik lagi ketika Pemerintah harusnya lebih memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam yang ada di negeri kita sendiri yang begitu melimpah ruah untuk dikelola dengan sebaik-baiknya dan diperuntukan untuk kesejahteraan rakyat secara merata.


Banyaknya TKI mencari ekrja ke luar negeri membuktikan bahwa masih banyak di daerah yang menganggap bahwa mencari uang menurut mereka jauh lebih mudah di negeri orang. Tapi begitu terjadi kasus seperti yang menimpa Satinah dan kasus-kasus sejenis lainya, maka kita seolah baru tersadarkan betapa mahal harga seorang TKI.


Walau sebenernya jumlah segitu tetap masih lebih banyak yang Negara terima dari pajak dan pendapatan dari pengiriman TKI ke luar negeri.


Kondisi yang seperti ini jika dibiarkan terus menerus, maka akan menjadi masalah yang akan terus menerus muncul kembali.


Untuk mencegah terjadinya kasus yang dialami Satinah dan juga TKI yang lain, maka cara yang sangat bijak yaitu dengan cara membuat lapangan kerja seluas-luasnya di negeri sendiri sehingga masyarakat akan merasa lebih mudah mencari rizqy di negeri sendiri dari pada harus jauh-jauh ke luar negeri.


Kalaupun pemerintah tetap nekad mengirimkan TKI ke Luar Negeri, Pemerintah harus menjamin bahwa keselamatan setiap warga negaranya yang berada di luar negeri wajib DIJAMIN dengan sebenar-benarnya.


Ingatlah bahwa kasus yang seperti Satinah alami tidak hanya satu, masih ada Satinah-Satinah yang lain yang masih ebrharap dan menerima pertolongan dari pemerintah Indonesia.


Pemerintah jangan hanya BERSEMANGAT saat menerima pajak dan pendapatan dari pahlawan Devisa Negara, akan tetapi saat dituntut untuk melindungi HAK warga negaranya yang menjadi TKI mereka acuh tak acuh.


Buat anda atau keluarga anda yang ingin menjadi TKI, belajarlah dari kasus demi kasus seperti Satinah ini. Ingatlah bahwa negara kita sudah terbukti belum mampu menjadi negara yang sepenuhnya bisa menjamin dan melindungi semua TKI di luar negeri.


Jadi saya sangat menyarankan untuk apapun yang terjadi, bekerja keras dan mencarilah rizqy di negeri sendiri karena sesungguhnya negeri kita ini sungguh teramat sangat kaya raya sekali. Hanya saja, kita membutuhkan pemimpin yang bener-bener cerdas, berani dalam mengelola kekayaan negeri ini untuk kemakmuran rakyat seluruhnya.


Semoga saja dalam pemilu nanti kita bisa memilih pemimpin yang bener-bener mampu mensejahterakan rakyatnya secara adil dan merata serta bisa menghukum para koruptor-koruptor yang menggerogoti kekayaan negeri ini untuk keuntungan kantong perut dan partai serta golongan mereka sendiri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.