Tidak ada yang Murni Peduli dengan Nasib dan Kesejahteraan Petani

0a4e72540a3a2be1b1a963fcb1b6d326_pertanian


Kebetulan saja saya dahulu masih inget pertama kali ngeblog di Blogdetik sejak tanggal 10 Agustus 2008. Saya masih ingat tujuan saya menulis waktu itu hanya ingin menuliskan apa yang ada dipikiran saya. Sudah itu saja.


Saya juga masih ingat saat itu posisi saya masih sebagai mahasiswa dan sekaligus sebagai seorang petani untuk membantu orang tua di sawah. Itu kenapa saya masih ingat tulisan saya saat itu berjudul "PETANI BICARA POLITIK".


Barusaja saya mencoba melihat ulang tulisan pertama saya di blogdetik tersebut. Membacanya saya tertawa-tawa sendiri dengan bahasa tulisanku yang sangat polos dan apa adanya.


Seorang Petani kok bisa-bisanya ingin menulis dan berbicara soal politik. Benar-benar terkesan aneh mungkin ya? Tapi itulah saya saat itu, memang itulah tujuan saya menulis.


Saya juga pernah menulis tentang sesuatu yang mungkin menurut anda (yang bukan berprofesi petani) apa yang saya tulis aneh.


Dikatakan aneh karena saat banyak orang berdemo jika beras dan semua harga pertanian TIDAK BOLEH MAHAL, saya justru saat itu pernah bikin tulisan yang menyatakan bahwa "Beras dan semua hasil Pertanian HARUSNYA MAHAL".


Dalam tulisan saya saat itu sederhana, mereka yang ingin membeli harga beras dan produk petani murah PASTI BUKAN PETANI.


Tapi saya memaklumi itu karena kalian tidak pernah merasakan jadi petani, berangkat pagi nyangkul di sawah, kepanasan, kehujanan, dan menghabiskan semua energi di sawah.


Lelahnya tubuh para petani belum selesai karena harus memikirkan harga pupuk yang harus kita beli dengan harga mahal.


Tapi apa yang terjadi, begitu Gabah kami panen, kami jemur selama berhari-hari dan berkali-kali serta kita bersihkan hingga menjadi gabah kering. Begitu dijual, HARGANYA BEGITU MURAH !!!


Buat anda yang tidak pernah merasakan susah payah nyangkul, menyemai, menanam, merawat, memberi pupuk, membersihkan rumput pengganggu padi, hingga mengobati serangan hama dan lainya, pastilah hanya berharap bahwa HARGA BERAS HARUS MURAH !


Saya tidak menyalahkan anda, karena siapapun anda pasti akan berbahagia menikmati BERAS MURAH, CABE MURAH, dan semua produk-produk murah lainya dari produk pertanian.


Tapi yakinlah, saat anda tersenyum bahagia, ada keringat para petani dan kemiskinan petani yang tidak bisa berbahagia seperti saat anda membeli beras murah.


Sebenarnya jika petani boleh bermimpi dan bisa berdemo seperti para pegawai negeri sipil di Republik Indonesia ini. Kami para petani akan menduduki senayan supaya kami bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak dan tidak selalu menjadi profesi yang selalu diinjak-injak.


Jika bicara Idealisme, Inilah keinginan para petani yang saya pastikan tidak akan mungkin bisa dipenuhi.


Petani ingin sekali merasakan semua harga petani itu dijual dengan harga TINGGI. Kemudian anda pasti bertanya, Jika Harga produk petani tinggi, maka kasihan rakyat miskin yang tidak mampu membeli?


Jawaban anda sebenarnya bisa kita jawab dengan sederhana, Setinggi apapun harga sebuah produk, selama masyarakatnya sejahtera dan mampu membeli, tentunya itu tidak masalah bukan?


Sehingga jika kondisi bisa tercipta seperti itu tadi, maka Petani senang, warga juga ikut senang karena walau mahal mereka mampu membeli.


Tapi itu semua hanya pada sebatas teori, karena Pemimpin di negeri ini hingga detik ini belum bisa menjadikan rakyatnya menjadi masyarakat dengan kesejahteraan dan pendapatan serta daya beli yang tinggi.


Karena kegagalan pemerintah untuk bisa mensejahterakan rakyat itulah maka selamanya, para Petani akan tetap dijadikan "TUMBAL" kebijakan di negeri ini.


Belum lagi masalah-masalah lain di negeri ini yang pejabatnya seolah bekerja hanya asal dan tidak mau mendidik petani.


Petani seolah dibuat bodoh supaya tidak mampu menghasilkan produk pertanian terbaik sehingga bisa dijadikan alasan untuk bisa mengeluarkan kebijakan IMPORT produk pertanian.


Dan sekarang sudah musim kampanye, saya pastikan semua calon presiden akan berkata jika mereka peduli dengan petani. Tapi selamanya saya tidak akan pernah percaya karena siklus bidang pertanian ini adalah siklus yang selamanya tidak terpecahkan.


Selama tingkat kesejahteraan rata-rata penduduk Indonesia masih pas-pasan, maka selamanya pula profesi dan produk petani yang akan terus ditekan untuk supaya tetap dijual MURAH dan MURAH.


Petani, begitulah nasibmu kini. Dirimu memang orang kecil dan selalu diinjak-injak oleh penguasa negeri ini. Tapi yakinlah, jasamu yang memberikan kehidupan untuk seluruh masyarakat di seluruh negeri akan tetap kami catat sebagai kebaikan bagi kami.


Jika PNS turun gaji dan tidak pernah naik gaji, mereka pasti akan Demo dan mogok bekerja dengan alasan merasa tidak dihargai.


Tapi para petani, semurah apapun harga beras dan produk petani lainya, Petani tetap akan menanam padi, menanam cabai dan semua produk pertanian lainya. Hal itu karena kami tahu, Petani bekerja tidak hanya mencari materi.


Terakhir saya hanya ingin katakan sesuai judul bahwa "Tidak ada yang Murni Peduli dengan Nasib dan Kesejahteraan Petani kecuali Petani itu Sendiri."


Apalagi sekarang musim kampanye, yakinlah akan semakin banyak caleg dan capres yang selalu "menjual" penderitaan petani untuk alat kampanye mereka yang mengatakan jika mereka peduli dengan nasib petani. Itu semua hanyalah kebohongan.


Buruh, PNS dan Profesi lainya selalu minta naik gaji dan tunjangan. Mereka juga selalu MINTA SUPAYA HARGA SEMBAKO (Produk Petani) HARUS MURAH!!. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. MEREKA DEMO HABIS-HABISAN.


Bahkan ada juga yang berkampanye jika mereka terpilih harga sembako (kebutuhan petani) akan murah. Jika harga SEMBAKO (Produk Petani) MURAH, Para Buruh dan PNS juga profesi lainya TERTAWA BAHAGIA.


Tapi Yakinlah bahwa ADA PETANI YANG SELALU MENDERITA !!


Tapi walaupun PETANI tidak pernah mendapatkan gaji, mereka tidak BERDEMO dan tetap giat bekerja ke sawah, mencangkul, menyemai, dan semua aktivitas kerja mereka yang menguras keringat dan tenaga mereka untuk menghasilkan Padi dan semua kebutuhan masyarakat Indonesia.


Itu kenapa hampir 99,99% Anak petani tidak mau melanjutkan profesi petani kecuali untuk petani yang kaya raya yang memiliki berhektar-hektar lahan. Media juga seolah tidak peduli dan terlalu sibuk membuat pemberitaan politik, korupsi dan korupsi...


Kenyataanya memang hanya PETANI sendirilah yang HARUS peduli dengan profesinya sendiri !


Walau saya terkadang saat ini masih ingin sebagai seorang petani, tapi kenyataanya pendapatan yang lebih banyak pasti didapat dari pekerjaan di bidang TI.


Terima Kasihku untuk para Petani


Gambar: Koleksi Pribadi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.